Emiten Menara Grup Djarum Bagikan Dividen Interim Rp 6 per Saham

Total saham Sarana Menara Nusantara yang beredar di pasar hingga 31 Oktober mencapai 51 miliar saham. Adapun, jumlah pemegang saham emiten milik Grup Djarum ini tercatat sebanyak 31.780 orang.
Image title
7 Desember 2021, 13:28
Grup Djarum
ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Ilustrasi menara telekomunikasi

Pemegang saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk. akan memperoleh dividen interim senilai Rp 6 per saham pada 22 Desember mendatang. Total nilai dividen yang akan dibagikan emiten menara telekomunikasi milik Grup Djarum ini tercatat Rp 306 miliar.

Keputusan ini telah disepakati oleh dewan direksi yang disetujui dewan komisaris perusahaan pada 6 Desember 2021. Berdasarkan data RTI Infokom, total saham perusahaan yang beredar di pasar hingga 31 Oktober mencapai 51 miliar saham. Adapun, jumlah pemegang saham emiten berkode TOWR ini tercatat sebanyak 31.780 orang.

"Dividen interim akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan tanggal 17 Desember 2021 pukul 16.15 WIB," tulis direksi Sarana Menara dalam keterbukaan informasi di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/12).

Menurut jadwalnya, tanggal cum-dividen untuk perdagangan di pasar reguler dan pasar negosiasi adalah 15 Desember, sedangkan ex-dividen pada 16 Desember. Sementara itu, cum-dividen di pasar tunai pada 17 Desember dan ex-dividen pada 20 Desember.

Seperti diketahui, cum-dividen merupakan tanggal pembelian saham terakhir agar berhak mendapatkan dividen. Sementara itu, ex-dividen adalah hari pertama pemegang saham tidak berhak lagi mendapatkan dividen.

"Perseroan akan mencantumkan daftar pemegang saham hingga 17 Desember 2021 dan mulai melaksanakan pembayaran dividen pada 22 Desember 2021," ujar manajemen.

Berdasarkan data Stockbit, harga saham TOWR konsisten berada di zona hijau sejak Februari 2021. Harga TOWR menyentuh titik tertingginya di posisi Rp 1.590 pada 26 Juli 2021.

Secara tahun berjalan, harga TOWR kini naik 185 poin atau menguat 19,27% menjadi Rp 1.145 per saham dari posisi penutupan akhir 2020 di level Rp 960 per saham.

Namun demikian, selama tiga bulan terakhir, harga TOWR bergerak di zona merah dan turun 205 poin atau melemah 15,24% dari posisi Rp 1.345 per saham. Sementara itu, selama sebulan terakhir harga TOWR susut 60 poin atau melemah 5% dari level Rp 1.200 per saham.

Rasio harga saham terhadap laba atau price to earning (PE) TOWR sempat menyentuh titik tertingginya selama lima tahun terakhir pada 26 Juli 2021 sebanyak 26,11 kali. Saat ini, rasio PE TOWR adalah 17,09 kali atau lebih rendah dari realisasi penutupan 2020 di posisi 19,15 kali.

Berdasarkan laporan keuangan TOWR, pendapatan perseroan naik 9,21% secara tahunan hingga kuartal III 2021 menjadi Rp 6 triliun dari Rp 5,5 triliun. Sementara itu, beban pokok pendapatan turun tipis 1,68% menjadi Rp 1,6 triliun.

Alhasil, laba kotor naik 14% menjadi Rp 4,4 triliun dibandingkan capaian Januari-September 2020 senilai Rp 3,8 triliun. Penyusutan biaya keuangan sebesar 15,27% ke level Rp 794 miliar membuat laba bersih perseroan tumbuh 35,33% menjadi Rp 2,6 triliun. 

Reporter: Andi M. Arief
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait