Tren Hijrah Bank ke Dunia Digital

Oleh Dwi Hadya Jayani, 6/11/2019, 12.17 WIB

Transformasi perbankan ke dunia digital didorong upaya efisiensi serta menyasar segmen pasar baru.

Unduh Infografik
Share

Sektor perbankan mulai melakukan transformasi ke dunia digital. Selain untuk efisiensi, langkah ini sekaligus meluaskan segmen pasar, khususnya generasi muda yang melek digital.

(Baca: Fenomena Bank Digital di Indonesia, dari Bank Artos lalu Bank Royal)

Menurut Otoritas Jasa Keuangan, perbankan digital adalah layanan atau kegiatan perbankan yang dilakukan lewat sarana elektronik milik bank. Nantinya, nasabah bisa melakukan kegiatan perbankan secara mandiri.

(Baca: Ini Profil Bank Royal yang Diakusisi BCA Hampir Rp 1 Triliun)

OJK menyebutkan dari 80 perbankan yang tengah menerapkan layanan digital, hanya dua yang telah menerapkannya secara menyeluruh. Keduanya adalah “Jenius” dari BTPN dan “Digibank” milik Bank DBS.

(Baca: Disuntik Jerry Ng dan Patrick Walujo Rp 1,5 T, Artos Jadi Bank Digital)

Dalam waktu dekat, ada dua bank yang telah berencana bertransformasi penuh ke digital. Pertama adalah Bank Artos yang tengah dalam proses akuisisi dan menunggu persetujuan OJK. Dikabarkan segmen pasar dari Bank Artos untuk kelas menengah, khususnya usia produktif. Kedua adalah Bank Royal yang telah merencanakan operasi pada Juni 2020. Adapun segmen pasar dari Bank Royal adalah sektor ritel.