Warga RI Kini Bisa Hitung Berapa Sumbangan Emisi Karbon Saat Berwisata

Industri pariwisata skala global menyumbang sebesar 8% dari emisi karbon dunia, terutama dari segi transportasi, belanja, dan makanan.
Image title
7 Januari 2022, 13:51
emisi karbon, wisata, pariwisata
ANTARAFOTO/Maulana Surya/rwa.
Wisatawan memakai skuter listrik atau otopet untuk berkeliling di kawasan Keraton Surakarta Hadiningrat Solo, Jawa Tengah, Sabtu (1/1/2022). Keberadaan wahana baru otopet tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung juga menekan emisi karbon.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkolaborasi dengan startup Jejak.in meluncurkan program Carbon Footprint Calculator dan Offsetting. Program ini akan tersedia di laman indonesia.travel untuk menghitung jumlah emisi karbon saat berwisata.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, peluncuran program ini sebagai bagian untuk mewujudkan konsep pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif yang tidak hanya berkualitas, namun juga berkelanjutan dari segi lingkungan dan ekonomi.

"Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, mulai dari perencanaan perjalanan, sampai pada saat berwisata," kata Sandiaga dalam acara Launching Carbon Footprint Calculator dan Offsetting, Jumat (7/1).

 Berdasarkan riset Nature Climate Change di tahun 2018, jejak karbon dari industri pariwisata skala global menyumbang sebesar 8% dari emisi karbon dunia, terutama dari segi transportasi, belanja, dan makanan.

Advertisement

Sandiaga mengatakan, pembangungan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif saat ini diarahkan untuk mampu mengatasi krisis salah satunya perubahan iklim.

Oleh karena itu, ia mengharapkan kolaborasi dan partisipasi dari para pelaku pariwisata dan stakeholder terkait untuk mengambil langkah yang inovatif dan solutif dalam mengatasi dampak terburuk dari perubahan iklim.

Program ini diharapkan dapat membangun kesadaran, mengedukasi dan memperkuat komitmen seluruh stakeholder di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Juga,  seluruh masyarakat untuk peduli terhadap alam dan terlibat langsung dalam upaya pengendalian jejak karbon dan pelestarian lingkungan.

"Saya undang teman-teman untuk mencoba fitur ini di desa wisata dan destinasi wisata masing-masing untuk melestarikan lingkungan hidup. Saya ingin pastikan gerakan ini menjadi gerakan nasional, untuk mengatasi berbagai krisis akibat perubahan iklim," kata Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

 Ke depan, Kemenparekraf akan memperluas dan mengembangkan menu dari fitur kalkulator hitung jejak karbon tersebut.

Juga, memperluas jangkauan perwilayahan dan kerja sama lintas sektor, serta mekanisme sistem dashboard penghitungan jejak karbon.

CEO Jejak.in Arfan Arlanda mengatakan, metodologi penghitungan dari fitur tersebut sudah terbukti dan sesuai dengan metode penghitungan standar dari pemerintah maupun standar internasional.

"Kami memastikan bahwa semua program berjalan dengan baik, dan dapat diukur serapan karbonnya, kualitas penyerapan airnya, kualitas udara dan dampaknya terhadap keanekaragaman hayati, dan sebagainya," kata Arfan.

 

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait