PENGANGKATAN GERBONG KERETA LRT Show
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Image title
Oleh Arief Kamaludin
5 Desember 2019, 18:15

Foto: Kereta LRT, Moda Baru Transportasi di Ibu Kota dan Penyangganya

Ada hal baru dalam layanan transportasi di Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya. Mulai 1 Desember kemarin, kereta light rail train atau lintas rel terpadu (LRT) beroperasi secara komersial. Ada enam stasiun pemberangkatan dalam tahap awal ini: Velodrome, Equestrian, Pulomas, Boulevard Selatan, Boulevard Utara, dan Pegangsaan Dua.

PT LRT Jakarta memberikan kejutan kepada penumpang pertama yang membeli tiket pada Minggu pagi itu. “Tiba-tiba dikasih bingkisan tumbler oleh petugas,” kata Elvin, 29,  di Stasiun LRT Pegangsaan Dua.

Perusahaan ini optimistis mampu mencapai target 14 ribu penumpang per hari. Salah satu cara mencapai angka itu dengan menerapkan fasilitas pelayanan penumpang di Stasiun Velodrome yang terintegrasi dengan halte TransJakarta, melalui skybridge di Jalan Pemuda, Jakarta Timur.

(Baca: Beroperasi Komersial, LRT Jakarta Optimistis Capai 14 Ribu Penumpang)

Setelah LRT di Jakarta, moda trasnportasi ini akan meluas ke beberapa daerah penyangga Ibu Kota, yakni Bogor, Depok, dan Bekasi. Aktivitas pembangunannya terus berlangsung. Rabu kemarin, sejumlah petugas terlihat mengawasi proses pengangkatan gerbong kereta LRT ke atas rel di Stasiun Harjamukti, Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat.

Sebagian dari mereka ada yang mengoperasikan alat pendorong gerbong kereta yang telah berhasil diangkat ke atas rel. Saat ini sebanyak dua dari total 31 rangkaian kereta LRT buatan PT INKA telah diangkat di atas rel Stasiun Harjamukti, dan diprediksi akan selesai semua pada 2020.

Pemerintah menargetkan LRT Jabodebek koridor Cibubur-Dukuh Atas beroperasi pada 2021 dengan kapasitas 250 orang per gerbong. Waktu tunggu ditaksir tak lebih dari tiga menit dengan tiket seharga Rp 12 ribu per penumpang.