Android 10, Sistem Operasi Google yang Diwajibkan Mulai Tahun Depan

Android adalah sistem operasi telepon pintar milik Google yang paling banyak digunakan di dunia.
Pingit Aria
10 Oktober 2019, 15:50
Google meluncurkan Android 10 yang akan digunakan sebagai sistem operasi global pada semua ponsel Android pada 2020.
TWITTER @Android
Google meluncurkan Android 10 yang akan digunakan sebagai sistem operasi global pada semua ponsel Android pada 2020.

Google baru meluncurkan sistem operasi ponsel pintar Android 10 pada awal September 2019 lalu. Kemudian, pada Selasa (8/10) lalu, Google mengumumkan bahwa semua perangkat yang diluncurkan setelah 31 Januari 2020 harus mengadopsi Android 10.

Android 10 adalah pembaruan dari rilisan besar kesembilan atau yang dikenal dengan Android Pie.  Sebelumnya, versi beta dari Android 10 telah diujicobakan pada ponsel Pixel buatan Google sejak Maret 2019 lalu.

Dengan mengadopsi Android 10, perangkat smartphone baru dapat diisi dengan Google Mobile Services (GMS). Adapun GMS berisi deretan aplikasi bawaan Google, termasuk Play Store dan Play Services.

Langkah ini diambil agar para pengguna dapat merasakan pengalaman terbaik Android 10. Selain itu, dengan versi terbaru, ponsel pintar akan terus mendapatkan pembaruan keamanan paling mutakhir.

Advertisement

Sebagai syarat lain, Google juga meminta manufaktur untuk membenamkan fitur Digital Wellbeing. Fitur ini merupakan dasbor yang dipakai untuk memantau penggunaan aplikasi, termasuk durasinya.

(Baca: Google dan 3 Startup Global Berbagi Kiat Jadi Unicorn hingga Ekspansi)

Tidak hanya itu, manufaktur juga diminta untuk menyertakan fitur Family Link. Sesuai namanya, fitur ini membantu orang tua untuk memantau perangkat yang digunakan anggota keluarganya.

Terakhir, perangkat Android anyar juga diwajibkan kompatibel dengan pengisi daya USB-C PD. Saat ini, USB-C PD merupakan standar terbuka umum untuk UBS-C yang memungkinkan fitur pengisian daya cepat.

Sebelumnya, Google juga dilaporkan tengah mengerjakan sertifikasi smartphone gaming atau game device certification. Sertifikat ini rencananya bakal diberikan kepada perangkat Android yang didedikasikan untuk bermain gim mobile.

Mengutip laman Tech Lapse, Rabu (9/10/2019), program dari Google ini bernama Game Device Certification. Sertifikat ini ada untuk memastikan smartphone gaming rilisan vendor smartphone terjamin performanya.

Untuk mendapatkan sertifikat ini, produk smartphone gaming harus didukung Vulkan 1.1 API, lulus tes Open GL ES/ Vulkan terbaru Khronos. Aplikasi juga harus dapat mengalokasikan setidaknya 2,3GB memori sistem dan memenuhi sejumlah persyaratan lainnya.

Saat ini program sertifikat perangkat gim oleh Google belum diumumkan secara resmi, tapi perusahaan tengah menyiapkan tim khusus untuk sosialisasi dengan produsen smartphone

(Baca: Negosiasi Dagang Buntu Karena Tiongkok Enggan Bahas Transfer Teknologi)

Android adalah sistem operasi berbasis Linux yang dirancang untuk perangkat mobile layar sentuh seperti ponsel pintar atau computer tablet. Android awalnya dikembangkan oleh Android,Inc. sebelum perusahaan itu diakuisisi oleh Google pada 2005.

Sistem operasi Android dirilis secara resmi pada tahun 2007. Sedangkan ponsel Android pertama, yakni HTC Dream mulai dijual pada bulan Oktober 2008.

Android adalah sistem operasi dengan sumber terbuka. Pada bulan Oktober 2013, ada lebih dari satu juta aplikasi yang tersedia untuk Android, dan sekitar 50 miliar aplikasi telah diunduh dari Google Play, toko aplikasi utama Android.

Sebuah survei pada bulan April-Mei 2013 menemukan bahwa Android adalah platform paling populer bagi para pengembang, digunakan oleh 71% pengembang aplikasi bergerak. Saat ini Android memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif bulanan dan menjadi sistem operasi telepon pintar yang paling banyak digunakan di dunia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait