Jokowi Sebut Harga Beras Naik Imbas 7 Provinsi Dilanda Cuaca Kering
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, ada tujuh provinsi terkena dampak cuaca kering Super El Nino sepanjang tahun ini. Kondisi tersebut berimbas negatif terhadap penurunan produksi pangan domestik.
Jokowi mengatakan, anjloknya pasokan pangan dalam negeri memicu kenaikan harga beras hingga 19,8% secara tahunan.
“Kalau secara bulanan naik 2,5%. Ini yang harus semua waspada dan tidak menganggap situasi ini biasa-biasa saja,” kata Jokowi saat memberikan arahan kepada Pj kepada daerah di Istana Merdeka Jakarta, Senin (30/10).
Merujuk data panel harga beras di Badan Pangan Nasional atau Bapanas, rata-rata harga beras premium secara nasional di pedagang eceran hari Senin (30/10) pukul 15.50 WIB berada di Rp 15.00 per kilogram (kg), naik 0,13% sehari sebelumnya. Sementara harga beras medium turun 0,08% menjadi Rp 13.200 per kg.
Besaran harga beras tersebut lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 7 Tahun 2023. Regulasi itu menetapkan HET Beras Medium berada di harga Rp 10.900 - Rp 11.800 per kg dan Rp 13.900 - Rp 14.800 per kg untuk beras premium.
Lebih lanjut, Jokowi memerintahkan penjabat kepala daerah meluncurkan paket kebijakan bantuan beras 10 kg untuk setiap keluarga penerima manfaat (KPM). Paket dukungan itu merupakan upaya perlindungan lanjutan di luar kebijakan penyaluran bantuan beras 10 kg hingga akhir Desember 2023 oleh pemerintah pusat.
"Pemerintah provinsi mampunya berapa, 5 kg? Ya 5 kg. Pemerintah kota berapa? 5 kg juga, rampung kalau bareng-bareng seperti itu," kata Jokowi.
Dia mendorong para penjabat (Pj) kepala daerah untuk lebih aktif memantau pergerakan harga pangan dengan turun dan mengecek langsung ke lapangan. Dia pun mewanti-wanti para Pj gubernur, wali kota, dan bupati untuk menjaga tingkat inflasi daerah.
“Untuk provinsi inflasinya 1,1% sampai 3,5% masih baik. Kabupaten hati-hati, 1,1% sampai 5,2%, ini sudah sampai 5% sampai 4%. Lalu untuk Pemkot 1,1% sampai 4,2%, yang di atas 4% hati-hati,” ujar Jokowi.
Untuk menekan laju penurunan harga beras, Jokowi juga menginstruksikan para Pj kepala daerah untuk saling bahu membahu untuk menyuplai beras dari masing-masing kota dan kabupaten.
Jokowi mendorong daerah yang mengalami surplus beras untuk mengrimkan pasokan beras mereka ke wilayah yang merasakan defisit beras. Selain itu, presiden juga memerintahkan kepala daerah mengunakan anggaran tak terduga untuk menutup biaya operasi.
"Sehingga harga beras jadi terkendali," kata Jokowi.
