Pemerintah Prediksikan Pertumbuhan Impor 2019 Hanya Separuh Tahun lalu

Pertumbuhan impor diprediksi hanya 7,1% tahun ini, lebih rendah dari tahun lalu yang diproyeksi mencapai 13,4%.
Image title
17 Januari 2019, 11:38
Pelabuhan ekspor
Arief Kamaludin | Katadata
Aktivitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Pemerintah memperkirakan pertumbuhan impor tahun ini tidak akan seagresif tahun lalu. Prediksinya, impor hanya akan tumbuh 7,1% atau nyaris separuh dari tahun lalu yang diproyeksikan sebesar 13,4%. Meski begitu, pertumbuhan ekspor diperkirakan belum melampaui impor.

Ekspor diperkirakan akan tumbuh 6,3% tahun ini, meningkat dibandingkan tahun lalu sebesar 6,2%. Namun, tantangan global masih membayangi proyeksi tersebut, di antaranya perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok yang membuat perdagangan global melambat.

Global trade mengalami pelemahan," kata dia dalam Rapat Kerja Perekonomian 2019 dengan DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (16/1). perdagangan dunia diprediksikan hanya tumbuh 4,2% tahun lalu, dan melemah menjadi 4% pada tahun ini.

(Baca: Neraca Dagang Jebol, Lingkungan Dekat Jokowi Ditengarai Berperan)

Adapun pemerintah memiliki beberapa langkah kebijakan untuk menghadapi lingkungan global yang tak pasti. Pertama, perbaikan struktur neraca transaksi berjalan dan neraca perdagangan, terutama dengan mendorong peningkatan ekspor. Kedua, pengembangan industri hulu untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku.

Selain itu, perbaikan iklim investasi dan daya saing, serta berupaya menjaga stabilitas politik dan optimisme, serta kepercayaan masyarakat terutama pelaku usaha.

(Baca: Pemerintah Hitung Kebutuhan 2019, Ini Proyeksi Jumlah Impor Pangan)

Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan impor akan tumbuh lebih tinggi yaitu 9,9-10,3% tahun ini, sedangkan ekspor akan tumbuh di kisaran 6,8-7,2%. "Kami perkirakan impornya lebih tinggi, sehingga negatif net ekspornya lebih tinggi," ujar dia.

Reporter: Rizky Alika

Video Pilihan

Artikel Terkait