Negosiasi Rampung, RI - Filipina Siap Bertukar Dokumen Zona Eksklusif

Akan ada pertukaran dokumen ratifikasi perjanjian ZEE saat kunjungan menteri luar negeri Filipina ke Indonesia, Agustus mendatang.
Martha Ruth Thertina
23 Juni 2019, 13:43
Perjanjian Batas maritim Indonesia Filipina selesai dibahas, kata Menteri Luar Negeri di sela-sela KTT Asean
ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Negosiasi antara pemerintah Indonesia dan Filipina sudah selesai terkait perjanjian batas maritim Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan negosiasi dengan pemerintah Filipina sudah selesai terkait perjanjian batas maritim Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Indonesia dan Filipina sudah meratifikasi perjanjian tersebut.

Retno menjelaskan, akan ada pertukaran dokumen ratifikasi saat kunjungan menteri luar negeri Filipina ke Indonesia, Agustus mendatang. “Jadi masalah batas maritim ZEE dengan Filipina sudah selesai,” kata dia di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi ke-34 Asean di Bangkok, Thailand, seperti dikutip Setkab.co.id, Minggu (23/6).

(Baca: KKP Tangkap 17 Kapal Ikan Ilegal Malaysia Sejak Awal 2019)

Ia menilai ratifikasi perjanjian ZEE sebagai peristiwa monumental karena disepakati oleh dua negara kepulauan besar. Presiden Joko Widodo berharap perjanjian dapat berlaku efektif tahun ini. Ia pun menjanjikan akan ada pernyataan pers khusus terkait hal ini. 

Advertisement

Adapun Jokowi dilaporkan bertemu Presiden Filipina Rodrogo Duterte di sela-sela KTT Asean, Sabtu (22/6) malam. Retno, yang mendampingi Jokowi, mengatakan pertemuan membahas upaya untuk meningkatkan perdagangan dan investasi dua negara.

(Baca: Jokowi Bertemu Aung San Suu Kyi, Ingatkan Keamanan Rakhine State)

Pada kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama pemerintah Filipina dalam upaya pembebasan para sandera Indonesia dari kelompok sparatis di negara tersebut.

Selain oleh Retno, Jokowi didampingi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Duta Besar RI untuk Thailand Ahmad Rusdi.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait