Apa yang Harus Dilakukan saat Rupiah Melemah?

Tifani
Oleh Tifani
18 Mei 2026, 10:24
Apa yang Harus Dilakukan saat Rupiah Melemah
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (12/5) melemah 115 poin atau 0,66 persen menjadi Rp17.529 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.414 per dolar AS, terpengaruh ekspektasi suku bunga tinggi The Fed yang lebih lama.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Nilai tukar rupiah sempat menembus 17.600 per dolar AS pada Jumat (15/5). Nilai ini adalah level terlemah rupiah sepanjang sejarah.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah menembus level 17.500 per dolar AS untuk pertama kalinya pada perdagangan Selasa (12/5) pagi. Bank Indonesia (BI) menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini lebih banyak dipengaruhi dinamika global.

Konflik Iran dengan AS dan Israel yang memicu lonjakan harga minyak dunia, serta kenaikan suku bunga AS menjadi penyebab rupiah dan mata uang berkembang lainnya melemah. Jika rupiah melemah, apa yang harus kita lakukan?

Apa yang Harus Dilakukan saat Rupiah Melemah?

Nilai tukar rupiah melemah 115 poin
Nilai tukar rupiah melemah 115 poin (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye)

 

Mengutip laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ada beberapa hal bisa dilakukan masyarakat saat rupiah melemah. Beberapa langkah ini dapat dilakukan untuk menjaga keuangan pribadi bahkan menguatkan nilai tukar rupiah.

1. Beli Produk Dalam Negeri

Pilih membeli produk lokal atau dalam negeri juga dapat menjadi salah satu kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional. Saat masyarakat lebih banyak membeli barang lokal, perputaran uang terjadi di dalam negeri.

Langkah ini dapat membantu pelaku usaha bertahan dan menciptakan lapangan kerja. Dalam jangka panjang, langkah ini dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan menekan permintaan valuta asing.

Pada akhirnya, kebiasaan membeli produk dalam negeri dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

2. Berinvestasi di Dalam Negeri

Saat rupiah melemah, pilihlah investasi untuk pasar domestik, seperti saham, obligasi, atau reksa dana. Sebab, pilihan investasi juga dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah.

Investasi dalam negeri dapat membantu memperkuat pasar keuangan Indonesia. Aliran dana yang tetap berada di dalam negeri membuat likuiditas pasar lebih terjaga dan mengurangi tekanan terhadap rupiah.

Selain itu, investasi lokal juga memberikan peluang keuntungan sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

3. Tidak Menimbun Dolar

Kebiasaan menimbun dolar AS saat rupiah melemah justru bisa memperparah tekanan terhadap mata uang domestik. Permintaan dolar yang meningkat secara berlebihan dapat mendorong nilai tukarnya semakin tinggi.

Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya tetap rasional dalam mengelola kebutuhan valuta asing dan tidak menjadikannya sebagai alat spekulasi jangka pendek yang berisiko.

4. Diversifikasi Aset

Diversifikasi aset juga menjadi salah satu langkah yang harus dilakukan saat rupiah melemah. Membagi aset ke berbagai instrumen, seperti emas, properti, hingga investasi pasar modal, menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas keuangan pribadi.

Diversifikasi membantu mengurangi risiko ketika salah satu instrumen mengalami penurunan nilai. Dengan portofolio yang seimbang, masyarakat tidak perlu panik saat rupiah berfluktuasi, sehingga turut meredam gejolak di pasar.

5. Hindari Buat Utang Baru

Saat rupiah melemah jangan menambah utang, terutama dalam mata uang asing, menjadi langkah bijak di tengah ketidakpastian ekonomi. Utang baru berpotensi membebani keuangan pribadi, apalagi jika nilai tukar rupiah terus melemah.

Dengan menjaga rasio utang tetap rendah, kondisi finansial menjadi lebih sehat dan tahan terhadap gejolak ekonomi.

6. Tunda Belanja Konsumtif

Langkah yang perlu dilakukan saat rupiah melemah selanjutnya adalah tunda belanja konsumtif. Langkah ini dapat membantu menjaga stabilitas keuangan pribadi.

Prioritas sebaiknya diberikan pada kebutuhan utama dan dana darurat. Selain itu, pengendalian konsumsi juga berperan dalam menekan permintaan barang impor.

Pada akhirnya membantu mengurangi tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

7. Gunakan Transportasi Umum

Turunnya nilai tukar rupiah berpotensi menaikkan bahan bakar minyak (BBM). Sebab, Indonesia masih bergantung pada impor minyak mentah dan produk BBM.

Ketika rupiah melemah terhadap dolar AS, biaya impor otomatis menjadi lebih mahal karena transaksi energi global umumnya menggunakan mata uang dolar. Dalam kondisi ini, beralih ke transportasi umum membantu menekan konsumsi BBM secara keseluruhan.

Semakin rendah permintaan bahan bakar, semakin kecil pula tekanan terhadap impor energi. Selain itu, pengeluaran masyarakat untuk transportasi juga bisa lebih terkendali dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi, terutama ketika harga BBM mengalami kenaikan.

Itulah tujuh langkah yang bisa dilakukan saat rupiah melemah untuk menjaga keuangan pribadi sekaligus membantu meredam dampak pelemahan rupiah. Langkah-langkah sederhana ini jika dilakukan secara kolektif juga berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi nasional.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan