Suntik Rp 439 Miliar, Kredivo Jadi Pengendali Baru Bank Bisnis

Nilai transaksi yang dilakukan Kredivo Rp 908 per saham, atau jauh di bawah harga saham Bank Bisnis Internasional di pasar reguler, yakni Rp 5.900.
Image title
21 Oktober 2021, 15:38
Kredivo, Akuisisi, Perbankan, Bank Bisnis Internasional
Katadata/Kredivo
Kredivo, Kredivo IPO, Fintech Kredivo

PT Finaccel Teknologi Indonesia, perusahaan pembiayaan dengan merek Kredivo, resmi menjadi pengendali PT Bank Bisnis Internasional Tbk (BBSI). Status pengendali tersemat setelah Kredivo membeli saham dari pemilik lama senilai Rp 439,69 miliar pada transaksi 15 Oktober 2021.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Kredivo sebelumnya hanya memiliki 726,36 juta unit saham atau setara 24% saham Bank Bisnis Internasional. Kredivo membeli 484,24 juta unit atau setara 16% saham Bank Bisnis Internasional dengan harga Rp 908 per saham. Artinya, Kredivo menggelontorkan dana sekitar Rp 439,69 miliar.

Setelah transaksi tersebut dilakukan, Kredivo kini memiliki 1,21 miliar unit saham Bank Bisnis Internasional. Jumlah tersebut setara dengan 40% kepemilikan langsung. Unicorn sektor pembiayaan digital mengaku membeli saham Bank Bisnis dengan tujuan untuk investasi.

Harga transaksi yang dilakukan oleh Kredivo jauh di bawah harga saham Bank Bisnis Internasional di pasar reguler Bursa Efek Indonesia. Pada 15 Oktober 2021, saham Bank Bisnis Internasional ditutup pada harga Rp 5.900 per saham.

Advertisement

Sementara itu, sejumlah pemegang saham lain diketahui menjual saham Bank Bisnis Internasional. Seperti PT Sun Land Investama yang sebelumnya memiliki 598,06 juta unit saham atau setara 19,76%. Setelah menjual 198,56 juta unit saham dan kantongi dana Rp 180,29 miliar, kini tersisa 399,5 juta unit saham atau 13,2%.

Pemilik lainnya, PT Sun Antamusa Investment sebelumnya punya 452,15 juta saham atau 14,94%. Perusahaan melepas 134,31 juta saham dan mengantongi Rp 121,96 miliar dari penjualan tersebut. Alhasil, kini Sun Antamusa Investment punya 317,83 juta saham atau 10,5% saja.

Pemilik atas nama Sundjono Suriadi yang sebelumnya punya 756,66 juta unit saham atau setara 25% saham Bank Bisnis Internasional juga menjual kepemilikannya. Ia menjual 151,35 juta saham dan mengantongi Rp 137,43 miliar. Kini kepemilikannya tersisa 605,3 juta atau 20%.

Sementara itu, saham Bank Bisnis Internasional dimiliki oleh publik sebanyak 493,27 juta unit saham atau setara 16,3%. Tidak ada perubahan porsi kepemilikan saham publik setelah Kredivo menjadi pengendali.

Perubahan pengendali ini terjadi tepat sebelum pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu alias rights issue yang ditargetkan dapat tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 18 November 2021. Rencana ini sudah disetujui oleh pemegang saham pada 27 Agustus 2021.

Pemegang saham menyetujui rencana peningkatan modal ditempatkan dan disetor sebanyak-banyaknya 434,78 juta saham atau sebanyak-banyaknya 12,56% dengan nominal Rp 100. Meski begitu, perusahaan belum menetapkan harga pelaksanaan sehingga target dana yang terkumpul belum ditetapkan.

Dalam prospektus yang diterbitkan pada 10 September 2021, belum ada komitmen pelaksanaan hak oleh pemegang saham. Jika pemegang saham lama tidak melaksanakan haknya dalam rights issue ini, porsi kepemilikannya akan terdilusi 12,56%.

Salah satu tujuan dari rights issue ini untuk memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait modal inti Rp 2 triliun tahun ini dan Rp 3 triliun tahun depan. Per Juni 2021, modal inti Bank Bisnis Internasional baru Rp 1,04 triliun.

Selain itu, dana yang diperoleh juga akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka pemberian kredit kepada nasabah yang akan direalisasikan secara bertahap dan untuk keperluan operasional Perseroan lainnya.

Pemberian kredit kepada nasabah merupakan pelaksanaan kegiatan usaha yang dijalankan dalam rangka menghasilkan pendapatan usaha dan dijalankan secara rutin, berulang, dan berkelanjutan.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait