Ini Jawaban Bukalapak Soal Peluang IPO di Bursa Amerika Serikat

Bukalapak baru memulai roadshow penawaran saham perdana di bursa nasional kepada calon investor, termasuk investor di mancanegara.
Image title
9 Juli 2021, 18:15
PT Bukalapak.com berencana mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Agustus 2021.
ANTARA FOTO/REUTERS/Brendan McDermid/WSJ/dj
Brendan McDermid/WSJ/ Fasad depan gedung Pasar Bursa Saham New York (NYSE) terlihat di Kota New York, Amerika Serikat, Senin (29/3/2021).

PT Bukalapak.com berencana mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Agustus 2021. Di tengah rencana tersebut, bagaimana peluang IPO Bukalapak di bursa negara lain, seperti Amerika Serikat (AS)?

Chief Executive Officer Bukalapak Rachmat Kaimudin menanggapi soal peluang tersebut. Menurut dia, unicorn perdagangan elektronik (e-commerce) tersebut sedang fokus pada pencatatan perdana di Indonesia.

"Peluang Bukalapak listing di Bursa AS? Saat ini fokus untuk listing di Bursa Efek Indonesia," katanya dalam konferensi pers, Jumat (9/7).

Saat ini, Bukalapak baru memulai roadshow penawaran saham perdana di bursa nasional kepada calon investor, termasuk investor di mancanegara. Proses bookbuilding masih berlangsung, sehingga ia tak dapat memastikan bahwa ada investor asing besar yang siap menyerap IPO Bukalapak. "Kami optimis akan mendapatkan demand (permintaan), baik dari luar maupun dalam negeri," katanya.

Seperti diketahui, rencana IPO Bukalapak akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah BEI dan menjadi startup berstatus unicorn pertama yang melantai di Bursa. Bukalapak berencana menjual 25,76 miliar saham ke publik atau setara 25% dari total saham, dengan target perolehan dana hingga Rp 21,9 triliun.

Dalam prospektus ringkas yang dipublikasikan Jumat pagi ini (9/7), Bukalapak menawarkan saham kepada masyarakat dengan harga berkisar antara Rp 750 sampai Rp 850 per saham. Alhasil, perusahaan berpotensi meraup dana maksimal hingga Rp 21,9 triliun dan bakal menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah di Indonesia.

Dana yang berhasil diraup tersebut sekitar 66% akan digunakan untuk keperluan modal kerja. Sisanya digunakan untuk modal kerja entitas anak, yaitu sekitar 15% dialokasikan kepada PT Buka Mitra Indonesia dan sekitar 15% untuk PT buka Usaha Indonesia.

Lalu sekitar 1% untuk PT Buka Investasi Bersama, sekitar 1% untuk PT Buka Pengadaan Indonesia, sekitar 1% untuk Bukalapak Pte. Ltd, dan 1% untuk PT Five Jack.

Masa penawaran awal rencananya pada 9 Juli sampai 19 Juli 2021. Lalu, masa penawaran umum perdana saham dijadwalkan pada 28 Juli sampai 30 Juli 2021. Jika berjalan mulus maka pencatatan saham perdana Bukalapak di Bursa Efek Indonesia direncanakan pada 6 Agustus mendatang.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait