Survei Google: 44% Laki-laki Tak Menginginkan Istrinya Bekerja Penuh

Internet dapat menjadi jalan keluar bagi perempuan yang ingin berbisnis, sekaligus mengurus rumah tangga.
Michael Reily
Oleh Michael Reily
26 Oktober 2017, 14:40
Google digital
Arief Kamaludin (Katadata)

Google Indonesia membuat berbagai program untuk membantu perempuan mengembangkan usahanya. Google menemukan bahwa potensi perempuan untuk menjadi kekuatan ekonomi cukup besar, namun kesempatan yang mereka peroleh masih terbatas.

Riset Google yang dilakukan terhadap 900 responden di kota-kota besar di Indonesia menemukan bahwa sebanyak 61% perempuan pengguna internet ingin bekerja. Namun, keinginan mereka dibatasi oleh 44% laki-laki yang tidak mengizinkan istri bekerja secara penuh.

Google pun menyatakan bahwa internet dapat menjadi jalan keluar dari masalah ini. “Self-employment untuk perempuan menjadi tren yang tepat untuk memenuhi kebutuhan mereka untuk bekerja karena memberikan fleksibilitas waktu,” kata Veronica di Jakarta, Kamis (26/10).

Veronica menyebut, Google menyediakan aplikasi edukasi gratis supaya perempuan yang sibuk mengurus anak dan kebutuhan rumah tangga bisa menyisihkan 5 menit tiap harinya untuk belajar tentang bisnis. Ada juga Gerakan Pelatihan Usaha Rakyat (Gapura) sebagai program pendidikan pemasaran digital yang dilakukan secara tahunan.

Selain itu, menurut Veronica, kesulitan utama perempuan dalam berbisnis disebabkan oleh kurangnya kepercayaan diri. Oleh karena itu, Google membuat inisiatif womenwill untuk meningkatkan kepercayaan diri perempuan. “Komunitas bisa membantu perempuan untuk saling berbagi sehingga tumbuh kepercayaan diri,” tutur Veronica lagi.

Menurutnya, target utama Google adalah mengajak UKM yang masih melakukan bisnis secara konvensional untuk go digital. Namun, prioritas terhadap perempuan menjadi penting karena keterlibatan digital yang merata pada UKM dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 2%.

Data Deloitte Access Economics pada 2015, adopsi digital berpotensi mengalami kenaikan pendapatan 80% lebih cepat daripada bisnis konvensional. “Nilainya jauh lebih banyak untuk UKM offline yang go online, dibanding UKM yang hanya go online lewat media sosial,” kata Veronica.

Google mencatat, ada lebih dari 55 juta UKM di Indonesia dan kontribusinya lebih dari 60% Produk Domestik Bruto dan 97% tenaga kerja di Indonesia. Selain itu, 99,99% usaha di Indonesia merupakan UKM.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait