Apa itu Underwriter dan Fungsinya dalam Dunia Keuangan

Izzul Millati
9 Februari 2026, 09:32
apa itu underwriter
unsplash.com
apa itu underwriter
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Dalam sektor keuangan dan asuransi, terdapat profesi strategis yang berperan besar dalam menentukan arah keputusan bisnis perusahaan. Salah satu profesi tersebut adalah underwriter. Meski sering disebut dalam konteks asuransi, perbankan, hingga pasar modal, tidak semua pihak memahami secara menyeluruh apa itu underwriter dan bagaimana peranannya dijalankan.

Pemahaman mengenai apa itu underwriter menjadi penting karena profesi ini berfungsi sebagai penilai risiko sebelum perusahaan mengambil keputusan finansial besar, seperti menyetujui polis asuransi, kredit, maupun penawaran investasi. Tanpa proses penilaian yang akurat, perusahaan berpotensi menanggung risiko kerugian yang signifikan.

Apa Itu Profesi Underwriter?

apa itu underwriter
apa itu underwriter (unsplash.com)

 

Secara umum, underwriter adalah spesialis keuangan yang bertugas menilai, mengelola, dan menanggung resiko atas nama perusahaan. Profesi ini dapat ditemui di berbagai sektor, mulai dari perusahaan asuransi, perbankan, hingga pasar modal. Oleh karena itu, pembahasan apa itu underwriter tidak hanya terbatas pada satu industri.

Perusahaan yang membutuhkan jasa underwriter umumnya mencakup bank nasional, perusahaan asuransi jiwa dan umum, serta perusahaan sekuritas dan investasi. Peran ini memastikan bahwa setiap keputusan finansial diambil secara terukur dan sepadan dengan potensi keuntungan yang diharapkan.

Tugas dan Tanggung Jawab Underwriter

Tugas underwriter dapat berbeda-beda tergantung sektor tempatnya bekerja. Namun secara umum, peran ini memiliki tanggung jawab inti yang berkaitan langsung dengan penilaian risiko dan pengambilan keputusan finansial.

  1. Pada bidang asuransi, underwriter bertugas menganalisis data calon nasabah, menentukan kelayakan polis, menetapkan premi yang sesuai, serta mengklasifikasikan risiko ke dalam kategori tertentu. Tujuan akhirnya adalah menjaga keseimbangan antara perlindungan nasabah dan stabilitas keuangan perusahaan.
  2. Di sektor perbankan dan kredit, underwriter mengevaluasi permohonan pinjaman dengan menelaah data keuangan, riwayat kredit, dan kemampuan pembayaran. 
  3. Sementara di pasar modal, underwriter membantu perusahaan menentukan harga efek, menjamin penyerapan saham atau obligasi, serta menyusun dokumen penawaran seperti prospektus.

Jenis-Jenis Underwriter Berdasarkan Bidangnya

Berikut adalah jenis-jenis Underwriter, dilihat dari bidan yang ditangani.

  • Underwriter Asuransi berfokus pada penilaian risiko individu atau aset untuk menentukan perlindungan dan premi. 
  • Underwriter Perbankan dan Kredit menilai risiko gagal bayar dalam pengajuan kredit.
  • Underwriter Pasar Modal bertugas menjamin keberhasilan penerbitan saham atau obligasi di pasar.

Selain itu, dalam asuransi dikenal pula pembagian spesifik seperti underwriter jiwa, medical underwriter, dan financial underwriter, yang masing-masing menilai risiko dari aspek kesehatan, kematian, maupun kondisi keuangan.

Identifikasi Risiko Oleh Underwriter

Untuk memahami apa itu underwriter, penting pula memahami konsep underwriting. Dalam dunia asuransi, underwriting adalah proses identifikasi, analisis, dan seleksi risiko calon tertanggung sebelum perusahaan menetapkan premi atau menyetujui polis.

Proses ini diawali dengan identifikasi risiko oleh underwriter. Beberapa faktor utama yang dianalisis meliputi:

  • Kondisi kesehatan
  • Jenis pekerjaan
  • Gaya hidup
  • Hobi
  • Lokasi tempat tinggal calon tertanggung. 

Faktor-faktor tersebut digunakan untuk memprediksi kemungkinan terjadinya klaim di masa depan.

Setelah identifikasi risiko dilakukan, underwriter mengelompokkan calon tertanggung ke dalam kategori risiko tertentu. Pengelompokan inilah yang menjadi dasar penentuan besaran premi dan syarat polis asuransi.

Klasifikasi Risiko dalam Penilaian Underwriter

Setelah proses underwriting dilakukan, underwriter mengelompokkan risiko calon tertanggung ke dalam empat kategori utama. Klasifikasi ini berpengaruh langsung terhadap besaran premi dan keputusan penerimaan polis.

  • Declined risk merupakan risiko tertinggi yang umumnya tidak dapat diterima perusahaan asuransi. 
  • Substandard risk menunjukkan risiko di atas rata-rata yang masih dapat ditanggung dengan premi lebih tinggi atau syarat khusus. 
  • Standard risk adalah kategori risiko normal yang menjadi dasar penerbitan sebagian besar Preferred risk merupakan risiko terendah, meskipun dalam praktik premi sering disamakan dengan kategori standar.

Melalui sistem ini, tercipta keadilan dalam pembebanan premi sesuai tingkat risiko masing-masing nasabah.

Skill yang Dibutuhkan untuk Menjadi Underwriter

Menjadi underwriter membutuhkan kombinasi kemampuan teknis dan non-teknis. 

  • Dari sisi teknis, kemampuan analitis, penguasaan data kuantitatif, pemahaman regulasi, serta penguasaan perangkat lunak analisis menjadi kompetensi utama.
  • Sementara dari sisi non-teknis, underwriter dituntut memiliki kemampuan pengambilan keputusan, komunikasi yang baik, ketelitian, serta kemampuan berpikir kritis. 

Adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan regulasi juga menjadi tantangan tersendiri dalam profesi ini.

Prospek Karier dan Pendidikan Underwriter

Karier underwriter umumnya dimulai dari posisi junior dan berkembang menjadi underwriter senior, spesialis risiko, hingga manajer underwriting. Jalur pendidikan yang dibutuhkan meliputi jurusan keuangan, ekonomi, aktuaria, manajemen risiko, matematika, dan statistika.

Sertifikasi profesional, baik di bidang asuransi, perbankan, maupun pasar modal, turut meningkatkan kredibilitas dan peluang karier. Di Indonesia, gaji underwriter bervariasi tergantung pengalaman dan sektor industri, dengan kisaran mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah per bulan untuk posisi senior.

Risiko dan Tantangan Profesi Underwriter

Meskipun menjanjikan stabilitas karier, profesi underwriter juga menghadapi berbagai risiko dan tantangan. Kesalahan penilaian dapat menyebabkan kerugian finansial bagi perusahaan. Selain itu, kompleksitas data, tuntutan akurasi tinggi, serta perubahan kondisi ekonomi menuntut underwriter untuk terus meningkatkan kompetensi.

Underwriter juga perlu menyeimbangkan kepentingan profitabilitas perusahaan dengan keadilan bagi nasabah, sekaligus menjaga kepatuhan terhadap regulasi yang terus berkembang.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan