10 Manfaat Timun untuk Kesehatan, Cegah Kanker dan Sembelit

Timun terdiri dari 95% air dan mengandung sejumlah nutrisi. Manfaat timun meliputi pencegahan penyakit kronis hingga menjaga kesehatan kulit.
Image title
29 Oktober 2021, 08:25
Ilustrasi timun. Manfaat timun telah diteliti untuk kesehatan tubuh.
Unsplash/Michael Longmire
Ilustrasi timun. Manfaat timun telah diteliti untuk kesehatan tubuh.

Timun merupakan sayuran yang umum dikonsumsi sebagai lalapan. Timun memiliki rasa yang ringan dan sedikit manis dengan kandungan airnya yang tinggi. Teksturnya renyah dan menyegarkan saat dimakan mentah.

Memiliki nama ilmiah Cucumis sativus, timun tergolong dalam suku labu-labuan atau Cucurbitaceae. Timun diduga berasal dari pegunungan Himalaya di India Utara, menurut buku "Ensiklopedi Mentimun". Tanaman timun memerlukan kelembapan udara yang tinggi, tanah gembur, dan sinar matahari penuh agar tumbuh subur.

Mengonsumsi timun membawa banyak manfaat kesehatan. Timun mengandung sejumlah nutrisi, seperti lignin, vitamin C, serat, kalium, dan magnesium, menurut buku “1001 Makanan Sehat”.

Dari data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), kandungan timun dengan berat 52 gram terdiri dari:

Advertisement
  • Kalori: 8
  • Lemak: 0.1 g
  • Natrium: 1 mg
  • Karbohidrat: 1,9g
  • Serat: 0,3 g
  • Gula: 0,9 g
  • Protein: 0,3 g​
  • Vitamin K: 8,5 mcg
  • Vitamin C: 1,5mg
  • Kalium: 76,4 mg
  • Air: 95%

Sebagai sayuran yang mengandung banyak nutrisi, manfaat timun untuk kesehatan adalah sebagai berikut.

1. Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi

Kandungan air sebanyak 95% dalam timun berperan dalam menjaga tubuh agar tetap terhidrasi. Asupan air setiap hari sangat penting untuk mengatur suhu tubuh, menjaga pelumasan sendi, dan mencegah infeksi, menurut publikasi Harvard T.H. Chan School of Public Health.

Air juga berperan dalam mengantar nutrisi ke sel dan menjaga organ berfungsi dengan baik. Tubuh yang terhidrasi dengan baik dapat meningkatkan kualitas tidur, kognisi, dan suasana hati.

Konsumsi timun dapat membantu tubuh dari dehidrasi yang dapat menyebabkan sakit kepala, lesu, dan sembelit. Tubuh manusia terdiri dari sekitar 75 persen air. Tanpa air, manusia tidak dapat bertahan hidup.

Penelitian oleh Harris R Lieberman dalam "Journal of the American College of Nutrition" menunjukkan, sedikitnya satu persen dehidrasi berdampak negatif pada suasana hati, perhatian, memori, dan koordinasi motorik.

Saat kekurangan air, cairan dalam jaringan otak juga berkurang, sehingga mengurangi volume otak dan untuk sementara mempengaruhi fungsi sel.

2. Melindungi tubuh dari penyakit

Manfaat timun lainnya adalah melindungi tubuh dari penyakit. Timun mengandung sekelompok polifenol yang disebut lignan. Fungsinya adalah membantu dalam mengobati kanker terkait estrogen, menurut “Journal of Aging Research and Clinical Practice”.

Lignan dalam timun dapat membantu melindungi terhadap kanker dengan memblokir enzim yang terlibat dalam metabolisme hormon dan mengganggu pertumbuhan dan penyebaran sel tumor.

Beberapa komponen lain dalam mentimun juga memiliki sifat antioksidan yang dapat berkontribusi untuk perlindungan tubuh. Misalnya, beta karoten dan flavonoid adalah antioksidan yang membantu melawan peradangan dan melindungi tubuh dari penyakit kronis.

3. Membantu mencegah kanker

Timun mengandung cucurbitacins, sejenis senyawa biokimia. Studi oleh Ujjwal Kaushik, dkk. dalam “Pharmacognosy Reviews” menemukan, cucurbitacins dapat membantu untuk mencegah kanker. Cucurbitacins telah diteliti dapat mencegah garis sel kanker dan sel kanker paru-paru manusia.

Cucurbitacin juga dapat menghambat pertumbuhan sel kanker pankreas, menurut sebuah penelitian tahun 2009 yang diterbitkan dalam “Journal of Cancer Research”. Senyawa cucurbitacin B dalam timun mampu menghambat pertumbuhan garis sel kanker pankreas hingga 50%.

4. Timun mengandung kalium yang baik untuk tubuh

Timung mengandung 76,4 mg kalium yang membantu saraf untuk berfungsi dan otot berkontraksi. Kalium juga membantu detak jantung agar tetap teratur, serta membantu mengimbangi beberapa efek berbahaya natrium pada tekanan darah.

Sebuah penelitian terhadap 12.000 orang dewasa, yang diterbitkan dalam “Archives of Internal Medicine” menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi 4.069 mg potasium setiap hari menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 37% dan penyakit jantung iskemik sebanyak 49% dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi 1.793 mg. per hari.

5. Mengurangi tekanan darah tinggi

Beberapa studi telah meneliti timun untuk mengurangi tekanan darah tinggi. Manfaat timun untuk tekanan darah tinggi terletak pada efek vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) saat mengonsumsinya.

Sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam jurnal “Public Health of Indonesia” menemukan bahwa partisipan lansia dengan hipertensi mengalami penurunan tekanan darah yang signifikan setelah mengonsumsi jus timun selama 12 hari.

Selain itu, tinjauan tahun 2009 di Indian Academy of Clinical Medicine menemukan bahwa penderita hipertensi dapat makan timun karena kandungan natriumnya yang rendah.

6. Menjaga kesehatan kulit mata

Anda mungkin pernah melihat orang meletakkan irisan timun di atas mata mereka. Ternyata, timun memiliki manfaat kesehatan untuk kulit.

"Timun memiliki efek mendinginkan dan menenangkan sehingga mengurangi pembengkakan, iritasi, dan peradangan saat digunakan secara topikal. Irisan timun dapat dioleskan pada mata untuk mengurangi bengkak di pagi hari atau meringankan dan mengobati kulit terbakar saat dioleskan pada area yang terkena," kata ahli gizi Megan Ware dalam livescience.com.

Saat mata menjadi kering, mentimun dapat memberikan efek menghidrasi, mengurangi kekeringan dan kemerahan. Berapa lama waktu meletakkan timun di mata? Anda dapat meletakkan timun selama lima hingga 15 menit untuk hasil maksimal.

7. Menjaga kesehatan tulang

Manfaat timun untuk menjaga kesehatan tulang adalah dampak dari kandungan vitamin K di dalamnya. Timun dengan berat 52 gram mengandung 8,5 mcg vitamin K. Menurut publikasi University of Maryland Medical Center, vitamin K penting untuk kesehatan tulang.

Asupan vitamin K dapat mengurangi tingkat patah tulang. Vitamin K juga bekerja dengan vitamin D untuk meningkatkan kepadatan tulang dan secara positif mempengaruhi keseimbangan kalsium.

Sebuah studi dalam “American Journal of Clinical Nutrition” pada tahun 2003 menunjukkan, kadar vitamin K yang rendah dikaitkan dengan kepadatan tulang yang rendah pada wanita, tetapi tidak pada pria.

Studi lain yang diterbitkan dalam “American Journal of Clinical Nutrition” pada tahun 1999 menemukan, asupan vitamin K yang rendah berdampak pada peningkatan risiko patah tulang pinggul pada wanita paruh baya.

Konsumsi timun sangat baik untuk membantu memenuhi asupan vitamin K, terutama pada wanita.

8. Mengatasi sembelit

Manfaat timun selanjutnya adalah mengatasi sembelit. Dalam studi tahun 2013 yang terbit di jurnal “Fitoterapia”, timun dapat membantu meringankan sembelit karena mereka menyediakan serat dan air.

Publikasi Tufts University menerangkan, manfaat timun untuk pencernaan akan bertambah jika diubah menjadi acar melalui proses fermentasi. Acar timun mengandung bakteri probiotik yang meningkatkan pencernaan dan menumbuhkan flora usus yang bermanfaat.

9. Baik untuk kesehatan otak

Para ilmuwan telah meneliti fisetin, senyawa dalam timun yang bermanfaat untuk kesehatan otak. Fisetin diduga memiliki dampak untuk melindungi sel-sel saraf, meningkatkan memori, dan mengurangi risiko Alzheimer pada tikus, menurut tinjauan tahun 2013 dalam jurnal “Antioxidants & Redox Signaling”.

10. Menurunkan berat badan

Timun adalah makanan rendah kalori dan terdiri dari 95% air yang membantu menurunkan berat badan.

Sebuah studi tahun 2011 dalam jurnal “Obesity” menemukan, konsumsi air yang lebih besar berkorelasi dengan lebih banyak penurunan berat badan pada orang dewasa paruh baya dan lebih tua.

Peserta yang mengonsumsi 500 mililiter air sebelum makan dapat menurunkan berat badan sekitar dua kilogram. Konsumsi makanan padat air seperti timun bisa menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan asupan air.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait