Sandiaga Sebut Bali Siap Uji Coba Buka untuk Turis Asing Bulan Depan

Sandiaga Uno menilai kesiapan industri sektor pariwisata Bali sudah semakin baik. Kepatuhan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19 juga meningkat.
Image title
26 September 2021, 10:14
Bali, Sandiaga Uno, Pariwisata, covid-19, kemenparekraf
Kemenparekraf
Pemerintah terus mematangkan rencana pembukaan Bali untuk wisman

Sektor pariwisata Bali tengah disiapkan kembali untuk dibuka bagi wisatawan mancanegara. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan saat ini kondisi  Bali sudah siap untuk melakukan uji coba pembukaan sektor pariwisata bulan depan.

"Jadi Bali is ready. Kita akan diskusikan, kita akan evaluasikan minggu depan dan mudah-mudahan jika semua keadaan kondusif, kalau tidak ada aral melintang kita uji cobakan pada bulan depan," ujar  Sandiaga di kawasan Seminyak, Bali, Sabtu  (25/9).

Berdasarkan kunjungannya ke Bali pada 24-25 September 2021, Sandiaga Uno menilai kesiapan industri, khususnya industri sektor pariwisata sudah semakin baik. Selain itu, kepatuhan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona yang meningkat, disertai kondisi Covid-19 di Bali yang terkendali.

"Ini yang membuat kami semakin optimistis, minggu depan saat rapat koordinasi kami bisa memberikan masukan-masukan agar pembukaan Bali kembali kita uji cobakan pada bulan Oktober," katanya.

Kemenparekraf juga berencana mengajukan Bali sebagai pulau yang seluruh wilayahnya dapat dibuka untuk sektor pariwisata bagi wisatawan mancanegara.

"Tapi tentunya jika keadaan belum memungkinkan kami konsepkan tiga green zone atau zona hijau di Sanur, Ubud, dan Nusa Dua. Itu yang akan kami persiapkan secara matang, penuh kehati-hatian, dan kewaspadaan," ujar Sandiaga.

Menparekraf menjelaskan, pihaknya menginginkan Bali memiliki program peningkatan kemampuan pelaku pariwisata berupa upskilling dan reskilling. Tujuannya, agar pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki komitmen serta pengetahuan untuk melakukan kegiatan pariwisata dengan Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE)

"Nantinya, kepatuhan terhadap protokol kesehatan selalu ada yang mengingatkan, mungkin juga mengintegrasikan Pecalang (petugas keamanan adat Bali) ke dalam monitoring dan evaluasi CHSE ini," ujarnya.

Dalam dua hari kunjungannya di Pulau Dewata, Sandiaga juga melakukan sejumlah kegiatan. Beberapa di antaranya rapat rencana persiapan pembukaan Bali, mengunjungi Desa Wisata Tenganan Pegringsingan di Karangasem dan Desa wisata Carangsari di wilayah Badung serta mengunjungi Tuksedo Studio di Gianyar.

Selain itu, dia juga menghadiri kegiatan Pengembangan KaTa Kreatif Indonesia Workshop Pelaku Ekonomi Kreatif di Gianyar, meninjau Pameran Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 Bali, dan menyerahkan sertifikat CHSE bagi pelaku usaha pariwisata di Bali.

Sementara itu, kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah 2.137 atas pemeriksaan terhadap 181.861 orang per Sabtu (25/9). Jumlah pasien meninggal 123 jiwa dan merupakan yang terendah sejak Mei (23/5).

Total kasus positif Covid-19 di Tanah Air mencapai 4,2 juta, di mana jumlah kasus aktif 44.071. Rasio positif atau positivity rate harian tercatat 1,18%. Jika memperhitungkan tes NAAT (RT-PCR dan TCM) maka rasio positif harian menjadi 4,06%.

Sejumlah kawasan wisata di Indonesia sudah mulai beroperasi, seiring penurunan level pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Ini dikhawatirkan menimbulkan fenomena revenge travel atau wisata balas dendam, atau orang-orang yang sangat bepergian setelah berdiam diri di rumah untuk waktu yang lama.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban, tren itu bisa menggagalkan usaha membasmi pandemi corona. Zubairi menyimpulkan hal itu sebagai fenomena revenge travel di masa penurunan kasus Covid-19.

"Revenge travel benar-benar sedang terjadi dan bisa lebih besar lagi gelombangnya. Ini harus diwaspadai. Sebab, SARS-CoV-2 belum ke mana-mana. Jangan sampai tren itu membatalkan kemajuan situasi pandemi saat ini. Semoga kita bisa becermin atas keadaan suram pada Juni dan Juli," kata dia melalui akun Twitter

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait