RI - Korea Selatan Patungan Bangun Pabrik Kabel Senilai Rp 1,1 Triliun

Pabrik kabel patungan RI-Korea Selatan ini akan dibangun dalam tiga fase dengan total investasi Rp 1,08 triliun.
Image title
27 Januari 2022, 09:45
pabrik kabel, indonesia, korea selatan, kementerian perindustrian
ANTARA FOTO/Aprillio Akbara
Ilustrasi kabel.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah meresmikan pabrik PT LSAG Cable Indonesia. Pabrik ini merupakan hasil patungan atau joint venture (JV) dari LS Cable & Systems dari Korea Selatan dan PT. Artha Metal Sinergi Indonesia dengan nilai investasi US$ 75 juta atau Rp 1,08 triliun.

LSAG Cable Indonesia akan dibangun dalam tiga fase. Adapun, kabel besutan LSAG diharapkan memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 80% dan mendukung program substitusi impor.

“Semoga seluruh kegiatan pembangunan PT. LSAG berjalan lancar, sehingga proyek ini seluruhnya segera dapat direalisasikan dan terwujud untuk dapat menjadi salah satu proyek kebanggaan nasional,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Rabu (26/1).

Agus berkomitmen untuk melakukan hilirisasi pada sektor manufaktur. Pasalnya, nilai tambah dari proses manufaktur menjadi puluhan kali lipat.

Advertisement

Dalam hal kabel, bijih tembaga kini dilego senilai US$ 3.900 per metrik ton (MT). Angka itu naik 105,12% atau menjadi US$ 8.000 per MT setelah diubah menjadi kawat konduktor.

Selain itu, hilirisasi ke kawat konduktor akan mengubah nilai bijih bauksit senilai US$ 95 per MT menjadi US$ 6.500 per MT. Dengan kata lain, nilai tambah bijih bauksit naik 68 kali lipat dari proses manufaktur.

Sejauh ini telah ada 54 pabrik kabel di dalam negeri dengan kapasitas produksi kabel dan konduktor tembaga sebesar 450 ribu ton per tahun. Sementara itu, produksi kabel dan konduktor aluminium mencapai 250 ribu ton per tahun.

Adapun, TKDN industri kabel domestik telah melampaui syarat minimal TKDN atau sebesar 45%. Sebagai contoh, TKDN bare cable conductor dan low voltage cable telah mencapai 95%. "Artinya telah melampaui angka TKDN minimum. Sehingga menyandang predikat wajib beli,” kata Agus.

Di sisi lain, Agus mengatakan TKDN kabel telekomunikasi masih perlu ditingkatkan. Strategi yang akan diterapkan dalam peningkatan TKDN kabel telekomunikasi adalah pengembangan industri inti kabel (Optical Core).

Agus mendata ada 13 pabrikan kabel telekomunikasi dangan kapasitas produksi inti kabel mencapai 240.000 kilometer per tahun.

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait