Dirut Dicopot, IPO Bank Sumut Tak Terganggu

Lona Olavia
6 Januari 2023, 16:17
Dirut Dicopot, IPO Bank Sumut Tak Terganggu
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa.
Pembeli membayar menggunakan QRIS saat membeli tembakau di Lakonte Bacco, Depok, Jawa Barat, Rabu (4/1/2023). Bank Indonesia (BI) menargetkan pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tembuh 45 juta pada tahun 2023 atau bertambah 15 juta pengguna dari tahun 2022.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) Hadi Sucipto mengatakan bahwa penonaktifan Direktur Utama Bank Sumut tidak akan mempengaruhi kinerja Bank Sumut, termasuk rencana penawaran umum saham perdana atau IPO Bank Sumut.

Hadi memastikan operasional perseroan tetap berjalan normal usai penonaktifan Direktur Utama Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan. Rahmat baru-baru ini dicopot dari jabatannya oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi karena persoalan mobile banking ilegal.

"Manajemen Bank Sumut memastikan operasional Bank Sumut tetap dapat berjalan sebagaimana biasa," kata Corporate Secretary Bank Sumut Agus Condro Wibowo dalam keterangan di Jakarta, Jumat (6/1).

Atas evaluasi yang ada, Dewan Komisaris memutuskan untuk menonaktifkan Rahmat Fadillah Pohan sebagai Dirut Bank Sumut sampai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diadakan secepatnya.

Hal itu telah disampaikan kepada regulator sesuai peraturan yang berlaku. Atas penonaktifan tersebut, Rahmat Fadillah Pohan menyampaikan surat pengunduran diri yang diterima Rabu (5/1) kemarin.

"Dalam rangka menjaga kelangsungan pelaksanaan operasional dan tata kelola bank, maka Dewan Komisaris telah menunjuk Pelaksana Tugas Dirut Bank Sumut yaitu Direktur Pemasaran Hadi Sucipto," kata Komisaris Utama Bank Sumut Brata Kesuma.

Dewan Komisaris memastikan seluruh pelaksanaan kegiatan operasional Bank Sumut saat ini tetap berjalan normal di bawah supervisi direksi yang bekerja secara bersama-sama sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bank Sumut telah memperoleh ijin pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 3 Januari 2023 dan siap untuk segera melantai di bursa pada awal tahun ini. Bank Sumut merencanakan melaksanakan paparan publik pada Senin (9/1) mendatang.

Hadi Sucipto juga memaparkan kondisi kinerja keuangan Bank Sumut (sebelum diaudit) yang positif, ditandai dengan peningkatan laba sebesar 15,15 persen year on year atau sebesar Rp 706 miliar per Desember 2022 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 614 miliar.

Aset Bank Sumut tercatat sebesar Rp 40,6 triliun, penyaluran kredit sebesar Rp 27,8 triliun atau meningkat sebesar 10,58 persen dari sebelumnya Rp 25,1 triliun pada Desember 2021. Bank Sumut juga tercatat berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 31,9 triliun atau meningkat 3 persen dari Desember 2021 sebesar Rp 30,9 triliun.

 

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait