Investor di Jawa Kuasai Pasar Modal, Aset Tembus Rp3.468 Triliun

Patricia Yashinta Desy Abigail
28 November 2022, 06:10
KSEI
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.
Investor memantau perdagangan saham melalui gawainya di Jakarta, Jumat (13/11/2020).

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyampaikan pertumbuhan penyebaran investor di Indonesia mencatatkan kenaikan. Direktur Utama KSEI, Uriep Budhi Prasetyo mengatakan tren pertumbuhan di Pulau Jawa menurun dibandingkan posisi tahun lalu.

"Pertumbuhan penyebaran investor di Indonesia ini karena kemudahan pembukaan rekening dan sosialisasi yang diberikan,"kata Uriep di Bandung, Sabtu (27/11).

Dia memaparkan Investor di Pulau Jawa tumbuh 69,18% hingga 18 November 2022. Padahal di akhir tahun lalu pertumbuhannya 69,83%. Sedangkan pertumbuhan aset mencapai 95,49% atau Rp 3.468,43 triliun hingga 18 November 2022. Namun jika dibandingkan dengan Desember 2021, aset tercatat Rp 3.162,93 triliun. 

Sementara, Pulau Sumatera berada di posisi kedua tertinggi pertumbuhan investornya yaitu 16,80%. Pada pertumbuhan akhir tahun lalu hanya 16,55%. Adapun dari sisi aset tercatat Rp 82,29 triliun atau bertumbuh 2,27%. Pada bulan Desember tahun lalu aset hanya bertumbuh 1,87% dengan total Rp 61,21 miliar.

Adapun, Pulau Kalimantan pertumbuhan investor tercatat 5,47% hingga 18 November 2022 dibandingkan periode tahun lalu yaitu 5,39%. Aset tumbuh 1,6% menjadi Rp 58,12 triliun. Aset dibanding posisi Desember 2021 dengat aset tarcatat Rp 29,95 triliun dengan pertumbuhan 0,92%.

Lalu, pertumbuhan investor di Sulawesi  mencapai 4,19% hingga 18 November 2022. Pertumbuhan ini naik jika dibandingkan pertumbuhan tahun lalu sebesar 3,94%. Untuk asetnya hingga 18 November 2022 tercatat sebesar Rp 9,38 triliun  dengan pertumbuhan 0,26%. Sementara aset per Desember 2021 tercatat sebesar Rp 8,03 triliun dengan pertumbuhan 0,25%

Di Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat pertumbuhan investor naik 3,34% per 18 November 2022. Angka pertumbuhan ini meningkat dibandingkan pertumbuhan investor per Desember 2021, 3,33%. Sementara aset hingga 18 November 2022 yakni sebesar Rp 10,46 triliun dengan pertumbuhan 0,29%. Dibandingkan aset per Desember 2021 sebesar Rp 7,86 triliun dengan pertumbuhan 0,24%.

Pertumbuhan investor di Maluku dan Papua yakni 1,02% hingga 18 November 2022 dibandingkan pertumbuhan akhir tahun lalu sebesar 0,95%. Adapun, aset hingga 18 November 2022 tercatat Rp 3,44 triliun yang 0,09%. Dibandingkan pertumbuhan di bulan Desember 2021 yaitu 0,08% atau sebesar Rp 2,48 triliun. 

Adapun, berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), pertumbuhan jumlah penanam modal yang tembus 10 juta investor. Jumlah penanam modal nasional saat ini jauh lebih besar dibanding lima tahun lalu yang tercatat hanya sekitar 1,2 juta. Sementara, jumlah investor Indonesia sudah 70% dan 30% investor asing. Dibandingkan dengan lima tahun lalu, penanam modal asing mencapai 70%.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait