Kapan Puasa 2026? Simak Jadwalnya Supaya Bisa Mempersiapkan Diri

Izzul Millati
13 Januari 2026, 09:01
puasa 2026
https://unsplash.com/id/foto/teks-fj-p_oVIhYE
puasa 2026
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Jadwal Ramadhan 2026 mulai banyak dicari karena semakin banyak orang ingin mempersiapkan diri menyambut bulan suci yang semakin dekat. Banyak orang ingin tahu kapan puasa 2026 dimulai, sekaligus menghitung berapa minggu lagi menuju 1 Ramadan berdasarkan kalender resmi.

Penentuan awal Ramadan di Indonesia umumnya merujuk kombinasi metode hisab dan rukyat. Pemerintah menetapkan tanggal resmi melalui Sidang Isbat, sementara organisasi keagamaan menggunakan sistem rujukan masing-masing.

Kapan Puasa 2026?

niat puasa qadha ramadhan
kapan puasa 2026 (unsplash.com)

 

Puasa Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan berlangsung pada pertengahan Februari 2026. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang dirilis pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag), awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.  Dengan patokan yang sama, Idul Fitri 2026 diprediksi jatuh pada 21 Maret 2026.

Perlu dicatat, seluruh tanggal tersebut masih bersifat perkiraan kalender. Penetapan resmi awal Ramadhan dan Idul Fitri versi pemerintah tetap menunggu Sidang Isbat yang digelar menjelang awal bulan. 

Di sisi lain, Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan PP Muhammadiyah menempatkan 1 Ramadan 1447 H pada Rabu, 18 Februari 2026. Karena itu, pembahasan kapan puasa 2026 sering memuat dua kemungkinan tanggal yang berselisih satu hari. 

Kapan Puasa 2026 Versi Pemerintah

Secara kalender Kemenag, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Perkiraan ini sejalan dengan hitung mundur yang menempatkan awal puasa sekitar enam pekan sejak awal Januari 2026. 

Dalam Sidang Isbat, pemerintah menggabungkan paparan hisab dengan laporan rukyat dari berbagai titik pemantauan hilal. Indonesia juga menggunakan kriteria Neo MABIMS sebagai parameter visibilitas hilal dalam penetapan awal bulan.

Karena prosesnya bergantung pada data dan laporan lapangan, kepastian kapan puasa 2026 versi pemerintah baru final setelah Sidang Isbat. Pengumuman biasanya disampaikan pada malam hari menjelang awal Ramadhan.

Kapan Puasa 2026 Versi Muhammadiyah

Puasa 2026 versi Muhammadiyah merujuk pada KHGT dan maklumat yang dikeluarkan persyarikatan. Metode yang dipakai adalah hisab hakiki dengan prinsip wujudul hilal, sehingga penetapan tidak menunggu hilal terlihat. 

Mengacu pada KHGT dan rujukan yang dikutip sejumlah publikasi, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada Rabu, 18 Februari 2026. Tanggal ini lebih cepat satu hari dibanding perkiraan kalender Kemenag. 

Berdasarkan perhitungan tersebut, puasa Ramadhan versi Muhammadiyah diperkirakan berlangsung 30 hari hingga 19 Maret 2026. Idul Fitri 1447 H/2026 M menurut hisab Muhammadiyah diprediksi jatuh pada 20 Maret 2026. 

Kapan Puasa 2026 Versi NU

Kapan Puasa 2026 versi Nahdlatul Ulama (NU) umumnya mengikuti rukyatul hilal bil fi’li. Dalam praktiknya, hisab dipakai sebagai panduan, sementara keputusan awal bulan didasarkan pada hasil pengamatan hilal. 

Karena pendekatannya menitikberatkan pada rukyat dan keterlibatan dalam Sidang Isbat, jadwal NU kerap sejalan dengan keputusan pemerintah. Artinya, jika pemerintah menetapkan 19 Februari 2026 sebagai awal Ramadan, NU biasanya mengikuti tanggal tersebut. 

Namun, bila kondisi pengamatan memungkinkan hilal memenuhi kriteria yang ditetapkan pada hari sebelumnya, awal puasa dapat sama dengan 18 Februari 2026. Oleh sebab itu, pembahasan kapan puasa 2026 versi NU tetap menunggu keputusan resmi setelah pemantauan.

Tips Persiapan Menyambut Ramadhan

Mengetahui kapan puasa 2026 sebaiknya diikuti beberapa langkah persiapan mulai dari sekarang. Berikut beberapa hal yang umum disiapkan untuk menyambut bulan suci Ramadan. 

  • Melunasi hutang puasa Ramadhan yang masih tersisa agar memasuki Ramadhan tanpa beban kewajiban.
  • Memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya'ban sebagai latihan, dengan tetap memperhatikan larangan berpuasa satu atau dua hari menjelang Ramadhan bagi yang tidak memiliki kebiasaan puasa. 
  • Membiasakan membaca Al-Qur’an lebih rutin sehingga target tilawah selama Ramadan lebih mudah tercapai.
  • Memperkuat pemahaman fikih puasa, termasuk rukun, hal yang membatalkan, dan adab dalam beribadah selama bulan Ramadhan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan