OPEC+ Berencana Pangkas Produksi, Harga Minyak Kembali Tembus US$ 100

OPEC+ mencetuskan gagasan pemangkasan produksi untuk menopang harga minyak, mengantisipasi kembalinya minyak mentah Iran ke pasar.
Happy Fajrian
24 Agustus 2022, 07:00
harga minyak, opec
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
Pengeboran minyak lepas pantai.

Harga minyak mentah dunia kembali menembus US$ 100 per barel setelah Arab Saudi mencetuskan gagasan bahwa OPEC+ kemungkinan akan memangkas produksinya untuk menopang harga jika minyak mentah Iran kembali ke pasar.

Menteri energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan bahwa OPEC+ memiliki opsi untuk menghadapi tantangan di pasar energi termasuk di antaranya memangkas produksi.

Harga minyak patokan global Brent naik ke level US$ 100,22 per barel setelah sempat menyentuh US$ 92,34 pada pekan lalu. Sedangkan minyak mentah Amerika Serikat (AS), West Texas Intermediate (WTI) naik menjadi US$ 93,74 setelah sebelumnya menyentuh US$ 86,53 per barel.

Ini merupakan level tertinggi Brent sejak 2 Agustus, dan WTI tertinggi sejak 11 Agustus setelah harga minyak tertekan dalam beberapa pekan terakhir imbas prospek kembalinya minyak mentah Iran ke pasar, kekhawatiran resesi, naiknya persediaan minyak mentah AS, turunnya permintaan bahan bakar, dan musim pemeliharaan kilang.

Advertisement

“Itulah situasi yang membuat menteri perminyakan Arab Saudi menekankan bahwa dinamika yang ada sedikit tidak sesuai dengan kenyataan,” kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho, seperti dikutip Reuters, Rabu (24/8).

Namun, sembilan sumber OPEC mengatakan bahwa pengurangan produksi OPEC+ mungkin tidak akan segera terjadi dan akan bertepatan dengan kembalinya Iran ke pasar minyak jika Teheran mencapai kesepakatan nuklir dengan Barat.

Seorang pejabat senior AS mengatakan bahwa Iran telah membatalkan beberapa tuntutan utamanya untuk menghidupkan kembali kesepakatan tersebut.

Minyak telah melonjak di sepanjang tahun ini hingga mendekati level tertinggi sepanjang masa US$ 147 per barel pada Maret setelah invasi Rusia ke Ukraina memperburuk kekhawatiran pasokan. Namun, kekhawatiran resesi global, inflasi tinggi dan permintaan yang lebih lemah telah membebani harga.

Sementara harga Brent telah turun tajam dari harga tertinggi tahun ini, struktur pasar dan perbedaan harga di pasar fisik minyak masih menunjukkan keterbatasan pasokan.

Menggarisbawahi ketatnya pasokan, laporan mingguan persediaan AS terbaru diperkirakan menunjukkan stok minyak mentah turun 900.000 barel pekan lalu.

Stok minyak mentah AS diperkirakan telah turun, sementara stok bahan bakar naik dalam minggu terakhir, menurut sumber pasar yang mengutip angka American Petroleum Institute pada hari Selasa.

Stok minyak mentah turun sekitar 5,6 juta barel untuk pekan yang berakhir 19 Agustus. Persediaan bensin naik sekitar 268.000 barel, sementara stok sulingan naik sekitar 1,1 juta barel. Data API diikuti oleh laporan pemerintah pada pukul 10:30 EDT pada hari Rabu.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait