Dorong Produk Perikanan, RI Kerja Sama dengan Maroko

Maroko dinilai memiliki sepak terjang yang baik dalam sektor perikanan.
Image title
Oleh Rizky Alika
29 Oktober 2019, 13:43
Ekspor Ikan, Kerja Sama Perikanan
ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengamati suasana Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Indonesia dan Maroko baru saja menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk kerja sama di bidang kelautan dan perikanan. Kerja sama yang dimaksud termasuk pengolahan dan pemasaran produk perikanan, penanganan pencurian iklan, pelatihan serta penelitian,hingga kemitraan sektor swasta dua negara.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menjelaskan, Maroko memiliki sepak terjang yang baik dalam sektor perikanan. “Dengan kerja sama ini, perdagangan produk perikanan antara Indonesia dan Maroko diharapkan dapat meningkat,” kata dia seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (29/10).

(Baca: Beda dengan Susi Pudjiastuti, Edhy Prabowo Kaji Penggunaan Cantrang)

MoU untuk kerja sama di bidang kelautan dan perikanan ini ditanda tangani Edhy dan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Ekspatriat Maroko Nasser Bourita di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, pada Senin, 28 Oktober 2019. 

MOU berlaku selama tiga tahun. Setelah penandatanganan MoU, Indonesia dan Maroko akan menyusun kegiatan konkret dan rinci dengan rentang waktu 2-3 tahun.

Adapun pada 2018, ekspor produk perikanan Indonesia ke Maroko tercatat US$ 185,16 ribu dengan komoditas utama tuna-tongkol-cakalang (TTC), ikan hias, dan udang.

(Baca: KKP Ancam Tak Keluarkan Surat Berlayar Kapal Ikan Tanpa Asuransi ABK)

Secara umum, dalam soal perdagangan, Maroko dinilai punya posisi strategis. Maroko berada di rute perdagangan utama yang menghubungkan Afrika, Amerika Serikat, Eropa, dan Timur Tengah merupakan negara pusat ekspor di Afrika. Maroko memiliki pelabuhan internasional Casablanca yang menjadi pusat bisnis dan pelabuhan terbesar di wilayah Afrika Utara.

Di sisi lain, Maroko memiliki perjajian khusus dengan Uni Eropa terkait pembebasan tarif atas perdagangan produk industri. Hal tersebut termasuk pemebebasan selektif perdagangan untuk produk pertanian, agro-food, dan produk perikanan. "Ini menjadikan Maroko sebagai negara mitra yang penting bagi Indonesia," ujar Edhy.

Relasi Indonesia dan Maroko turut diperkuat dengan ditandatanginya Joint Ministerial Statement antara kedua negara untuk meresmikan dimulainya perundingan Indonesia-Morocco Preferential Trade Agreement (IM-PTA) pada 28 Juni 2018 lalu. Kerja sama ini ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia dan Menteri Muda Perdagangan, Industri, Investasi, dan Digital Ekonomi (PIIDE) Maroko.

Video Pilihan

Artikel Terkait