Wajah Pejabat BUMN, Politisi hingga Milenial

Oleh Yosepha Pusparisa, 29/6/2020, 07.15 WIB

Menteri BUMN Erick Thohir bongkar pasang pejabat perusahaan pelat merah dengan menunjuk politisi, perwira aktif TNI/ Polri, dan kalangan milenial.

Unduh Infografik
Share

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan bongkar-pasang para pejabat di perusahaan pelat merah. Sejumlah politisi, perwira aktif TNI/ Polri, serta milineal turut didapuk menjadi duduk di jajaran direksi dan komisaris BUMN.

(Baca: Resep Menteri Erick Sehatkan BUMN)

(Baca: Ombudsman Ungkap 397 Komisaris BUMN Rangkap Jabatan, ASN hingga TNI)

Para politisi rata-rata berasal dari partai pendukung Joko Widodo. Beberapa di antaranya seperti PDIP, Hanura, dan Nasdem. Banyak dari mereka menduduki kursi komisaris dan manajemen di sejumlah perusahaan BUMN. Sebut saja Arif Budimanta dari PDIP yang menjadi komisaris di Bank Mandiri, serta Zulnahar Usman yang berasal dari Hanura.

(Baca: Ragam Kasus Membelit Lima BUMN Besar)

Pengangkatan para politisi di tubuh BUMN menimbulkan polemik di banyak kalangan. Hal ini terkait dengan kompetensi dan rekam jejak masing-masing. “Pengalaman dan kredibilitas penting untuk membuat BUMN jauh dari kepentingan (pribadi atau golongan),” kata ekonom Institute Development of Economics and Finance (INDEF) Abrar PG Talattov.

(Baca: Dana Jumbo untuk BUMN di Tengah Pandemi)

Tak hanya politisi, Erick Thohir juga mengangkat sejumlah petinggi TNI/Polri menjadi komisaris. Selain itu, terdapat tiga anak muda berusia 33 tahun yang menduduki posisi komisaris dan direktur. Salah satunya M. Fajrin Rasyid sebagai Direktur Bisnis Digital Telkom. Dulunya ia turut mendirikan dan menjadi Presiden Bukalapak.