Apa Itu Rebalancing Saham MSCI yang Bisa Bikin Pasar Bergejolak?

Izzul Millati
15 Mei 2026, 08:20
apa itu rebalancing saham MSCI
Katadata
apa itu rebalancing saham MSCI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Morgan Stanley Capital International atau MSCI telah mengumumkan hasil peninjauan indeks global periode Mei 2026 pada Rabu, 13 Mei 2026. Pengumuman tersebut langsung memicu volatilitas di Bursa Efek Indonesia karena sejumlah saham berkapitalisasi besar dan menengah dikeluarkan dari indeks MSCI.

Pada hari yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG tercatat melemah 1,53 persen ke level 6.753. Pelemahan itu terjadi setelah investor merespons perubahan komposisi indeks MSCI yang selama ini menjadi salah satu acuan utama investasi global.

Situasi tersebut membuat banyak pelaku pasar mulai mencari tahu apa itu rebalancing saham MSCI dan mengapa proses tersebut bisa mempengaruhi harga saham secara signifikan.

MSCI diketahui memiliki pengaruh besar terhadap arus modal asing karena indeks mereka digunakan berbagai fund manager, exchange traded fund atau ETF, dan investor institusi global sebagai tolok ukur investasi di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Pengertian Rebalancing Saham MSCI

apa itu rebalancing saham MSCI
apa itu rebalancing saham MSCI (Katadata)

 

Memahami apa itu rebalancing saham MSCI menjadi penting bagi investor karena proses ini berkaitan langsung dengan perubahan arus dana asing di pasar modal.

MSCI merupakan perusahaan penyedia indeks global yang bertugas mengukur kinerja pasar saham dari berbagai negara di dunia. Indeks yang disusun MSCI kemudian digunakan investor internasional untuk melihat trend pasar berdasarkan wilayah, sektor industri, hingga ukuran kapitalisasi perusahaan.

Sementara itu, rebalancing saham MSCI adalah proses penyesuaian komposisi saham dalam indeks yang dilakukan secara berkala agar tetap mencerminkan kondisi pasar terbaru.

Dalam proses tersebut, MSCI dapat memasukkan saham baru, mengeluarkan saham tertentu, menaikkan bobot saham, atau menurunkan bobot emiten yang sudah ada dalam indeks.

Karena indeks MSCI menjadi acuan investasi, setiap perubahan biasanya langsung diikuti aksi beli maupun jual oleh investor institusi. Kondisi inilah yang membuat pengumuman MSCI sering memicu lonjakan transaksi dan volatilitas pasar.

Jadwal dan Mekanisme Rebalancing MSCI

MSCI melakukan evaluasi indeks sebanyak empat kali dalam setahun, yaitu pada Februari, Mei, Agustus, dan November. Namun, evaluasi pada Mei dan November biasanya paling diperhatikan karena termasuk semi-annual index review atau peninjauan besar yang berpotensi memunculkan perubahan signifikan dalam komposisi indeks.

Dalam proses evaluasi tersebut, MSCI mempertimbangkan sejumlah faktor penting seperti kapitalisasi pasar, likuiditas saham, serta tingkat kepemilikan publik atau free float.

Setelah hasil evaluasi diumumkan, investor institusi global biasanya segera menyesuaikan portofolio agar tetap sesuai dengan komposisi indeks terbaru.

Untuk evaluasi Mei 2026, MSCI menetapkan seluruh perubahan akan efektif berlaku pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026 dan mulai diterapkan pada 1 Juni 2026.

Dampak Rebalancing MSCI terhadap Pasar Saham

Perubahan komposisi indeks MSCI sering memengaruhi arah dana asing yang masuk dan keluar dari pasar saham Indonesia. Ketika suatu saham masuk ke dalam indeks MSCI, investor global yang mengikuti indeks tersebut biasanya akan membeli saham terkait agar portofolio mereka tetap sesuai acuan. Sebaliknya, saham yang dikeluarkan dari indeks berpotensi mengalami tekanan jual karena investor institusi cenderung melepas kepemilikannya.

Kondisi tersebut menjelaskan mengapa rebalancing saham MSCI selalu menjadi perhatian pelaku pasar. Perubahan kecil dalam indeks saja dapat memicu pergerakan harga saham dalam jumlah besar.

Selain mempengaruhi saham individual, sentimen pasar secara keseluruhan juga dapat berdampak karena investor melihat hasil evaluasi MSCI sebagai indikator kualitas dan likuiditas pasar modal suatu negara.

Daftar Saham Indonesia yang Bertahan di MSCI Mei 2026

apa itu rebalancing saham MSCI
apa itu rebalancing saham MSCI (Katadata)

 

Dalam hasil evaluasi terbaru, MSCI memastikan sebanyak 54 saham Indonesia masih bertahan dalam indeks mereka setelah proses rebalancing Mei 2026.

Pada kategori MSCI Global Standard Index, terdapat 11 saham Indonesia yang tetap masuk dalam kelompok kapitalisasi besar dan menengah, yaitu:

  • PT Astra International Tbk (ASII)
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
  • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
  • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
  • PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)
  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
  • PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)
  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
  • PT United Tractors Tbk (UNTR)

Sementara itu, sebanyak 43 saham masih bertahan dalam kategori MSCI Small Cap Index, di antaranya:

  • PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
  • PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
  • PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
  • PT Bank Jago Tbk (ARTO)
  • PT Avia Avian Tbk (AVIA)
  • PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)
  • PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN)
  • PT Bukalapak.com Tbk (BUKA)
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
  • PT Cimory Group Tbk (CMRY)
  • PT Ciputra Development Tbk (CTRA)
  • PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)
  • PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA)
  • PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)
  • PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL)
  • PT MD Entertainment Tbk (FILM)
  • PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
  • PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL)
  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
  • PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)
  • PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
  • PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
  • PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • PT Jasa Marga Tbk (JSMR)
  • PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
  • PT MNC Land Tbk (KPIG)
  • PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA)
  • PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
  • PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)
  • PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
  • PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
  • PT Petrosea Tbk (PTRO)
  • PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)
  • PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)
  • PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)
  • PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)
  • PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)
  • PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)
  • PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)

Daftar Saham Indonesia yang Dikeluarkan dari MSCI

Selain mempertahankan sejumlah saham, MSCI juga mengeluarkan beberapa emiten besar dari indeks mereka dalam evaluasi Mei 2026.

Sebanyak enam saham resmi dicoret dari MSCI Global Standard Index, yaitu:

  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

Namun, untuk saham AMRT, MSCI hanya menurunkan kategorinya ke MSCI Global Small Cap Index, bukan menghapus sepenuhnya dari indeks.

Selain itu, terdapat 13 saham Indonesia yang dikeluarkan dari MSCI Small Cap Index, yaitu:

  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
  • PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
  • PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)
  • PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
  • PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
  • PT Industri Jamu Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
  • PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
  • PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
  • PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)
  • PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
  • PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)
  • PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
  • PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)

Pengaruh MSCI terhadap Investor dan Emiten

Masuk ke indeks MSCI umumnya dianggap sebagai sinyal positif bagi emiten karena menunjukkan saham tersebut memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar yang kuat. Status tersebut juga dapat meningkatkan eksposur perusahaan di mata investor internasional sehingga peluang masuknya dana asing menjadi lebih besar. Sebaliknya, saham yang dikeluarkan dari indeks biasanya menghadapi tekanan jual dalam jangka pendek akibat penyesuaian portofolio investor global.

Bagi investor domestik, memahami apa itu rebalancing saham MSCI penting untuk membaca potensi perubahan sentimen pasar dan arah pergerakan dana asing. Meski demikian, analis pasar modal menilai investor tetap perlu mempertimbangkan fundamental perusahaan karena dampak rebalancing umumnya lebih terasa dalam jangka pendek.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan