Luncurkan Produk Baru, Marketing Sales Bumi Serpong Capai 83% Target

Marketing sales pada semester II berasal dari penjualan produk komersial dan residensial, berbeda dengan semester I yang ditopang penjualan lahan.
Image title
Oleh Fariha Sulmaihati
23 Oktober 2019, 15:57
Bumi Serpong Damai, Penjualan Bumi Serpong Damai, BSDE, BSD
Katadata
Bumi Serpong Damai

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan marketing sales sebesar Rp 5,3 triliun sepanjang Januari-September 2019, atau 83% dari target setahun penuh yang sebesar Rp 6,2 triliun. Marketing sales ditopang oleh penjualan produk residensial, produk komersial, serta lahan.

Direktur Bumi Serpong Damai Hermawan Wijaya mengatakan terjadi lonjakan marketing sales pada kuartal III didorong oleh peluncuran produk-produk baru. “Ini berbeda dibandingkan dengan kinerja pada paruh pertama yang ditopang oleh penjualan lahan,” kata dia, seperti dikutip dari keterbukaan informasi di situs Bursa Efek Indonesia, Rabu (23/10).

(Baca: Baru IPO Tahun Ini, Saham Perusahaan Properti Bisa Cetak Untung 2.969%)

Hingga 30 September, BSDE membukukan penjualan residensial sebesar Rp 2,4 triliun atau berkontribusi sebesar 45% dari total marketing sales. Penjualan ini berasal dari proyek yang telah berjalan di BSD City dan Grand City Balikpapan.

Kemudian, penjualan produk komersial Rp 2,6 triliun atau berkontribusi sebesar 50% terhadap total marketing sales. Marketing sales ini terdiri dari penjualan lahan komersial di BSD City senilai Rp 844 miliar, penjualan apartemen Rp 896 miliar, serta Rp 854 miliar dari penjualan ruko. 

(Baca: Agung Podomoro Land Dapat Dana Segar Rp 2,6 Triliun untuk Bayar Utang)

Secara khusus, penjualan apartemen ditopang oleh proyek Southgate Condominium-TB Simatupang di Jakarta Selatan, The Element-Rasuna CBD Jakarta Selatan, Aerium Jakarta Barat, Akasa dan Upperwest di BSD City.

Adapun penjualan lahan banyak dilakukan di semester I. Hermawan menjelaskan, entitas anak usahanya yakni PT Transbumi Serbaraja melakukan penjualan lahan atas konsesi jalan tol Serpong-Balaraja sepanjang 40 kilometer (km). Proyek jalan tol ini dimulai pada Juli lalu untuk 10 km pertama.

Selain itu, perseroan menjual lahan untuk pengembangan pusat perbelanjaan di kawasan Cibubur, Jawa Barat. Penjualan dilakukan melalui perusahaan patungan yaitu PT Sahabat Kota Wisata senilai Rp 287 miliar.

Untuk memperkuat marketing sales tahun ini, BSDE telah meluncurkan klaster baru FleekHauz yang berlokasi di pengembangan tahap kedua BSD City. Klaster tersebut dikembangkan di lahan seluas dua hektar. FleekHauz menawarkan 290 unit dengan harga Rp 861 juta-1 miliar per unit.

"Pada saat peluncuran, seluruh unit terjual habis dan BSDE mendapatkan pre-sales marketing senilai Rp 235 miliar. Proyek ini akan dilanjutkan degan FleekHauz R sebanyak 160 unit," ujarnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait