7 Gunung Tertinggi di Indonesia

Berdiri di puncak gunung tertinggi di Indonesia menjadi sesuatu yang diidam-idamkan sebagian besar pendaki. Untuk menaklukannya, pendaki perlu mempersiapkan fisik mental dan perlengkapan yang memadai.
Image title
8 Oktober 2021, 17:13
Gunung Kerinci, salah satu gunung tertinggi di Indonesia.
ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/wsj.
Gunung Kerinci, salah satu gunung tertinggi di Indonesia.

Gunung tertinggi di Indonesia menjadi tujuan sebagian besar pendaki lokal dan mancanegara. Ada tujuh gunung tertinggi di Indonesia atau yang juga disebut Seven summit Indonesia. Kehadirannya seolah memanggil para pendaki untuk ditaklukan.

Puncak tertinggi di Indonesia membawa nama tanah air sebagai sasaran destinasi sport tourism bagi wisatawan penyuka tantangan.

Kendati demikian, untuk menaklukan gunung-gunung tertinggi tersebut memerlukan persiapan fisik, mental, dan perlengkapan mendaki yang memadai guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti vertigo hingga hipotermia.

Adapun perlengkapan yang harus disiapkan para pendaki di antaranya, tas gunung (carrier), jas hujan, jaket gunung, tenda, matras, sepatu dan sandal gunung, nesting, hingga peralatan medis sebagai pertolongan pertama jika menghadapi serangan penyakit di ketinggian.

Selain itu, jangan lupa untuk memperkaya wawasan baik seputar aktivitas pendakian maupun informasi tentang gunung yang hendak ditaklukan. Hal ini dapat mencegah dan meminimalisir risiko yang kemungkinan terjadi selama waktu pendakian.

Mengutip laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, berikut 7 gunung tertinggi di Indonesia (seven summit Indonesia):

1. Carstensz Pyramid (Puncak Jaya)

Carstensz Pyramid atau yang juga dikenal dengan nama Puncak Jaya merupakan puncak tertinggi Indonesia yang terletak di Papua.

Gunung karang (limestone) dengan salju abadi ini memiliki ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl). Puncak Jaya juga masuk dalam daftar gunung tertinggi di dunia atau World Seven Summits.

Untuk mencapai puncak, para pendaki mesti punya persiapan fisik dan perlengkapan mendaki yang memadai. Selain itu, pendaki juga diharapkan memiliki kemampuan panjat tebing yang mumpuni.

Untuk mencapai puncak Carstensz Pyramid bisa melalui dua jalur, yakni dari Sugapa dan Ilaga.

2. Gunung Kerinci

Dengan ketinggian 3.805 mdpl, Gunung Kerinci menjadi atap Pulau Sumatera. Gunung yang terletak di perbatasan antara Sumatera Barat dan Jambi ini terletak di Taman Nasional Kerinci Seblat yang juga menjadi taman nasional terbesar di Indonesia.

Gunung Kerinci telah ditetapkan sebagai World Heritage Site dengan kategori Tropical Rainforest Heritage of Sumatra. Gunung ini juga menjadi gunung berapi tertinggi di Asia Tenggara.

TNKS merupakan habitat bagi Harimau Sumatera dengan jumlah populasi sekitar 160-167 ekor dan masuk dalam daftar hewan dilindungi. Bahkan, International Union for Conservation of Nature (IUCN) mengategorikan satwa ini dengan status kritis (critically endangered).

3. Gunung Rinjani

Gunung yang merupakan gunung tertinggi di gugusan kepulauan Sunda Kecil ini memiliki ketinggian 3.726 mdpl. Gunung yang terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat ini menjadi gunung berapi aktif kedua tertinggi di Indonesia. Di puncaknya, kelelahan para pendaki akan terbayarkan dengan keindahan danau kaldera yang membentang luas.

Untuk mencapai salah satu puncak tertinggi Indonesia ini, ada dua jalur pendakian yang bisa dilalui, yakni dari Sembalun dan Semeru.

4. Gunung Semeru

Gunung aktif yang rutin mengeluarkan abu vulkanik ini memiliki ketinggian 3.676 mdpl. Terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang, Gunung Semeru berada di bawah pengawasan administrasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Medan pendakiannya yang bervariasi menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki. Selama perjalanan menuju puncak, pendaki akan disuguhkan lanskap padang sabana, hutan cemara, danau gunung, hingga hutan montana.

Gunung yang dipercaya sebagai tempat bersemayamnya para dewa oleh umat Hindu ini memiliki tiga danau, yakni Ranu Kumbolo, Ranu Pani, dan Ranu Regulo.

Ranu Regulo berjarak sekitar 20 menit dari Ranu Pani. Pendaki bisa mendirikan tenda untuk beristirahat dan bermalam sebelum melanjutkan pendakian di Ranu Regulo.

5. Gunung Bukit Raya

Gunung yang terletak di perbatasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah ini menjulang setinggi 2.278 mdpl. Gunung Bukit Raya berada di bawah pengawasan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya.

Mengutip Indonesia Kaya, Gunung yang bukan termasuk gunung berapi ini menjadi gunung yang jarang didaki dan termahal setelah Gunung Puncak Jaya di Papua, sebab letaknya yang sangat terpencil dan memerlukan bermacam moda transportasi untuk tiba di titik pendakian.

Hutan Gunung Bukit Raya masih lestari dan terjaga. Terdapat lebih dari 800 jenis tumbuhan dari bermacam famili, salah satunya bunga Rhododendron yang menjadi tumbuhan endemik di kawasan ini. selain itu, pacet, tawon dan binatang liar lainnya menjadi tantangan untuk mendaki gunung ini.

6. Gunung Latimojong

Gunung dengan ketinggian 3.430 mdpl ini terletak di Pulau Sulawesi. Puncak tertinggi Gunung Latimojong berada di puncak Rantemario.

Kekayaan satwanya menjadi daya tarik para pendaki. Jika beruntung, pendaki bisa menjumpai babi rusa dan anoa selama pendakian.

Umumnya, jalur pendakian yang digunakan untuk menuju puncak Rantemario adalah jalur Kecamatan Baraka. Wilayah dari pegunungan Latimojong dipenuhi oleh hutan tipe montana yang memiliki karakteristik tumbuh di ketinggian 2.000 hingga 3.000 mdpl.

7. Gunung Binaiya

Gunung Binaiya merupakan puncak tertinggi yang terletak di Kepulauan Maluku. Dengan ketinggian 3.027 mdpl, gunung ini berada di Pulau Seram, Maluku.

Gunung yang termasuk dalam pegunungan karst dan tidak aktif ini memiliki keunikan berupa medan pendakian yang bervariasi. Gunung Binaiya memiliki hutan dengan ekosistem pantai, hutan rawa, hutan hujan dataran rendah, hutan hujan pegunungan, hingga hutan subalpin.

Editor: Safrezi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait