11 Makanan Khas Jawa Barat untuk Dinikmati

Makanan khas Jawa Barat memiliki dominan rasa gurih, asin, dan asam yang menyegarkan. Makanan ini mudah ditemui di warung hingga restoran.
Image title
9 September 2021, 19:15
Hidangan Nasi Timbel merupakan makanan khas Jawa Barat
tasteatlas.com
Hidangan Nasi Timbel merupakan makanan khas Jawa Barat

Jawa Barat merupakan provinsi di Indonesia yang memiliki keragaman nilai, tradisi dan budaya. Provinsi ini merupakan salah satu kota tujuan wisata di Indonesia. Dengan alam yang indah, tempat belanja beragam, dan aneka kuliner, Jawa Barat memiliki daya pikat tersendiri.

Keanekaragaman makanan khas Jawa Barat tak lepas dari dinamis masyarakat Sunda yang mendominasi wilayah tersebut. Makanan khas ini berkembang dan diperkenalkan dalam masyarakat secara turun-temurun.

Berbagai olahan kuliner Jawa Barat memiliki ciri khas rasa gurih, asin, asam, manis, dan pedas. Banyak makanan khas Jawa Barat yang menjadi ikon wisata dan menonjolkan citra Jawa Barat. Berikut ini variasi makanan khas Jawa Barat yang dapat dinikmati.

1. Karedok

Karedok adalah makanan khas Jawa Barat berisikan macam-macam sayuran. Hidangan sederhana dan sehat ini menggunakan bahan-bahan segar dan mentah, yang diiris dan disajikan dengan saus kacang tradisional.

Advertisement

Sayuran yang umum ada pada karedok yakni mentimun, kol, kacang hijau, kemangi Thailand, taoge, dan terong, namun sayuran lain juga bisa digunakan. Sausnya dibuat dengan menggiling kacang goreng bersama garam, gula aren, dan cabai.

Rasa saus karedok bisa disesuaikan dengan bahan lain seperti terasi atau bawang putih. Karena penggunaan bumbu kacang, karedok sering dibandingkan dengan makanan khas Indonesia lainnya, gado-gado. Tetapi, kedua makanan tersebut berbeda dari penggunaan bahan bakunya.

Di Indonesia, karedok dapat ditemukan di warung makan, food court, dan restoran. Bagi masyarakat Sunda, karedok merupakan hidangan sehari-hari yang disajikan bersama dengan nasi, tahu, tempe dan kerupuk udang.

2. Nasi Timbel

Nasi timbel adalah hidangan tradisional khas Jawa Barat. Olahan sederhana ini terbuat dari nasi yang dibungkus daun pisang, lalu dikukus hingga empuk. Nasi timbel jarang dimakan sendiri, biasanya disajikan dengan berbagai lauk, seperti ayam goreng, ikan goreng, tahu, tempe, sayuran, sup, atau sambal.

Panasnya nasi yang disajikan dengan daun pisang menghasilkan aroma khas. Nasi timbel dibuat dengan cara mirip membuat lontong, yaitu dipadatkan, digulung, dan dibungkus dengan daun pisang.

Nasi timbel merupakan menu masakan Sunda lengkap karena mengandung sayuran mentah hingga saus terasi. Terkadang, nasi timbel dibakar hingga aroma daun pisang semakin kuat dan menciptakan sensasi tersendiri.

3. Batagor

Salah satu jajanan khas Jawa Barat adalah batagor yang merupakan akronim dari bakso, tahu goreng. Makanan ini terdiri dari pangsit ikan goreng yang disajikan dengan saus pedas tradisional. Ikan yang paling umum digunakan untuk membuat hidangan ini adalah ikan tenggiri. Namun tidak jarang juga yang menggunakan ikan tuna, makarel, dan udang.

Batagor adalah camilan praktis dengan penyajian ringkas. Saat digoreng, pangsit dipotong kecil-kecil dan dilumuri saus kacang, kecap, dan cabai dengan perasan air jeruk nipis. Batagor juga dilengkapi dengan potongan mentimun.

Selain digoreng, sebagian penjual batagor juga menawarkan varian berbeda yakni batagor kuah. Menu satu ini disajikan dalam kaldu bening yang berasal dari rebusan kaldu ayam. Bumbu lain yang ditambahkan ke dalam kuah seperti merica, gula, garam, daun bawang, dan seledri. Untuk menambah rasa, saus cabai, saus tomat, dan jeruk nipis juga bisa ditambahkan.

4. Cilok

Makanan khas Jawa Barat ini terdiri dari bola-bola kenyal yang berbahan dasar tepung tapioka, ditambahkan udang kering, bawang putih, dan daun bawang. Cilok adalah singkatan dari aci dicolok. Aci adalah nama lain dari tepung tapioka. Ukuran cilok mungkin berbeda-beda, tetapi umumnya camilan satu ini seukuran dengan bakso.

Bola cilok direbus sampai matang atau digoreng dalam rendaman minyak, kemudian disajikan dengan saus kacang, kecap manis, sambal, saus sambal botol, atau bahkan dalam sup. Cilok biasanya dijual pedagang kaki lima dan disajikan dengan tusuk sate atau lidi. Hidangan ini merupakan jajanan populer di kalangan anak sekolah Indonesia

5. Empal Gentong

Empal Gentong
Empal Gentong (bagusardian16/instagram)

 

Empal gentong adalah makanan khas Jawa Barat, tepatnya dari Cirebon. Sup ini dimasak dalam pot yang terbuat dari tanah liat. Bahan-bahan empal gentong merupakan kombinasi daging sapi, bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, pala, santan, kecap manis, cengkeh, serai, dan daun jeruk purut.

Ada banyak variasi empal gentong sehingga versi lain akan memiliki isian berbeda. Cara pembuatan empal gentong diawali dengan daging yang direbus hingga daging menjadi empuk dan mulai hancur. Sebelum disajikan, empal gentong dihiasi dengan daun bawang (kuchai) sehingga memberikan rasa tambahan pada empal gentong. 

6. Kupat Tahu

Kupat tahu adalah makanan khas Jawa Barat yang terdiri dari ketupat (sejenis kue beras) dan tahu dengan bumbu kacang. Bahan-bahan tambahan meliputi tahu, taoge, cabai, kacang tanah, bawang putih, gula merah, air, dan kecap manis.

Dalam pembuatan ketupat, tahu digoreng hingga berwarna kuning keemasan, taoge direbus, sedangkan kacangnya digoreng. Kemudian, semua bahan dicampur dengan bawang putih, cabai, gula merah dan air untuk membuat saus kacang.

Kupat tahu disajikan dengan saus kacang dan kecap manis, agar semakin sedap bisa juga diambahkan perasan jeruk nipis dan ditaburi kerupuk udang. Hidangan ini umumnya disajikan untuk sarapan.

7. Rujak Cuka

Rujak cuka adalah makanan khas Jawa Barat lainnya. Rujak jenis ini dibuat dengan bahan utama buah-buahan seperti mangga dan nanas mentah, serta sayuran seperti kol, taoge, bengkuang, dan mentimun.

Bahan-bahannya diparut terlebih dahulu sebelum dipadukan dengan saus asam. Rasa rujak cuka didominasi asam yang menyegarkan, di mana saus rujak dibuat dari cuka, gula aren, dan cabai.

8. Pepes Tahu

Pepes tahu terdiri dari tahu dibumbui dan dikukus yang dimasak dalam daun pisang. Bahan-bahannya meliputi tahu, paprika, daun bawang, dan bumbu terasi yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, gula, garam, dan cabai rawit.

Dalam pembuatannya, tahu ditiriskan dan dihaluskan, lalu dipadukan dengan sambal terasi, paprika, dan daun bawang. Perpaduan tersebut dibungkus dengan daun pisang, kemudian dikukus dan disajikan selagi masih hangat dengan nasi. Sebagai alternatif, pepes tahu dapat dipanggang.

9. Nasi Tutug Oncom

Nasi Tutug Oncom
Nasi Tutug Oncom ( indonesia.go.id)

 

Nasi tutug oncom atau kadang hanya disebut tutug oncom, adalah makanan khas Jawa Barat yang terbuat dari nasi dicampur dengan kacang oncom yang difermentasi. Hidangan ini berasal dari Tasikmalaya.

Kata tutug dalam bahasa Sunda berarti "dihaluskan" atau "dicampur". Oleh sebab itu, namanya menggambarkan hidangan nasi yang dicampur dengan oncom tumbuk. Biasanya hidangan ini dibungkus dengan daun pisang dan disajikan dengan berbagai lauk pauk.

Nasi tutug oncom merupakan makanan khas Jawa Barat yang cukup populer di sebagian besar kota, khususnya Bandung dan Tasikmalaya, juga di wilayah Jabodetabek.

10. Nasi Jamblang

Nasi jamblang, atau biasa disebut Sega Jamblang oleh orang asli Cirebon, adalah makanan khas Jawa Barat yang berasal dari salah satu desa di Cirebon yakni Desa Jamblang, karena itulah makanan ini disebut nasi jamblang.

Nasi jamblang adalah salah satu makanan khas Cirebon yang awalnya disajikan untuk para pekerja paksa yang membangun Jalan Pos Besar dari Anyer hingga Panarukan, melewati Kabupaten Cirebon pada zaman pemerintahan Belanda.

Uniknya, nasi jamblang dibungkus dengan daun jati. Nasi jamblang biasanya dilengkapi dengan lauk pauk yang disajikan secara prasmanan seperti telur dadar, sambal goreng, tahu, tempe, semur tahu, paru-paru sapi, ayam, perkedel, sate kentang, telur puyuh, semur hati, telur goreng, semur ikan, dan masih banyak lagi.

11. Growolan

Growolan adalah makanan khas Cirebon yang terbuat dari olahan gaplek (singkong yang sudah dihaluskan lalu dijemur hingga kering) dan parutan kelapa. Kata growolan sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti gumpalan atau kumpulan.

Cara membuat growolan berawal dari gaplek yang telah dijemur dan dicuci bersih lalu dikukus. Setelah matang, gaplek dibiarkan hingga dingin sambil terus diaduk agar tidak menggumpal. Kemudian gaplek dicampur dengan parutan kelapa yang sudah diberi sedikit garam.

Growolan memiliki tekstur agak kasar dengan warna kecokelatan dari proses penjemuran gaplek. Seperti makanan tradisional pada umumnya, growolan disajikan dengan wadah daun pisang yang dibentuk seperti mangkok.

Rasa growolan cukup gurih namun biasanya penjual menyediakan gula merah atau gula aren yang sudah dicairkan untuk menambah rasa manis sehingga growolan menjadi lebih sedap untuk disantap.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait