Macam-Macam Motif dan Kegiatan Ekonomi

Motif dan kegiatan ekonomi merupakan hal fundamental dalam aktivitas perekonomian. Seseorang melakukan tindakan dan kegiatan ekonomi karena ada alasan di baliknya agar bisa memenuhi kebutuhan.
Image title
29 September 2021, 17:37
Pasar merupakan tempat berlangsungnya kegiatan ekonomi distribusi.
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc.
Pasar merupakan tempat berlangsungnya kegiatan ekonomi distribusi.

Ekonomi akan selalu ada dalam kehidupan manusia. Penerapan ilmu ekonomi penting bagi keberlangsungan hidup tiap individu. Sebab, dengan begitu mereka bisa memenuhi kebutuhannya dan mencapai kemakmuran.

Namun, di balik padatnya aktivitas perekonomian terdapat alasan tersendiri mengapa kegiatan atau tindakan ekonomi dilakukan oleh individu atau perusahaan.

Motif Ekonomi

Menurut Schiffman dan Kamuk, motif ekonomi dapat digambarkan sebagai kekuatan penggerak antara individu-individu yang mendorong mereka untuk dapat bertindak. Kekuatan penggerak itu disebabkan karena adanya ketegangan yang timbul akibat kebutuhan yang tidak terpenuhi.

Sederhananya, motif ekonomi dapat diartikan sebagai suatu alasan yang melatarbelakangi seseorang untuk melakukan tindakan dan kegiatan ekonomi dalam rangka memenuhi kebutuhan (pangan, sandang, papan).

Berdasarkan sifatnya, motif ekonomi dibagi menjadi dua, yakni motif ekstrinsik dan motif intrinsik. Motif ekstrinsik merupakan motivasi yang berasal dari luar individu yang kebanyakan adalah kebutuhan pendukung yang timbul karena adanya pengaruh lingkungan.

Sedangkan, motif intrinsik merujuk pada motivasi yang berasal dari dalam individu tanpa dorongan atau pengaruh dari luar. Motif ini umumnya meliputi kebutuhan dasar manusia yang bersifat primer.

Macam-macam Motif Ekonomi

Motif ekonomi memiliki tujuan akhir untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai suatu kemakmuran. Motif ekonomi dapat dibedakan menjadi motif individu dan motif organisasi yang masing-masing memiliki tujuan tertentu.

Motif Individu

Sesuai namanya, motif individu didasarkan pada dorongan tiap-tiap individu untuk memperbaiki perekonomian serta mencapai kesejahteraan diri dan keluarga. Adapun motif tersebut di antaranya:

  • Memenuhi kebutuhan dan meningkatkan taraf hidup

Untuk melanjutkan hidup, setiap individu memiliki kebutuhannya masing-masing, baik berupa barang maupun jasa. Kebutuhan manusia cenderung bersifat tidak terbatas, sedangkan alat pemuasnya tidak selalu mencukupi. Untuk itu, perlu adanya perhitungan yang cermat agar memperoleh hasil sesuai harapan.

  • Memperoleh keuntungan

Tujuan memperoleh keuntungan ini bisa berupa uang atau dalam bentuk lainnya. Dengan memperoleh keuntungan tersebut, diharapkan kekayaan seseorang juga akan mengalami peningkatan sehingga dapat mempertahankan kelangsungan hidup dengan lebih baik.

  • Memperoleh penghargaan

Tindakan ekonomi seseorang  kadang juga dilakukan dengan alasan agar individu tersebut dihargai oleh orang lain. Hal in dilakukan untuk mendapat kepuasan tersendiri bagi pelaku kegiatan ekonomi. Penghargaan ini dimaksudkan untuk memperoleh pujian hingga status sosial yang lebih tinggi di lingkungannya.

  • Memperoleh kekuasaan

Motif memperoleh kekuasaan bisa hadir di level politik kenegaraan hingga ke skala yang lebih kecil yakni di level pertemanan atau keluarga.

Motif Organisasi

Motif ini didasari keinginan suatu kelompok untuk meningkatkan kondisi ekonomi anggota kelompok tersebut dengan cara bekerja bersama-sama. Adapun motif organisasi di antaranya:

  • Produksi barang

Suatu perusahaan berusaha untuk memperoduksi barang atau jasa dengan harga terjangkau dan kualitas yang mumpuni sehingga mendapat porsi tertentu di dalam pasar secara berkelanjutan.

  • Mencari keuntungan

Sudah merupakan hal lumrah sebuah perusahaan menjalankan tindakan ekonomi untuk memperoleh keuntungan. Dengan mendapat profit, suatu perusahan atau organisasi dapat terus beroperasi dan melanjutkan aktivitas ekonomi.

Adapun langkah yang dapat dilakukan perusahaan untuk mendapat keuntungan atau profit, antara lain dengan menetapkan harga produk yang tepat, mengurangi pengeluaran, memperluas jaringan, memperbanyak produk, mengadopsi teknik pemasaran yang tepat, dan tidak menyia-nyiakan peluang bisnis lain yang datang.

  • Menjaga kontinuitas

Tindakan ekonomi juga dilakuakan suatu organisasi atau perusahaan dengan motif menjaga kontinuitas dan mempertahankan eksistensinya. Sehingga, menjadi alasan mereka untuk dapat selalu menghasilkan keuntungan secara berkelanjutan agar usaha tidak gulung tikar dan kalah saing dengan kompetitor lainnya.

Kegiatan Ekonomi

Kegiatan ekonomi merupakan sesuatu yang harus tetap dijaga siklus perputarannya. Negara dengan kegitan ekonomi yang stabil dan sehat akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, kegiatan ekonomi yang sewenang-wenang dan tanpa perhitungan akan berakibat buruk pada kelangsungan hidup masyarakat.

Kegiatan ekonomi dapat disimpulkan sebagai kegiatan yang dilakukan untuk menunjang dan memenuhi kebutuhan hidup manusia. Agar kegiatan ekonomi berjalan dengan lancar, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak yang terlibat. Ada yang berlaku sebagai penjual dan pembeli.

Merujuk pada materi pembelajaran IPS yang diakses melalui laman sumber belajar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, bentuk kegiatan ekonomi yang dilakukan manusia meliputi tiga kegiatan, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi.

Kegiatan Ekonomi Produksi                                    

Produksi diartikan sebagai kegiatan ekonomi atau upaya yang dilakukan manusia untuk menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa. Pihak yang melakukan kegiatan produksi disebut sebagai produsen.

Adapun contoh kegiatan ekonomi produksi, antara lain menjahit kain menjadi pakaian yang layak pakai, menanam padi, penambangan emas, perkebunan teh, dan lain sebagainya.

Ada banyak tujuan suatu barang dan jasa tertentu diproduksi oleh produsen, seperti:

  • Memenuhi kebutuhan hidup manusia.
  • Memperoleh keuntungan atau laba produksi.
  • Menjaga kelangsungan hidup perusahaan.
  • Meningkatkan nilai mutu dan jumlah produksi.
  • Menggantikan barang yang rusak karena termakan usia atau situasi tertentu.

Berdasarkan bidang usahanya, kegiatan produksi dapat dikelompokkan menjadi 5, yaitu:

  • Bidang agraris

Agraris merupakan bidang produksi yang dilakukan untuk mengolah dan memilihara alam (hewan dan tanaman). Adapun contohnya, seperti peternakan, perkebunan, dan pertanian.

  • Bidang ekstraktif

Bidang ini merujuk pada produksi yang mengambil langsung hasil yang sudah disediakan alam tanpa melewati proses pengolahan lebih lanjut. Contoh produksi bidang ekstraktif, seperti perikanan dan pertambangan.

  • Bidang perdagangan

Di bidang perdagangan produksi dilakukan dengan mengumpulkan dan menjual kembali hasil produksi kepada yang membutuhkan guna memeroleh keuntungan. Contoh kegiatan produksi perdagangan, yaitu kios, toko, supermarket, minimarket, dan sebagainya.

  • Bidang industri

Produksi bidang industri dilakukan dengan mengolah bahan mentah menjadi barang jadi , barang mentah menjadi barang setengah jadi, atau barang setengah jadi menjadi barang jadi, seperti pengolahan benang menjadi kain.

  • Bidang jasa

Untuk bidang jasa, di tujukan pada prasarana yang  membantu memperlancar jalannya produksi tanpa terlibat secara langsung dalam proses pembuatan barang, seperti sekolah, rumah sakit, dan perbankan.

Adapun faktor yang berperan memperlancar kegiatan ekonomi produksi, yaitu alam, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan.

Kegiatan Ekonomi Distribusi

Setelah proses produksi dilakukan, selanjutnya barang akan dipasarkan lewat proses distribusi untuk bertemu dengan konsumen yang membutuhkan. Pelaku distribusi disebut distributor. Contoh kegiatan ekonomi distribusi, seperti toko yang menjual kebutuhan sembako, toko emas, dan lain sebagainya.

Kegiatan ekonomi distribusi dilakukan guna menjaga kelangsungan hidup kegiatan produksi, barang atau jasa yang telah diproduksi dapat dimanfaatkan oleh konsumen, dan memudahkan akses konsumen untuk menemukan barang atau jasa yang dibutuhkan.

Saluran distribusi dapat dibagi menjadi tiga, yakni distribusi langsung, distribusi semi langsung, dan distribusi tidak langsung.

  • Distribusi langsung

Distribusi langsung merupakan kegiatan ekonomi yang barang atau jasanya didistribusikan tanpa melalui perantara, dengan kata lain langsung dari produsen ke konsumen.

  • Distribusi semi langsung

Dalam distribusi semi langsung, barang atau jasa didistribusikan dari produsen ke konsumen lewat perantara pedagang yang merupakan bagian dari produsen.

  • Distribusi tidak langsung

Sistem distribusi ini dijalakan lewat produsen kepada konsumen melalui agen, grosir, makelar, komisioner, atau pedagang kecil yang berperan sebagai perantara.

Kegiatan Ekonomi Konsumsi

Kegiatan ekonomi konsumsi dilakukan guna memenuhi kebutuhan barang atau jasa demi kelangsungan hidup sehari-hari. Orang yang menerapkan perilaku konsumsi disebut sebagai konsumen. Adapun contoh kegiatan produksi, yakni membeli sembako, membeli pakaian, membeli rumah, kendaraan, dan sebagainya.

Kegiatan ekonomi konsumsi dilakukan untuk mengurangi nilai guna barang secara bertahap atau sekaligus, dan memuaskan kebutuhan jasmani maupun rohani. Pelaku kegiatan konsumsi umumnya dibagi menjadi tiga, yaitu rumah tangga, perusahaan, dan negara.

Editor: Safrezi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait