Makin Agresif, BSI Beli Lahan dan Bangunan Rp 755 Miliar

Bank Syariah Indonesia (BSI) membeli aset tanah dan bangunan milik PT Anpa Internasional senilai Rp 755 miliar.
Patricia Yashinta Desy Abigail
21 September 2022, 12:19
BSI
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/tom.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi (kedua kiri) berfoto bersama Komisaris Utama BSI Adiwarman Azwar Karim (tengah), Wakil Komisaris Utama Muhammad Zainul Majdi (kedua kanan), Komisaris Independen Komaruddin Hidayat (kanan), dan Wakil Direktur Utama 1 Ngatari (kiri) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Syariah Indonesia Tbk (27/5/2022).

PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI makin agresif mengembangkan asetnya. Setelah melakukan merger tiga bank syariah, kini BSI membeli aset berupa tanah dan bangunan senilai Rp 755 miliar. Aset tersebut milik PT Anpa International. 

Senior Vice President Corporate Secretary mengatakan, tidak terdapat hubungan afiliasi antara penjual dan pembeli dalam transaksi tersebut. Emiten bank berkode BRIS itu juga menyampaikan sumber pendanaan untuk membeli aset tersebut berasal dari modal perusahaan. 

Dengan akuisisi lahan tersebut, perseroan akan memiliki tanah dan bangunan yang akan mendukung kegiatan perseroan. Transaksi ini tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha emiten. Kegiatan transaksi pembelian lahan tersebut yaitu pada 19 Agustus lalu. 

Berdasarkan laporan keuangan, perusahaan syariah milik negara ini telah memiliki total aset mencapai Rp 277 triliun per Juni 2022. Sementara itu, ekuitas perusahaan juga sudah mencapai Rp 26 triliun pada periode yang sama. BSI membukukan laba bersih hingga Rp 2,13 triliun, tumbuh 41,31% dari sebelumnya Rp 1,51 triliun secara tahunan atau year on year (yoy). 

Advertisement

Sebelumnya, Sekretaris Kementerian BUMN, Susyanto menargetkan bank syariah pelat merah, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) atau BSI, masuk ke dalam daftar 10 bank syariah terbesar di dunia. 

"BSI ini adalah bank syariah terbesar di Indonesia. Dengan menjadi bank syariah terbesar di Indonesia, BSI akan mempunyai peran penting dalam pembangunan perekonomian syariah Indonesia,” kata Susyanto dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dengan Kementerian BUMN, Selasa (20/9).

Direktur Utama BSI, Hery Gunadi menyampaikan hal senada. Dia juga mengaku memiliki mimpi yang sama, yakni BSI bisa menjadi salah satu dalam 10 besar bank syariah skala global. "BSI itu kalo dihitung saat ini berada di nomor 14 di dunia. Mimpinya di tahun 2025 akan bisa masuk menjadi salah satu dalam 10 besar bank syariah global, itu visi kami," kata Hery.

Seperti yang diketahui, BSI merupakan hasil penggabungan usaha atau merger dari tiga bank syariah milik Himpunan Bank Negara (Himbara). Ketiga bank yang dimaksud antara lain, PT BRI Syariah, PT Bank Mandiri Syariah, dan PT BNI Syaria

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait