ConocoPhillips Hengkang, Pertamina Tetap Kelola Blok Corridor 2026

Penjualan aset migas ConocoPhillips di Indonesia kepada Medco Energi tak mengubah kebijakan di Blok Corridor yang akan mulai dikelola Pertamina pada 2026.
Image title
17 Desember 2021, 13:13
pertamina, blok corridor, blok migas, skk migas
Pertamina Hulu Energi
Ilustrasi blok migas.

SKK Migas memastikan transaksi akuisisi aset migas ConocoPhillips oleh PT Medco Energi Internasional tidak akan berpengaruh terhadap kebijakan awal di mana Pertamina akan menjadi operator blok migas ini pada 2026.

Deputi Perencanaan SKK Migas Benny Lubiantara mengatakan Pertamina Hulu Energi (PHE) akan menjadi operator pada tiga tahun pertama setelah kontrak berjalan di Blok Corridor 2023. Hal tersebut mengacu pada Keputusan Menteri ESDM.

"Mengacu pada Kepmen untuk Blok Corridor, setelah 3 tahun perpanjangan, PHE yang akan jadi operator tidak ada yang berubah," ujarnya kepada Katadata.co.id, Jumat (17/12).

Meski begitu, Benny belum mengetahui secara pasti mengenai perkembangan rencana akuisisi ConocoPhillips oleh Medco Energi. Yang pasti, siapapun pengelola Blok Corridor selanjutnya SKK Migas akan mendorong untuk melakukan investasi secepat mungkin.

Advertisement

Pasalnya, tujuan diberikannya perpanjangan di Blok Corridor sebagai kepastian untuk segera melakukan investasi. Sehingga tidak mengganggu keberlanjutan produksi. "Agar produksi tidak turun di akhir kontrak, supaya semua potensi dan prospek segera dikembangkan," katanya.

Kementerian ESDM menyatakan pengelolaan Blok Corridor jatuh ke tangan Pertamina pada tiga tahun pertama setelah 2023. Oleh karena itu perusahaan migas pelat merah ini bakal melakukan serangkaian kajian guna mempersiapkan pengelolaan di blok migas tersebut.

Hal ini diputuskan setelah kerja sama pengelolaan Blok Corridor dengan ConocoPhillips (Grissik) Ltd resmi diperpanjang pada 2019 lalu. Kementerian ESDM dan ConocoPhillips telah menandatangani kontrak bagi hasil gross split untuk blok migas di Sumatera Selatan tersebut.

ConocoPhillips telah menjadi operator Blok Corridor sejak 2012, dengan hak partisipasi sebesar 54%. Selebihnya, hak kelola blok ini dipegang oleh PT Pertamina Hulu Energi Corridor dan Talisman (Corridor) Ltd, masing-masing sebesar 10% dan 36%.

Namun pada kontrak baru yang dimulai pada 2023, hak partisipasi ConocoPhillips akan turun menjadi 46%, begitu juga Talisman menjadi 24%. Sedangkan hak partisipasi Pertamina naik menjadi 30%.

Seperti diketahui, PT Medco Energi Internasional mengumumkan telah menandatangani kesepakatan untuk mengakuisisi seluruh saham yang diterbitkan ConocoPhillips Indonesia Holding Ltd. (CIHL) dari Phillips International Investment Inc. Phillips International merupakan anak usaha dari ConocoPhillips (COP).

CIHL sendiri memegang 100% saham di ConocoPhillips (Grissik) Ltd. (CPGL) dan 35% saham di Transasia Pipeline Company Pvt. Ltd. (Transasia). CPGL merupakan Operator dari Blok Corridor dengan kepemilikan 54% working interest.

Blok Corridor memiliki dua lapangan produksi minyak dan tujuh lapangan produksi gas berlokasi di onshore Sumatera Selatan, Indonesia. Mayoritas produksi adalah gas yang dijual melalui kontrak jangka panjang kepada para mitra yang handal di Indonesia dan Singapura.

Melalui Transasia, MedcoEnergi akan memiliki saham minoritas pada jaringan pipa gas yang menyuplai pelanggan di Sumatera Tengah, Batam, dan Singapura. Setelah Transaksi, proforma pedoman MedcoEnergi tahun 2022 pada segmen minyak dan gas adalah produksi 155 juta barel setara minyak per hari (mboepd), belanja modal US$ 275 juta, dan biaya kas per unit di bawah US$ 10 per barel setara minyak (boe).

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait