Bukukan Pendapatan, Saham Bumi Resources Kembali Diperdagangkan

Sebelumnya, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk dihentikan sementara pada 2 April 2019 lalu karena tidak membukukan pendapatan pada triwulan IV-2018.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
12 April 2019, 11:25
Suasana Bursa Efek Indonesia
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Suasana Bursa Efek Indonesia

Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) akhirnya bisa diperdagangkan kembali mulai hari ini, Jumat (12/4), usai dihentikan sementara (suspend) pada 2 April 2019 lalu. Alasannya, perusahaan Grup Bakrie tersebut akhirnya mengantongi pendapatan pada triwulan I-2019 dari bisnis utamanya tambang emas dan tembaga.

"Kami sudah selesai melakukan review. Bumi Resources Minerals kita unsuspend pagi ini. Perseroan telah menghasilkan pendapatan dari main business-nya," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia kepada wartawan, Jumat (12/4).

Sebelumnya, Bumi Resources Minerals di-suspend karena mereka tidak membukukan pendapatan pada triwulan IV-2018. Hal itu terlihat dari laporan keuangan perusahaan tahun lalu, di mana pendapatan perusahaan pada 2018 senilai US$ 1,182 juta. Nilai tersebut, juga tercatat dalam laporan keuangan triwulan III-2018.

(Baca: BRMS Raih Laba Rp 1,15 miliar pada Kuartal I 2019)

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2018 yang dirilis pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan BRMS tercatat US$ 1,26 juta, meningkat 52% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 825 ribu. Penghasilan bunga BRMS juga meningkat, dari US$ 2.625 pada kuartal I 2018 menjadi US$ 28.035 pada kuartal I 2019, meningkat 968%.

Dengan catatan itu, perusahaan mengantongi laba bersih pada kuartal I 2019 sebesar US$ 81.723 atau setara dengan Rp 1,15 miliar (kurs Rp 14.160 per US$ 1). Sedangkan, pada periode yang sama tahun lalu BRMS mencatatkan kerugian sebesar US$ 4,69 juta atau sekitar Rp 66,4 miliar.

Dari sisi beban, BRMS juga mencatatkan hasil yang positif, di mana perseroan berhasil menekan beban usaha dan beban keuangan. Beban usaha BRMS tercatat sebesar US$ 1,06 juta, turun 36,6% dari besaran beban usaha periode yang sama tahun lalu, sebesar US$ US$ 1,67 juta.

Sementara, beban bunga dan keuangan tercatat turun drastis. Dari US$ 3,78 juta pada kuartal I 2018 menjadi US$ 7.779 pada kuartal I 2019. Penurunan beban keuangan dan bunga yang drastis ini disebabkan karena BRMS telah melunasi pinjaman dari Credit Suisse.

(Baca: Perusahaan Tambang Grup Bakrie Bayar Utang Rp 281 Miliar)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait