Para Pengusaha Indonesia yang Miliki Saham Klub Bola di Luar Negeri

Oleh Andrea Lidwina, 15/9/2019, 10.20 WIB

Sebelum trio Wanandi, ada sejumlah pengusaha Indonesia yang memiliki saham di klub sepak bola profesional di luar negeri.

Unduh Infografik
Share

Tranmere Rovers, klub sepak bola di Inggris, baru saja mengumumkan Santini Group membeli saham minoritas klub itu. Ada tiga nama di balim pembelian saham, yakni Wandi, Lukito, dan Paulus Wanandi. Ketiganya merupakan anak dari pengusaha Sofjan Wanandi.

Sebelum trio Wanandi, ada sejumlah pengusaha Indonesia yang memiliki saham di klub sepak bola profesional di luar negeri. Pada 2011, mantan Ketua Badan Tim Nasional PSSI Iman Arif membeli 20 persen saham klub asal Inggris Leicester City. Namun setahun setelahnya, saham tersebut dijual pada Asian Football Investment.

(Baca: Anak Pengusaha Sofjan Wanandi Beli Saham Klub Sepak Bola Inggris)

Pada tahun yang sama, Bakrie Group juga membeli 70 persen saham klub asal Australia Brisbane Roar dan kepemilikan klub asal Belgia CS Vise. Sayangnya, kedua klub itu telah dijual pada pengusaha dan investor lokal.

Kemudian, Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 Erick Thohir pernah memiliki saham mayoritas di klub asal Amerika Serikat DC United dan klub asal Italia Inter Milan. Namun, saham miliknya di dua klub tersebut dijual pada 2018 dan 2019. Kini, ia memiliki saham minoritas di klub asal Inggris Oxford United bersama Anindya Bakrie.

Selain itu, Yusuf Mansur juga membeli 10 persen saham klub Lechia Gdansk tahun lalu melalui perusahaan miliknya Paytren. Logo perusahaan ini pun tampil di jersey klub sepak bola asal Polandia itu.