15 Hewan Langka Indonesia Beserta Gambarnya

Hewan langka merupakan satwa yang populasinya sedikit. Menurut data BPS, ada 15 hewan yang masuk dalam kategori langka.
Image title
2 Oktober 2021, 11:11
15 Hewan Langka Indonesai Beserta Gambarnya
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Sejumlah pengunjung melihat Komodo di Pulau Komodo.

Ketika kita datang ke kebun binatang atau taman safari pasti akan melihat beragam jenis hewan. Beberapa fauna tersebut ada yang merupakan hewan endemik atau asli dari negara kita.

Sayangnya, hewan asli tersebut banyak yang terancam punah. Penyebab kepunahan cukup beragam mulai dari habitat yang rusak hingga banyaknya perburuan liar.

Menurut data di Badan Pusat Statistik (BPS), ada 15 hewan langka Indonesia dengan jumlah yang sangat bervariasi. Berikut ini penjelasan tentang 15 satwa langka tersebut.

Hewan Langka Indonesia

1. Harimau Sumatera

Satwa endemik yang juga masuk dalam kategori fauna langka yaitu harimau sumatera. Hewan ini memiliki ciri khusus yaitu kulit berwarna gelap dengan corak loreng hitam rapat. Corak tersebut jika dilihat dengan seksama mirip dengan sidik jari manusia.

Berdasarkan data BPS, populasi satwa ini pada tahun 2015 sebanyak 58 ekor, tahun 2016 sebanyak 71 ekor, dan tahun 2017 tersisa 68 ekor.

Harimau sumatera juga masuk dalam kategori satwa dilindungi berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Thaun 1990. Menurut penjelasan di wwf.id, kelangkaan harimau sumateri karena banyaknya pemburuan dan perdagangan ilegal.

Faktor yang lain menyebabkan hewan ini langka yaitu habitat yang rusak dan berkurangnya spesies mangsa.

2. Gajah Sumatera

Contoh hewan langka selanjutnya yaitu gajah sumatera. Menurut data BPS, populasi gajah sumatera pada tahun 2017 ada 362 ekor. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2015 dan 2016 yang hanya 84 dan 115 ekor.

Banyak faktor yang menjadi pemicu kelangkaan populasi hewan bertubuh besar ini. Menurut penjelasan di Jurnal Biotik 6(1), pemburuan liar menjadi faktor utama.

Sementara itu, faktor lain seperti kematian akibat racun dan pemasangan arus listrik di area budidaya tanaman juga menyebabkan populasi hewan ini berkurang.

Mengutip dari programs.wcs.org, gajah sumatera memiliki ciri bobot sekitar 3 sampai 5 ton dengan tinggi kurang lebih 2 – 3 meter. Kulit gajah ini lebih terang dibandingkan gajah Asia lain dengan telinga terlihat berwarna putih kemerahan.

3. Badak

Badak menjadi satwa langka berikutnya yang tinggal di Indonesia. Dari data BPS, diketahui bahwa pada 2017, populasi badak hanya ada 80 ekor.

Mengutip dari Jurnal Swarnabhumi 1(1), badak merupakan mamalia berukuran besar dengan berat mencapai 1000 – 3000 kg. Tinggi bahu mencapai 200 cm dengan lengan pendek dan kokoh.

4. Banteng

Hewan langka Indonesia selanjutnya yaitu banteng. Menurut BPS, pada tahun 2017 jumlah banteng hanya ada 270 ekor.

Mengutip dari ksadae.menlhk.go.id, diketahui bahwa banteng yang hidup di Indonesia ada dua jenis yaitu Bos javanicus javanicus yang ada di Pulau Jawa dan Bos javanicus lowi di Kalimantan.

5. Owa

Menurut penjelasan di indonesia.go.id, owa jawa merupakan primata dengan ciri tidak berekor dan lengannya relatif lebih panjang dibandingkan tubuhnya.

Tangan owa selain panjang ternyata beroro kuat karena biasanya digunakan tumpuan mengayun dan berpindah dari satu pohon ke pohon lain. Dari data yang dimiliki BPS, pada tahun 2017 jumlah owa hanya 492 ekor.

6. Orang Utan

Hewan langka selanjutnya yaitu orang utan. Mengutip dari indonesia.trevel, orang utan endemik Indonesia setidaknya ada tiga jenis yaitu orang utan sumatera, orang utan kalimantan, dan orang utan tapanuli.

Ciri khas tersendiri berwarna bulu coklat kemerahan dan orang utan dari Kalimantan memiliki ciri wajah besar dengan pelipis menyerupai bantal.

Sementara itu, orang utan tapanuli merupakan spesies baru dan ditemukan di Ekosistem Batang Toru. Spesies ini terancam punah dan kondisinya sangat memprihatinkan.

Populasi orang utan menurut data BPS pada tahun 2017 hanya da 1.890 ekor saja. Bahkan pada tahun 2015 populasinya sempat berada di angka 143 ekor.

7. Bekantan

Melansir dari indonesia.go.id, bekantan merupakan primata dengan ciri hidung besar. Tinggi bekantan jantan mencapai 66 sampai 72 cm, dengan berat 16 – 23 kg. Sedangkan bekantan betina memiliki ptinggi 51 – 61 cm dan berat 7 – 11 kg. Populasi bekantan pada tahun 2017 berdasarkan data di BPS hanya ada 1.365 ekor saja.

8. Komodo

Komodo merupakan hewan langka dan endemik yang bisa dijumpai di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Populasi komodo menurut BPS pada tahun 2017 ada 5.964 ekor. Ancaman kepunahan disebabkan oleh aktivitas manusia seperti perburuan, perluasan pemukiman, hingga pembangunan tempat wisata.

9. Jalak Bali

Indonesia.trevel menyebutkan jalak bali merupakan hewan endemik. Populasi satwa ini pada 2017 hanya tersisa 39 ekor saja. Ciri khas dari satwa ini memiliki tubuh berwarna putih dengan ujung ekor dan sayap berwarna hitam.

10. Maleo

Maleo atau Macrocephalon maleo merupakan hewan endemik Sulawesi. Burung ini memiliki habitat di kawasan pantai berpasir panas atau pegunungan yang memiliki sumber air panas.

Populasi maleo yang tercatat di BPS pada tahun 2017 hanya ada 1.204 ekor. Indonesia.go.id, menyebutkan pencurian telur burung ini membuat kelestarian populasinya terancam.

11. Babi Rusa

Hewan langka selanjutnya yaitu babi rusa. Populasi hewan ini mengalami peningkatkan walaupun masih dalam kategori sedikit.

Pada tahun 2015 populasinya hanya 29 ekor. Sedangkan pada tahun 2016 populasinya naik menjadi 68 ekor. Dan tahun 2017, populasinya meningkat sampai 616 ekor.

12. Anoa

Populasi anoa menurut data BPS hanya ada 417 di tahun 2017. Menurut penjelasan di e-Jurnal Mitra Sians 3(2), faktor utama yang menyebabkan satwa ini menjadi langka karena kerusakan habitat.

Pemanfaatan hutan yang meningkat, pernangkatan, sampai perburuan liar membuat populasi anoa terus mengalami penurunan.

13. Elang

Elang menjadi hewan langka selanjutnya. Burung yang satu ini terkenal sebagai maskot beberapa daerah. Jenisnya cukup beragam. Menurut penjelasan di indonesia.go.id, elang flores menjadi jenis elang yang mengalami kelangkaan.

Hewan endemik ini memiliki ukuran tubuh 71 sampai 82 cm. Populasinya tersebar di Flores yang meliputi Pulau Lombok, Sumbawa, Pulau Satonda, Rinca, dan Flores.

14. Tarsius

Indonesia.trevel menyebutkan bahwa tarsius atau tarsius kerdil merupakan hewan endemik Sulawesi Tengah. Tubuhnya kecil dengan berat badan hanya sekitar 50 gram.

Hewan ini memiliki bulu lembut dengan warna abu atau cokelat gelap. Populasi tarisus menurut data di BPS pada tahun 2017 hanya ada 82 ekor saja.

15. Monyet Hitam Sulawesi

Hewan langka yang dilindungi di Indonesia berikutnya yaitu monyet hitam sulawesi. Dari data BPS, populasi monyet hitam ini hanya ada 63 ekor saja pada tahun 2017.

Menurut penjelasan di Jurnal Realtech 15(1), kelangkaan populasi monyet hitam ini karena banyaknya perburuan liar dan dikonsumsi masyarakat sekitar.

Gambar Hewan Langka

Berikut ini gambar hewan langka Indonesia yang dilindungi.

PEMINDAHAN PENGELOLAAN KEBUN BINATANG JAMBI
Gambar Harimau Sumatera (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/aww.)
 
KELAHIRAN ANAK GAJAH SUMATERA
Gambar Gajah Sumatera (ANTARA FOTO/Rony Muharrman/rwa.)

 

NETHERLANDS-ANIMALS/RHINOCEROS
Gambar Badak (ANTARA FOTO/REUTERS/Piroschka van de Wouw/hp/cf)
 
BKSDA AGAM LEPASKAN ELANG BRONTOK DAN KUKANG
Gambar Burung Elang (ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi/Lmo/nz)

 

ORANG UTAN TAMAN NASIONAL BUKIT TIGAPULUH
Gambar Orang Utan (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)
 
Edsus Pariwisata_Taman Nasional Komodo
Gambar Komodo (ANTARA FOTO/HENDRA NURDIYANSYAH)


Demikian penjelasan tentang satwa langka beserta beberapa gambarnya. Untuk menjaga kelestarian dari hewan-hewan tersebut perlu adanya kerja sama antar elemen.

Masyarakat berperan membantu pemerintah dalam menjaga habitat satwa tersebut. Dan pemerintah bertugas membuat regulasi atau peraturan tentang perlindungan satwa-satwa tersebut.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait