Disuntik Dana dari Softbank dan Alibaba, Tokopedia Perkuat Logistik

Layanan Tokopedia sudah menjangkau 93% kecamatan di Indonesia.
Desy Setyowati
31 Januari 2019, 19:12
IED 2019
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
William Tanuawijaya selaku founder Tokopedia (kiri) dan Metta Dharmasaputra selaku Chief Executive Officer Katadata dalam acara Indonesia Economi Day 2019(IED 2019) di Hotel Mulia, Jakarta (31/1).

Tokopedia mendapat pendanaan baru senilai US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 16 triliun dari Softbank dan Alibaba pada Desember 2018 lalu. Investasi tersebut rencananya bakal digunakan untuk membangun pergudangan di Indonesia.

Menurut CEO Tokopedia William Tanuwijaya, gudang akan sangat membantu perkembangan bisnis para mitranya. "Sebagai penyedia layanan kami mau membangun pergudangan di seluruh Indonesia, karena kami punya data dan teknologi," katanya dalam Indonesia Economic Day 2019 di Jakarta, Kamis (31/1).

Dengan data transaksi yang dimiliki, Tokopedia bisa mengetahui daerah mana saja yang distribusi barangnya cukup besar. Kemudian, Tokopedia bisa membangun gudang di wilayah tersebut.

(Baca: Unicorn Dikuasai Asing, Rudiantara: Untungnya Tetap untuk Indonesia)

Hal ini sejalan dengan misi Tokopedia untuk menjadi perusahaan teknologi, yang membantu pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). "Misi kami mengubah bisnis menjadi perusahan teknologi, maka kami harus investasi banyak di infrastruktur yang nyata," kata dia.

Langkah seperti ini akan semakin memperluas pangsa pasar mitra. "Sekarang ini, beli kripik pisang dari Aceh bisa sampai tiga hari," kata dia. Dengan membangun gudang, pengiriman barang akan lebih cepat. Alhasil, transaksi mitra diharapkan bisa meningkat.

Untuk membangun pergudangan ini, Tokopedia bakal menggandeng pihak ketiga. "Kami mau cari mitra yang punya kapabilitas (dalam membangun gudang). Kami punya filosofi, tidak semua harus kami bangun sendiri," kata dia.

(Baca: Tak Mau Seperti Amazon, Tokopedia Pilih Rangkul UMKM)

Adapun saat ini Tokopedia memiliki 5 juta mitra. Tokopedia mencatat total transaksi (gross merchandise value/GMV) naik empat kali lipat di 2018 dibanding tahun sebelumnya (year on year/yoy). Tokopedia juga mengklaim bahwa layanannya menjangkau 93% kecamatan di Indonesia.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait