Green Data Center: Pilar Dekarbonisasi Telkom Menuju Net Zero Emission
Upaya mencapai Net Zero Emission (NZE) tidak hanya bergantung pada pemanfaatan energi terbarukan, tetapi juga transformasi infrastruktur digital yang lebih efisien.
Hal ini diwujudkan Telkom melalui pengembangan green data center di Batam sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi perusahaan.
Data center merupakan salah satu infrastruktur dengan konsumsi listrik terbesar, sehingga menjadi prioritas dalam peta jalan pengurangan emisi Telkom.
Perusahaan menargetkan penurunan emisi Scope 1 dan Scope 2 sebesar 20 persen pada 2030, meningkat menjadi 40 persen pada 2040, hingga 70 persen pada 2050, sebelum mencapai target Net Zero Emission pada 2060.
Target tersebut didukung oleh efisiensi energi sebesar 10 persen melalui penerapan AI, teknologi liquid cooling, modernisasi peralatan, dan outdoorization, serta pemasangan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas lebih dari 14 MWp pada 2030.
Selain itu, penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) juga terus ditingkatkan. Telkom menargetkan lebih dari separuh data center menggunakan listrik berbasis EBT pada 2040 dan meningkat menjadi lebih dari 60 persen pada 2050.
Strategi dekarbonisasi tersebut dijalankan melalui enam pilar utama, yaitu penghematan energi dan modernisasi peralatan, elektrifikasi, pemanfaatan energi terbarukan beserta penyimpanan energi, penggunaan Renewable Energy Certificate (REC) dan Power Purchase Agreement (PPA), carbon offset, serta dukungan kebijakan pemerintah.
Sebagai implementasi nyata roadmap tersebut, green data center Telkom di Batam dirancang dengan kapasitas 100 MW IT Load, memiliki Power Usage Effectiveness (PUE) 1,4, serta terintegrasi dengan pembangkit listrik tenaga surya.
