Pendiri Uber Terbitkan Mata Uang Digital

Bersama Travis Kalanick, Garret Camp merupakan pendiri Uber.
Pingit Aria
5 Maret 2018, 13:22
Bitcoin
Katadata

Pasar mata uang digital akan semakin ramai dengan kehadiran cryptocurrency baru bernama Eco. Mata uang digital ini dikembangkan oleh salah satu pendiri platform ride sharing Uber, Garret Camp.

Pria yang juga founder dari perusahaan pendanaan bernama Expa ini ingin Eco menjadi mata uang digital global yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran dalam transaksi di kehidupan sehari-hari.

Pada awal kemunculannya, Eco tersebut akan menerbitkan satu triliun token, yang 50% diantaranya diberikan kepada satu miliar pendaftar pertama, 20% untuk perguruan tinggi dengan alamat IP terpercaya, 10% milik para penasihat, dan 10% kepada rekan strategis. Sedangkan 10% sisanya akan diberikan ke Eco Foundation selaku yayasan yang bertanggung jawab untuk membuat dan menjaga jaringan mata uang digital ini.

(Baca juga: Bitcoin.co.id Tak Jamin Risiko Kehilangan Uang Digital Penggunanya)

Advertisement

Dikutip dari Tech Crunch, dalam tahap permulaannya ini, Camp beserta sejumlah rekan yang bekerja sama dengan Expa akan mendonasikan US$ 10 juta kepada yayasan tersebut sebagai biaya operasional.

Proposal perdana dari Eco menjelaskan bahwa cryptocurrency ini ingin memperbaiki sejumlah masalah yang jamak ditemukan di dalam mata uang digital. Di antaranya, Eco hanya memungkinkan pemilik alamat IP terverifikasi untuk masuk ke dalam jaringannya dalam melakukan transaksi. Dengan begitu, jaringan Eco akan bersih dari akun anonim layaknya Bitcoin dan diklaim lebih aman dari serangan siber dan penipuan.

Kemudian, cryptocurrency ini akan memiliki persediaan token yang besar, situs sederhana, dan aplikasi untuk perangkat mobile agar dapat lebih mudah digunakan bertransaksi. Selain itu, Eco juga ingin lebih efisien dalam penggunaan energi ketika melakukan verifikasi transaksi serta mendapatkan token.

(Baca juga: Jokowi Sebut Mata Uang Digital Sedang Diperebutkan Banyak Orang)

Camp menegaskan bahwa Eco tidak akan melakukan initial coin offering (ICO). Sebab, mengingat sejumlah penyelenggara ICO di berbagai negara kerap menemui masalah terkait regulasi.

Eco akan melakukan uji coba jaringan pada akhir tahun ini, namun para user sudah bisa mendaftar untuk mendapatkan username serta token.

Reporter: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait