33 Perusahaan Keluar dari Tiongkok, Tak Satu pun ke Indonesia

Oleh Yosepha Pusparisa, 17/9/2019, 11.23 WIB

“Tidak ada yang ke Indonesia. Tolong ini digaris bawahi. Hati-hati berarti kita punya persoalan yang harus kita selesaikan."

Unduh Infografik
Share

Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok terus berlanjut. Kedua negara saling menerapkan kebijakan tarif untuk menekan ekspor dari masing-masing negara.

Bank Dunia mensinyalir, perang dagang akan berkembang tak hanya di bidang perdagangan. Namun juga ke sektor-sektor lain, seperti sektor keuangan. Melihat perkembangan ini, sepanjang Juni-Agustus terdapat 33 perusahaan yang merelokasi pabriknya keluar dari Tiongkok.

Pabrik-pabrik yang direlokasi pada umumnya menghasilkan produk yang diekspor ke AS. Paling banyak merupakan sektor industri elektronika, pakaian, serta alas kaki. Vietnam adalah negara yang paling banyak menerima limpahan perpindahan pabrik dari Tiongkok, sebanyak 23 pabrik. Sedangkan sisanya ke Thailand, India, Malaysia, Kamboja, Meksiko, dan Serbia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyayangkan tidak adanya perusahaan yang merelokasi pabriknya ke Indonesia. “Tidak ada yang ke Indonesia. Tolong ini digaris bawahi. Hati-hati berarti kita punya persoalan yang harus kita selesaikan,” ujar Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (3/9).