Jadi Tumpuan Ekonomi RI, Sektor Manufaktur 2019 Tumbuh Melambat

Sektor manufaktur menyumbang 19,62% dari total PDB. Namun sektor ini hanya tumbuh 4,68% pada 2019 dibandingkan 5,02% pada 2018.
Image title
Oleh Tri Kurnia Yunianto
6 Januari 2020, 15:33
sektor manufaktur, pertumbuhan ekonomi, produk domestik bruto
ANTARA FOTO/ALOYSIUS JAROT NUGROHO
Ilustrasi sektor manufaktur. Sektor manufaktur masih menjadi tumpuan ekonomi RI meski tahun lalu tumbuh melambat.

Sektor industri pengolahan atau manufaktur masih menjadi tumpuan ekonomi Indonesia dengan menjadi penyumbang terbesar produk domestik bruto (PDB) pada 2019. Kendati demikian, sektor ini tahun lalu tumbuh melambat dibandingkan tahun sebelumnya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan sektor ini pada 2019 tumbuh 4,68% atau lebih lambat dibandingkan pertumbuhan pada tahun sebelumnya yang sebesar 5,02%.

Padahal dari sisi investasi, sepanjang periode Januari - September 2019, investasi mengalir ke sektor ini sebesar Rp 147,3 triliun. Kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB tahun lalu tercatat sebesar 19,62%.

"Kontribusi industri pengolahan merupakan yang terbesar dibandingkan sektor pertanian yang berkontribusi sebesar 13,45%, perdagangan 13,02% dan konstruksi sebesar 10,60%," ujarnya di Jakarta, Senin (6/1).

(Baca: Perang Dagang hingga Resesi yang Menghantui Ekonomi 2020)

Dia menjelaskan kontributor terbesar pertumbuhan sektor ini berasal dari industri makanan minuman yang tumbuh 6,50%, kemudian industri barang logam seperti komputer, barang elektronik dan listrik tumbuhan 1,70%, industri alat angkutan 1,68%, industri kimia dan farmasi 1,59% serta industri tekstil dan pakaian jadi 1,25%.

Tak hanya itu, Kemenperin juga mencatat pada triwulan III 2019 ada lima industri dengan nilai pertumbuhan terbesar yakni industri tekstil dan pakaian jadi tumbuh 15,08%, industri jasa reparasi dan pemasangan mesin 10,33%, serta industri makanan dan minuman 8,33%. 

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa sektor ini menyerap 18,93 juta orang tenaga kerja per Agustus 2019 atau hanya naik tipis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 18,25 juta orang tenaga kerja.

(Baca: Pemerintah Bakal Hadapi Tantangan Berat Kerek Pertumbuhan Ekonomi 2020)

"Tiga besar penyerapan tenaga kerja sektor manufaktur yaitu industri makanan 4,74 juta orang, industri pakaian jadi 2,65 juta orang dan industri kayu 1,69 juta orang," ujarnya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran berdasarkan angkatan kerja pada Agustus 2019 mencapai 7,05 juta orang. Jumlah ini bertambah sekitar 50 ribu orang atau naik 0,7% dari periode yang sama tahun lalu. Jika dibandingkan dengan Februari 2019 yang hanya 6,82 juta orang, peningkatan pengangguran Agustus 2019 mencapai 3,4%.

(Baca: Sektor Manufaktur AS Anjlok akibat Perang Dagang, Terdalam Sejak 2009)

 

Reporter: Tri Kurnia Yunianto

Video Pilihan

Artikel Terkait