Jumlah Pemudik Tahun Ini Diperkirakan 26 Juta Orang

Maria Yuniar Ardhiati
27 Mei 2016, 17:01
Kemacetan di Jalan Casablanca, Kuningan
DONANG WAHYU | KATADATA

Kementerian Perhubungan memprediksi arus mudik tahun ini berlangsung pada H-4 dan H-3 Lebaran atau 2 dan 3 Juli 2016, yang jatuh di akhir pekan. Pemerintah memperkirakan kenaikan tertinggi terjadi pada jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor, yaitu sebanyak 50 persen menjadi 5,63 juta orang.

“Total prediksi jumlah penumpang 26,11 juta orang,” kata Direktur Angkutan dan Multimoda Kementerian Perhubungan Cucu Mulyana dalam keterangan resminya, Jumat, 27 Mei 2016. (Baca: Infrastruktur Penerbangan Tak Mencukupi Lonjakan Penumpang)

Ia merinci, pemudik dengan kendaraan umum diperkirakan sebanyak 17,99 juta orang. Sementara itu, pemudik dengan mobil pribadi mencapai 2,47 juta orang.

Kementerian Perhubungan mengklaim sudah ada puluhan ribu angkutan Lebaran yang disiapkan. Untuk moda jalan, akan ada 46.478 bus, terdiri dari bus antar kota antar provinsi (AKAP), antar kota dalam provinsi (AKDP), serta bus pariwisata. Jumlah ini lebih banyak 1.607 unit dibanding tahun lalu.

Untuk moda penyeberangan, 195 kapal roll-on roll-off (roro) akan dioperasikan, serta 1.273 kapal untuk pemudik yang memilih moda laut. Selain itu disiapkan 529 pesawat dan 372 kereta. (Baca: Telat Hingga 100 Kali, Kementerian Peringatkan Lion Air)

Pemerintah pun melakukan pemantauan di terminal bus, pelabuhan, bandara, serta wilayah operasional Kereta Api (KA). Pengawasan dilaksanakan pada 28 terminal di 14 provinsi, 14 pelabuhan pada tujuh lintasan utama angkutan penyeberangan, 52 pelabuhan laut, 32 bandar udara, dan sembilan daerah operasional KA di Jawa serta empat divisi regional KA di Sumatera.

Selama masa menjelang arus mudik hingga arus balik, pemerintah menerapkan sejumlah ketentuan khusus. Pertama, mobil barang dengan sumbu lebih dari dua tidak boleh melintas pada H-5 sampai H-1 serta H+2 dan H+3.

Kedua, jembatan timbang akan ditutup agar menjadi tempat istirahat bagi para pemudik selama H-7 hingga H+7. Ketiga, untuk meningkatkan frekuensi kapal, kapal penyeberangan dioperasikan dengan skenario waktu normal, padat, dan sangat padat. (Baca: Kemenhub Alokasikan Anggaran Transportasi Terbesar Bagi Jawa Barat).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait