Kasus Covid-19 Tambah 2.881, Kenaikan Terbanyak di Jawa - Bali

Tambahan pasien Covid-19 terbanyak di Provinsi Jawa Tengah yaitu sebanyak 333 orang.
Image title
23 September 2021, 18:10
covid-19, jakarta, PPKM, Jawa-Bali
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Calon penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter berdiri menunggu di peron Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (13/9/2021).

Data dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menunjukkan penambahan 2.881 kasus Covid-19 pada Kamis (23/9). Tambahan tersebut membuat jumlah total infeksi virus corona di Indonesia menjadi 4.201.559.

Jumlah tambahan kasus Covid-19 dalam 24 jam terakhir paling banyak masih disumbang kawasan di Jawa-Bali. Kawasan yang paling banyak tambahan kasusnya yakni Jawa Tengah sebanyak 333, disusul dengan Jawa Barat 243. Sedangkan, Jawa Timur bertambah 220 kasus, DKI Jakarta 165, dan Bali 138.

Secara prosentase kenaikan tambahan kasus Covid-19 paling banyak dari Kalimantan Utara, yaitu naik 327% atau bertambah 77 kasus dibandingkan hari sebelumnya. Kemudian, Sumatera Barat bertambah 87 kasus atau naik 171,9% dibandingkan kemarin. Selain itu, kenaikan kasus tertinggi terjadi di Papua Barat, yaitu naik 153,8% atau bertambah 33 kasus.

Adapun jumlah orang meninggal akibat Covid-19 yang tercatat dalam 24 jam terakhir sebanyak 160 orang. Sehingga jumlah kematian akibat virus corona di Indonesia mencapai 141.114 kasus terhitung sejak awal pandemi.

Aceh merupakan daerah penyumbang terbesar angka kematian sebanyak 23 jiwa, disusul dengan Jawa Timur 22 jiwa, serta Jawa Tengah dan Bali masing-masing 16 jiwa.

Tambahan kasus hari ini dengan pemeriksaan terhadap 173.914 orang, sehingga rasio positif atau positivity rate harian tercatat 1,66%. Jika memperhitungkan tes NAAT (RT-PCR dan TCM) maka rasio positif harian menjadi 5,68%.

Seiring pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), mobilitas masyarakat meningkat. Berdasarkan data Google Mobility Report pada 18 September, mobiltas warga Jakarta sudah mengalami peningkatan signifikan dibandingkan awal Juli saat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Mobilitas di tempat kerja bahkan sudah mendekati ke periode pertengahan Juni saaat Indonesia belum memasuki gelombang II.

Berdasarkan data Google Mobility Report terbaru, mobilitas di tempat kerja berada di level -18% dari dasar pengukuran. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pada awal Juli hingga pertengahan Agustus yang berada di kisaran -50% bahkan mendekati -60%. Di mana pada saat itu, Indonesia memberlakukan PPKM Darurat yang kemudian berganti menjadi PPKM Level 4.

Data Google Mobility Report menunjukkan perubahan kunjungan ke berbagai tempat, seperti toko bahan makanan dan taman, di setiap wilayah geografis.

Dasar pengukuran yang dilakukan Google untuk menentukan naik turunnya mobilitas adalah data nilai median periode 3 Januari - 6 Februari 2020 atau sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia.

Reporter: Rizky Alika
Editor: Yuliawati

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait