BEI: Perdagangan Saham Normal, Hanya Satu AB yang Belum Aktif

Buntut kebakaran Gedung Cyber I, Jakarta masih terasa. Meski BEI pastikan perdagangan saham normal, masih ada satu anggota bursa belum terhubung.
Image title
3 Desember 2021, 10:43
bei
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
Karyawan memotret layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (19/11/2021). IHSG ditutup menguat pada level tertinggi di 6.720,26 atau naik 83,79 poin (1,26 persen).

Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan perdagangan di pasar saham berjalan lancar hari ini, Jumat (3/12), setelah kebakaran Gedung Cyber I Jakarta, Kamis (2/12). Meski begitu, masih ada satu anggota bursa (AB) yang tidak terkoneksi.

"Hanya satu AB yang tidak terkoneksi karena yang bersangkutan melakukan self suspend kemarin pada saat kebakaran terjadi," kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo, Jumat (3/12).

Laksono juga memastikan, semua vendor data feed sudah terkoneksi dengan baik sejak pagi hari. Pasalnya, Gedung Cyber I merupakan lokasi penyimpanan pusat data (data center) sejumlah perusahaan, termasuk sejumlah anggota bursa.

"Semua vendor data feed juga terkoneksi dengan baik sejak pagi tadi," ujar Laksono.

Advertisement

Kebakaran Gedung Cyber I terjadi sekitar pukul 12.25 WIB. Gedung tersebut merupakan salah satu area kerja BEI yang berada di lokasi terpisah dari Gedung BEI di SCBD, Jakarta.

Laksono memastikan, kejadian tersebut tidak berdampak pada pusat data BEI dan operasional perdagangan BEI tetap berjalan dengan normal. Kemarin total frekuensi perdagangan mencapai 1,26 juta kali, lebih sedikit dari total frekuensi perdagangan hari sebelumnya 1,53 juta kali.

Sebelumnya, Laksono mengatakan, ada dua perusahaan pedagang efek yang terkendala karena insiden kebakaran yang terjadi di Gedung Cyber I. Satu di antaranya, melakukan penghentian perdagangan saham atau self suspend.

Menurut Laksono, koneksi perdagangan saham sejumlah pedagang efek ada yang berjalan lancar, ada pula yang membutuhkan waktu. Hal ini tergantung kesiapan masing-masing anggota bursa. Perusahaan efek wajib memiliki penyimpanan data cadangan atau back up data center demi keamanan.

Di laman media sosialnya, Manajemen PT Indo Premier Sekuritas mengumumkan, saat ini perusahaan sedang menghadapi situasi force majeure, dimana data center di Gedung Cyber, Mampang mengalami kebakaran.

"Ini mengakibatkan jaringan data beberapa sekuritas, termasuk IPOT, terganggu dan belum dapat digunakan untuk sementara waktu. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami," ujar manajemen Indopremier dalam akun Instagramnya, Kamis (2/12).

Manajemen menekankan bahwa gangguan hanya berdampak kepada transaksi. Sementara itu, seluruh dana nasabah dipastikan aman. "Kami akan terus berupaya secara maksimal agar seluruh layanan dapat kembali seperti semula," katanya.

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhamad Arif Angga mengatakan, terdapat 300 anggota diketahui menyimpan salah satu data centernya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait