Artikel ini membahas peran gas bumi dalam Transisi Energi Indonesia, mengkaji apakah ia benar menjadi jembatan menuju energi bersih atau justru penghambat.
Hari Bumi berawal dari gerakan sosial 1970 yang menyoroti kerusakan lingkungan dan ancaman Perubahan Iklim akibat industri dan emisi karbon, bersamaan dengan masa keemasan awal AI.
Analisis mengungkap paradoks pengawasan emisi karbon yang ketat untuk sipil tetapi diabaikan untuk militer, padahal konflik bersenjata menghasilkan jutaan ton karbon.
Melihat besarnya estimasi jejak karbon dari perang Israel-Palestina di Gaza, risiko lonjakan emisi serupa, bahkan lebih besar, kini mengintai Timur Tengah.
Jajaran komisaris dan direksi perusahaan di sektor kelapa sawit, pertambangan, hingga teknologi informasi sepanjang periode 2019-2023 banyak diisi oleh pebisnis-politikus.
Indonesia menjadi anggota ke-11 dalam Koalisi Global Pengembangan Pasar Karbon. Koalisi ini dipelopori dan dipimpin bersama oleh Kenya, Singapura, dan Inggris.
Emisi karbon lamun di Indonesia setidaknya berkisar 0,53 sampai 3,25 ton karbon per hektare per tahun. Faktor emisi di Jawa dan sebagian Sumatra lebih tinggi dibandingkan kawasan pesisir lain.
Bagi investor, pesan dari Sumatra cukup jelas. Risiko investasi hijau tidak hanya ditentukan kebijakan dan insentif, tetapi juga kemampuan negara memastikan janji keberlanjutan tercermin di lapangan.