22 Perusahaan Masuk Agenda IPO Tahun Ini, Belum Ada Unicorn dan BUMN

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan ada 22 perusahaan berencana IPO di pasar modal. Belum ada perusahaan unicorn atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tercantum di pipeline.
Image title
Oleh Lavinda
29 April 2021, 19:38
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan ada 22 perusahaan berencana IPO di pasar modal. Belum ada perusahaan unicorn atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tercantum di pipeline.
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Karyawan melintas di bawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan, sampai 28 April 2021, terdapat 22 perusahaan yang mengajukan rencana pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) di pasar modal. Belum ada perusahaan unicorn atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tercantum di pipeline.

"Saat ini 22 perusahaan masih menjalani proses evaluasi BEI. Terdapat satu calon perusahaan yang diperkirakan melantai di bursa pada Mei 2021," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setya dalam pesan singkat, Kamis (29/4).

Berdasarkan klasifikasi aset perusahaan dalam pipeline, terdapat enam perusahaan berskala kecil atau memiliki aset dibawah Rp 50 Miliar, dan 10 perusahaan berskala menengah dengan aset antara Rp 50 Miliar sampai Rp 250 Miliar. Sisanya, enam perusahaan berskala besar dengan aset di atas Rp 250 Miliar.

"Dari seluruh pipeline IPO saham yang telah disampaikan, belum ada perusahaan yang merupakan unicorn, BUMN  dan entitas anak," kata pria yang akrab disapa Nyoman ini.

Berdasarkan rincian sektornya, tercatat sebanyak dua perusahaan dari sektor teknologi, satu perusahaan dari sektor transportasi dan logistik, satu perusahaan dari sektor kesehatan, tiga perusahaan dari sektor konsumen non-primer, dan enam perusahaan dari sektor konsumen primer.

Selain itu, dua perusahaan dari sektor properti dan real estate, dua perusahaan berasal dari sektor industri dasar, dua perusahaan dari sektor industri, dua perusahaan dari sektor energi, dan satu perusahaan dari sektor finansial.

Enam calon emiten yang termasuk dalam kategori perusahaan besar masing-masing berasal dari sektor properti dan real estate, sektor finansial, sektor kesehatan, sektor energi, sektor konsumen primer, dan sektor konsumen non-primer.

Sebelumnya, terdapat 11 perusahaan yang IPO pada kuartal I 2021. Nilai emisi dari IPO itu mencapai Rp 3 triliun atau naik 11% dari perolehan dana IPO periode yang sama tahun lalu Rp 2,7 triliun.

Informasi ini sekaligus memupuskan penantian investor akan kehadiran unicorn di lantai bursa. Sebelumnya, penggabungan usaha dua startup yang kini menjelma menjadi perusahaan raksasa, Gojek Indonesia dan Tokopedia, dikabarkan sudah dalam tahap akhir. Manajemen dan pimpinan kedua perusahaan sudah setuju dengan rencana tersebut.

Kedua perusahaan telah menandatangani kesepakatan jual beli saham bersyarat atau conditional sales and purchase agreement (CSPA). Berdasarkan perjanjian tersebut, Gojek menggenggam 60% saham entitas gabungan, sedangkan Tokopedia memiliki sisanya sebesar 40%.

Sumber The Information menyebut gabungan kedua startup raksasa itu akan bernama GoTo. Nantinya, perusahaan akan menjalankan beberapa bisnis inti, yakni menyediakan layanan berbagi tumpangan (ride hailing), e-commerce, pengiriman makanan, pembayaran, dan logistik.

Gojek dan Tokopedia juga dikabarkan telah membahas berbagai skenario penambahan modal melalui IPO di bursa saham pada semester II 2021. Reuters mengungkap, perseroan juga akan mencatatkan saham di bursa Amerika Serikat (AS) pada 2022.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait