Rasio Keterisian ICU 90%, RS di Malaysia Kewalahan Tangani Covid-19

Sejak 24 Agustus, kasus baru Covid-19 di Malaysia terus berada di atas level 20 ribu kecuali pada 30 Agustus dan 1 September.
Image title
3 September 2021, 07:37
Covid-19, Malaysia
ANTARA FOTO/ Rafiuddin Abdul Rahman/foc.
Seorang warga mengenakan pakaian Spiderman dengan bendera Jalur Gemilang untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Malaysia di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (31/8/2021). Malaysia merayakan HUT ke-64 dengan tema "Malaysia Prihatin". ANTARA FOTO/ Rafiuddin Abdul Rahman/foc.

Malaysia kembali melaporkan tambahan kasus Covid-19 di atas 20 ribu, yakni 20.988 kasus pada Kamis (2/9). Melonjaknya kasus di Negara Jiran tersebut membuat pihak rumah sakit kewalahan karena tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di ruang ICU mencapai 90%.

Jumlah kasus yang dilaporkan Malaysia, kemarin, adalah yang tertinggi ke enam di dunia dan lebih dari dua kali lipat dibandingkan yang dilaporkan Indonesia (8.955 kasus).
Negara Bagian Selangor melaporkan tambahan kasus harian terbanyak yakni 4.073 disusul kemudian dengan Sarawak (2.992) dan Kedah (2.455). 

Melonjaknya kasus baru membuat keterisian tempat tdur di ruang ICU di sejumlah negara bagian hampir penuh. Saat ini, terdapat 1.001 orang yang dirawat di ruang ICU.

Dilansir dari Channel News Asia, Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah mengatakan BOR nasional di ruang ICU mencapai 90%. Tiga wilayah bahkan mencatatkan BOR di atas 100% yakni Sabah (126%), Kedah (121%), serta Perak (107%). Sementara itu tingkat BOR di Selangor mencapai 99% dan Johor sebesar 95%. BOR di Kuala Lumpur masih berada di 77% dengan keterisian 216 tempat tidur.

Advertisement

Noor Hisham mengatakan dari 9.860 kasus baru yang dilaporkan pada Kamis (2/9) atau 47%, mereka tidak memiliki riwayat vaksinasi.  Sementara itu, 6.133 kasus (29,2%) sudah mendapatkan vaksin hingga dosis kedua dan 4.995 kasus (23.8%) baru mendapatkan suntikan dosisi pertama.

Hingga Kamis (2/9), Malaysia sudah memberikan suntikan dosis pertama kepada 20,1 juta penduduk yang ditarget mendapat vaksinasi atau 61,8% sementara yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis kedua sebanyak 15,62 juta atau sekitar 47%.

Saat berpidato di Hari Ulang Tahun Malaysia pada Senin, Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob meminta semua warga Malaysia untuk segera melakukan vaksinasi agar negara tersebut bisa mempercepat pemulihan ekonomi dan hidup di era new normal. 

"Kita harus berjuang terus memerangi pandemi Covid-19 sebagai musuh kita bersama. Keberhasilan memerangi Covid-19 akan menentukan langkah kita dalam pemulihan ekonomi dan memungkinkan kita hidup di era new normal. Perekonomian harus dipulihkan dan kesejahteraan masyarakat harus ditingkatkan agar investor memiliki kepercayaan diri untuk kembali ke sini," tuturnya, speerti dilansir Channel News Asia.

Dengan adanya tambahan 20.988 kasus baru maka total kasus Covid-19 di Malaysia menembus 1,78 juta.
Sementara itu, negara berpopulasi 32 juta jiwa tersebut melaporkan kematian sebanyak 249 orang pada Kamis (2/9) sehingga total angka kematian mencapai 17.191. Kemarin, kematian terbanyak dilaporkan dari Selangor yakni 61 disusul kemudian dengan Johor (40), Penang (39), dan Sabah (33).

Kementerian Kesehatan Malaysia, Kamis (2/9), mengidentifikasi adanya 31 kluster penyebaran baru yang menularkan kasus hingga 1.149 orang. Di antara 31 kluster itu, 17 di antaranya adalah tempat kerja. Sejak pandemi, Malaysia sudah mencatat adanya 4.804 kluster di mana 3.316 sudah dinyatakan bebas kasus.

Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin mengatakan Malaysia akan menerapkan kebijakan nasional yang memungkinkan warga negaranya menjalani tes swab Covid-19 yang lebih terjangkau. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari target Malaysia untuk memasuki fase endemik pada akhir Oktober saat 80% populasinya sudah mendapatkan vaksinasi penuh.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait