Memahami Pernyataan Positif dan Normatif serta Metodologi Ilmu Ekonomi

Pernyataan positif dan normatif merupakan wujud pendekatan yang digunakan para ekonom dalam mengkaji suatu kondisi ekonomi. Lalu, dicari penjelasan dan solusinya lewat metodologi ilmu ekonomi.
Image title
30 September 2021, 14:25
Memahami Pernyataan Positif dan Normatif serta Metodologi Ilmu Ekonomi
123rf
Ilustrasi ilmu ekonomi.

Dalam ilmu ekonomi, keadaan yang terjadi dan yang akan terjadi dalam masyarakat perlu dibedakan dengan keadaan yang sebaiknya terjadi.

Keadaan yang terjadi dan yang akan terjadi adalah keadaan sebenarnya dalam masyarakat. Kondisi ini memerlukan suatu perbaikan melalui tindakan-tindakan agar tercapai suatu kondisi yang ideal. Untuk itu, digunakanlah suatu pendekatan.

Mengutip buku paket SMA kelas X berjudul “Ekonomi” karya Alam S, dalam mengkaji suatu kondisi ekonomi, para ekonom menggunakan dua jenis pendekatan yang terwujud dalam pernyataan positif dan pendekatan normatif.

Pernyataan Positif dan Normatif

Pernyataan positif bersifat deskriptif dan membuat klaim tentang bagaimana dunia ini. Sementara, pernyataan normatif bersifat perspektif dan membuat klaim tentang bagaimana dunia seharusnya.

Pernyataan Positif

Pernyataan positif menggambarkan fakta-fakta dari kegiatan ekonomi yang terjadi di masyarakat. Fakta ini berhubungan dengan perkiraan tentang hal yang sudah dan yang akan terjadi.

Contohnya, penerapan teknologi dalam sektor pertanian dapat meningkatkan hasil pertanian dan kemakmuran ikut bertambah. Namun, fakta di lapangan menunjukan hanya sedikit orang yang berhasil dalam sektor pertanian. Sebab, hanya sebagian warga yang aktif dalam kegiatan produksi, sedangkan yang lainnya menjadi konsumen. Alhasil, hanya sebagian orang yang menikmati kekayaan.

Kasus ini merupakan pernyataan positif dan dapat ditelaah kebenarannya menggunakan data atau fakta yang tersedia.

Pernyataan Normatif

Pernyataan normatif berkaitan dengan kriteria kebijakan yang optimal. Ilmu ini menggunakan studi empiris dan prediksi ekonomi positif, serta menggabungkan keduanya dalam dalam pertimbangan nilai yang mencerminkan gagasan ideal tentang masyarakat dalam rangka memperoleh rekomendasi kebijakan.

Contohnya, apakah lembaga administratif pemerintahan lebih baik daripada pasar dalam menampung perubahan pola permintaan air? Atau haruskah proyek penyediaan air tertentu dilakukan?

Dalam pernyataan normatif, pertentangan antara hal yang baik dan buruk menjadi perhatian. Pernyataan ini banyak digunakan oleh para penasihat ekonomi.

Metodologi Ilmu Ekonomi

Objek kajian ilmu ekonomi tidak lain adalah berbagai masalah ekonomi yang dicari penjelasan dan penyelesaiannya. Umumnya, dalam menganalisis masalah perekonomian, ilmu ekonomi memulainya dengan observasi objek permasalahan.

Selanjutnya, menentukan hubungan permasalahan dengan teori ekonomi yang terkait, menentukan hipotesis, mengidentifikasi masalah melalui  pertanyaan, menentukan variabel yang akan diuji, serta menentukan asumsi-asumsi dan model yang digunakan untuk mendapatkan solusi atau kesimpulan.

  • Melakukan obeservasi dan memilih teori

Hubungan antara observasi dan teori juga terjadi dalam ilmu ekonomi. Kendati demikian, para ekonom mengalami keterbatasan dalam hal melakukan eksperimen untuk menyelesaikan masalah ekonomi.

Contoh hubungan ini semisal, seorang ekonom yang tinggal di suatu negara yang mengalami kenaikan harga barang-barang tergerak untuk melakukan observasi. Untuk mendukung analisisnya, ia menggunakan teori inflasi. Teori ini bisa saja menyimpulkan bahwa inflasi yang tinggi terjadi karena pemerintah terlalu banyak mencetak uang.

Di akhir observasinya, si ekonom bisa saja meragukan kesesuaian teori inflasi itu untuk menjelaskan fenomena tersebut. Namun, jika fakta itu memiliki korelasi yang kuat terhadap kenaikan harga, ekonom akan semakin yakin terhadap kebenaran teori inflasi.

  • Mengidentifikasi permasalahan serta menentukan variabel dan hipotesis

Tahapan selanjutnya dalam metodologi ilmiah yaitu mengidentifikasi masalah dalam bentuk pertanyaan. Pertanyaan yang akan ditanyakan ke objek analisis ini haruslah tepat agar masalah dapat teridentifikasi dengan jelas. Selanjutnya, variabel yang relevan dapat ditentukan.

Dalam menentukan hipotesis atau jawaban sementara atas permasalahan yang terjadi, ilmu ekonomi menggunakan asumsi ceteris paribus. Istilah ini sering digunakan untuk menyederhanakan beragam formulasi dan deskripsi dari berbagai asumsi ekonomi.

Dalam ceteris paribus, fokus perhatian hanya pada variabel-variabel tertentu. Variabel lain yang berhubungan dianggap konstan sehingga tidak memengaruhi analisis. Setelah hipotesis ditemukan, dilakukan uji hipotesis dengan berfokus pada variabel yang diteliti.

Di saat bersamaan, faktor lain yang diasumsikan juga diperhatikan dalam uji hipotesis.

  • Menggunakan asumsi dan model

Adapun keterbatasn yang dihadapi ilmu ekonomi, antara lain objek penyelidikan yang tidak dapat dilokalisasi, dan manusia merupakan subjek merangkap objek penyelidikan sehingga kesimpulan dan generalisasi yang dihasilkan tidak dapat bersifat mutlak. Selain itu, ilmu ekonomi tidak memiliki laboratorium untuk melakukan eksperimen ekonomi.

Para ekonom memikirkan teori-teori, menghimpun data, lalu menganalisis data tersebut untuk membuktikan atau menyangkal teori-teori itu. Untuk mengambil suatu kesimpulan, biasanya para ekonom menggunakan metode asumsi dan model.

Ekonom membuat asumsi untuk menyederhanakan suatu masalah yang rumit. Misalnya, untuk mengkaji pengaruh perdagangan internasional, seorang peneliti hanya mengasumsikan hanya terdapat dua negara yang memproduksi dua jenis barang di dunia. Dengan asumsi ini, niscaya akan lebih mudah dalam memahami perdagangan internasional.

Sementara itu, model merupakan suatu bentuk penyederhanaan yang mengabaikan rincian bagian-bagian yang lain. Walau tidak memperlihatkan kondisi secara keseluruhan, model berguna untuk mempelajari proses interaksi antarpelaku ekonomi.

Model-model dalam ilmu ekonomi, yakni model diagram aliran sirkuler dan model kurva batas kemungkinan produksi.

Kegunaan Ilmu Ekonomi

Ilmu ekonomi akan selalu hadir dalam siklus hidup manusia, sebab tiap individu menghadapi kelangkaan dalam pemenuhan kebutuhan. Oleh karena itu, ilmu ekonomi diterapkan guna memperoleh hasil yang optimal.

Terdapat empat kegunaan utama mempelajari ilmu ekonomi, yaitu:

  • Mengajarkan cara berpikir ketika mengambil keputusan

Cara berpikir yang dimaksud yaitu tiga konsep fundamental dalam ilmu ekonomi; biaya oportunitas, marjinalitas, dan pasar yang efisien. Biaya oportunitas adalah alternatif terbaik yang kita hentikan atau korbankan ketika mengambil suatu pilihan atau keputusan.

Marjinalitas adalah proses menganalisis biaya atau manfaat tambahan yang muncul dari suatu pilihan. Sementara itu, pasar efisien adalah suatu pasar di mana kesempatan mendapatkan laba terhapus lantaran sebagian besar orang mencari peluang laba yang sama, sehingga hanya sedikit peluang tersisa.

  • Memahami masyarakat dengan lebih baik

Ilmu ekonomi memungkinkan kita menemukan jawaban atas beberapa pertanyaan, seperti mengapa orang menghabiskan waktu dan uangnya untuk membangun gedung atau pabrik? Mengapa yang lainnya memutuskan memproduksi alat-alat transportasi dan membuka lahan?

  • Memahami persoalan global

Ilmu ekonomi membantu memahami fenomen-fenomena global, dampaknya, hingga korelasinya terhadap fenomena lain yang berhubungan.

  • Menjadikan kita pemilih yang kompeten

Ilmu ekonomi bisa membuat kita menjadi pemilih yang kompeten. Ketika kita berpartisipasi dalam proses politik, kita memberi suara pada persoalan-persoalan yang memerlukan pemahaman mendasar tentang ilmu ekonomi.

Editor: Safrezi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait