Angin Segar Bagi Industri Musik di Masa Pandemi Show
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Image title
26 Oktober 2021, 09:00

Foto: Simulasi Konser, Awal Angin Segar Industri Musik di Masa Pandemi

Industri musik tak kalis dari dampak pandemi corona. Secara global, majalah Pollstar memperkirakan sektor ini merugi lebih dari US$ 30 miliar, sekitar Rp 434 triliun, tahun lalu akibat pembatalan konser dan live music. Tentu hal ini dialami oleh para musisi atau seniman Tanah Air.

Seiring penurun kasus Covid-19 di dalam negeri, termasuk di Jakarta, pemerintah menyesuikan aturan selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level dua. Kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan diizinkan. Syaratnya, kapasitas maksimal 50 %, menerapkan protokol kesehatan lebih ketat, dan wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

Tentu ini menjadi angin segar bagi industri musik Tanah Air. Di Ibu Kota Jakarta, simulasi konser digelar di M-Bloc pada Sabtu, 23 Oktober 2021. Ini merupakan ruang kreatif baru yang dulunya merupakan rumah dinas Perum Peruri. Rencnanya, konser bertajuk “Emerging Showcase Special Edition di M-Bloc Live House”.

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.