Ambulans Listrik Pertama Pemprov DKI Jakarta: Bisa Tempuh 300Km
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerima bantuan ambulans listrik dari Yayasan Life After Mine (LINE) di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Rabu 8 Oktober 2025. Ini menjadi ambulans listrik pertama yang dimiliki oleh Pemprov DKI Jakarta.
Menurut Pramono Anung selaku Gubernur DKI Jakarta, ini merupakan kerja sama yang baik antara pemerintah dan swasta, khususnya dalam memberikan bantuan kesehatan pada masyarakat.
“Jadi, ini adalah ambulans listrik pertama yang akan dioperasikan oleh Pemerintah DKI Jakarta. Sehingga, secara khusus, Pak Mochammad Bihar, kami berterima kasih banget. Ini sebagai wujud kerja sama antara swasta dengan pemerintah bersinergi untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Pramono, dikutip dari Liputan6, Kamis 9 Oktober 2025.
Ambulans Ke-97 DKI Jakarta
Dengan adanya penambahan ambulan listrik ini, maka saat ini DKI Jakarta memiliki 97 ambulans advance yang siap melayani masyarakat. Pramono berpesan agar unit ambulans ini dirawat dengan baik.
“Saya berpesan supaya ini dirawat dengan baik. Ini menjadi model awal, karena kalau nanti memang secara signifikan beroperasi dengan baik, tentunya untuk selanjutnya kita akan memulai menggunakan ambulans listrik. Ini merupakan ambulans yang ke-97 yang dioperasikan oleh Pemerintah DKI Jakarta,” ucapnya.
Disamping itu, penggunaan ambulans listrik juga sejalan dengan komitmen pemerintah Jakarta yang bertransisi ke energi hijau, dan kota berketahanan iklim (climate-resilient city).
Ambulans listrik ini dapat membantu pemerintah dalam menciptakan udara Jakarta yang lebih bersih dan sehat.
Jarak Tempuh 300 Kilometer
Dipakai sebagai kendaraan operasional, tentunya menarik untuk mengetahui bagaimana kemampuan ambulans listrik yang dimiliki Pemprov DKI. Mengingat ini adalah kendaraan layanan kesehatan pertama yang menggunakan tenaga listrik.
Menurut keterangan Ketua Yayasan LINE, Mochammad Bihar, kendaraan listrik yang diberikan kepada Pemprov DKI tersebut mampu menempuh jarak hingga 300 kilometer dalam sekali pengisian daya.
“Dari sisi performa, ambulans ini memiliki daya tempuh hingga 300 kilometer dalam sekali pengisian daya. Proses pengisian daya didukung oleh fitur basis charging, mencapai 20-80 persen dalam waktu 80 menit, dan pengisian standar 220V 16A,” terangnya.
Ia juga menyebut bahwa penyerahan kendaraan ini bukan hanya sebagai bentuk kerja sama, tetapi juga memperluas dampak positif secara sosial.
“Penyerahan ambulans listrik ini bukan hanya simbol kerja sama, tapi juga komitmen kami untuk memperluas dampak sosial positif, bahwa transisi energi bersih juga bisa hadir di sektor pelayanan kesehatan,” imbuhnya.
Bihar berharap ambulans listrik ini menjadi aset bermanfaat bagi masyarakat Jakarta serta mendukung kegiatan layanan medis yang berkelanjutan. Dia meyakini bahwa kemajuan masyarakat tidak hanya dibangun melalui inovasi, tapi juga melalui kolaborasi.
Penggunaan ambulans listrik oleh Pemprov DKI tentunya bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Khususnya dalam memanfaatkan kendaraan listrik yang saat ini mulai umum beredar di Indonesia, serta mendukung adanya lingkungan yang lebih sehat dengan kendaraan ramah lingkungan.
