Ancaman Kemiskinan Akibat Krisis Covid-19

Oleh Dwi Hadya Jayani, 1/5/2020, 11.25 WIB

Jumlah penduduk miskin diperkirakan meningkat akibat krisis. Ini sekaligus mengakhiri tren penurunan angka kemiskinan yang terjadi sejak krisis 1998.

Unduh Infografik
Share

Resesi ekonomi global sudah di depan mata. Krisis akibat pandemi Covid-19 ini turut dirasakan Indonesia. Sejumlah lembaga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal merosot. Hal ini akan berimbas pada peningkatan jumlah orang miskin di tanah air.

(Baca: Ancaman Krisis Ekonomi Akibat Covid-19)

Laporan The SMERU Research Institute yang berjudul “The Impact of Covid-19 Outbreak on Poverty: An Estimation for Indonesia” membuat lima proyeksi peningkatan jumlah orang miskin. Pada skenario terburuk, yaitu jika ekonomi Indonesia hanya tumbuh 1 persen pada 2020 maka tingkat kemiskinan mencapai 12,4 persen. Jumlah penduduk miskin diperkirakan 33,2 juta penduduk.

(Baca: Dunia di Ambang Krisis Ekonomi Terburuk)

Kemiskinan tersebut meningkat dari 2019 yang telah mencapai tingkat kemiskinan satu digit, yaitu 9,2 persen dengan jumlah penduduk 24,8 juta. Laporan ini menjelaskan, tren penurunan angka kemiskinan sejak krisis 1998 akan berakhir. Maka, pemerintah perlu memperluas program perlindungan sosial untuk melindungi penduduk miskin yang semakin bertambah.