Memahami Sejarah, Teks, dan Makna Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Sumpah pemuda dilaksanakan di jalan Kramat 106 yang sekarang menjadi Museum Sumpah Pemuda. Berikut teks, makna, dan sejarah Sumpah Pemuda.
Dwi Latifatul Fajri
28 Oktober 2021, 15:35
Sumpah Pemuda
ANTARA FOTO/Moch Asim

Hari Sumpah Pemuda jatuh pada 28 Oktober 1928. Sumpah pemuda adalah hari bersejarah ketika pemuda-pemudi Indonesia mengucapkan ikrar untuk bertumpah darah satu, tanah Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, dan kesatuan.

Ikrar tersebut merupakan hasil rapat Pemuda-Pemudi atau Kongres Pemuda II yang dilaksanakan pada 27-28 Oktober 1928. Kongres ini diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI). PPPI merupakan organisasi pemuda yang terdiri dari berbagai latar organisasi.

Mengutip laman kemdikbud.go.id, organisasi yang mengikuti kongres Sumpah Pemuda antara lain Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Bataks Bond, Pemoeda Indonesia, Jong Islamieten Bond, Jong Celebes, Sekar Rukun, Jong Ambon, dan Pemuda Kaum Betawi.

Teks Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda (Buku Pendidikan Kewarganegaraan SD/MI kelas III)

 

Advertisement

Sumpah pemuda dilaksanakan ketika masa pergerakan nasional. Sebelum ikrar Sumpah pemuda dibacakan, lagu Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Supratman dikumandangkan.

Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan sebanyak tiga kali yang dilakukan di tiga gedung berbeda. Hasil kongres ketiga, para pemuda ini mengumumkan rumusan teks Sumpah Pemuda yang terdiri dari 3 butir.

Pertama

Kami, putra dan putri Indonesia
mengaku bertumpah darah satu,
tanah air Indonesia

Kedua

Kami, putra dan putri Indonesia
mengaku bertumpah darah satu,
tanah air Indonesia

Ketiga

Kami, putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa
persatuan, bahasa Indonesia

Makna Sumpah Pemuda

Teks Sumpah Pemuda terdiri dari tiga butir yang memiliki makna mendalam sesuai dengan negara Indonesia. Mengutip dari buku "Pendidikan Kewarganegaraan" SD/MI kelas III, makna Sumpah Pemuda yaitu:

1. Satu Tumpah Darah

Tumpah darah adalah kata lain untuk tanah kelahiran. Ikrar ini untuk menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi terpisah-pisah. Meski terdiri dari ribuan pulau yang dipisahkan oleh laut, tapi hakikatnya satu yaitu negara Indonesia.

Tumpah darah disini artinya tidak hanya daratan tetapi juga lautan. Oleh sebab itu, ikrar tumpah darah diartikan sebagai tanah air Indonesia.

2. Satu Bangsa

Bangsa adalah sekelompok orang yang tinggal di suatu wilayah dan berada dibawah satu pemerintahan. Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa yang berbeda, misal bangsa Jawa, Sunda, Batak, Aceh, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Sebelum Indonesia merdeka, ada penjajah yang memecah belah bangsa. Ketika kemerderkaan, bangsa Indonesia harus dipersatukan. Seperti yang dirumuskan pada Sumpah Pemuda. Hanya ada satu bangsa yaitu bangsa Indonesia sesuai dengan semboyan "Bhinneka Tunggal Ika". Artinya semboyan itu adalah meski berbeda-beda tetapi hakikatnya bangsa Indonesia tetap satu kesatuan.

3. Satu Bahasa

Indonesia memiliki beragam suku dan bahasa daerah yang beragam. Suatu negara membutuhkan bahasa pemersatu untuk persatuan dan kesatuan. Bahasa Indonesia disepakati sebagai bahasa persatuan dan bisa diterima suku di Indonesia.

Ikrar Sumpah Pemuda untuk menyatukan bangsa Indonesia, mengurangi perbedaan, dan perpecahan. Teks Sumpah Pemuda mewakili seluruh pemuda-pemudi di Indonesia. Sehingga tidak ada lagi perbedaan bahasa daerah, suku bangsa, asal, dan agama yang menjadi penghalang perbedaan.

Tokoh Sumpah Pemuda

Ada tiga tokoh penting dibalik Sumpah Pemuda antara lain:

1. Muhammad Yamin

Prof. Muhammad Yamin, S.H. lahir di Sawahlunto, 24 Agustus 1903. Pada Kongres Pemuda II, Muhammad Yamin mewakili organisasi pemuda Sumatra. Beliau adalah seorang sastrawan dan dikenal sebagai penulis puisi. Muhammad Yamin wafat di Jakarta pada 17 Oktober 1962 lalu dimakamkan di tanah kelahirannya Sawahlunto, Sumatra Barat.

2. Sunario

Prof. Mr. Sunario lahir di Madiun 28 Agustus 1902. Beliau belajar di Belanda memakai biaya sendiri dan pulang ke Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan. Pada Kongres Pemuda II, beliau menjadi wakil organisasi Jong Java.

Pada kongres tersebut, Sunario membahas mengenai persatuan pemuda. Menurutnya kemerdekaan bisa diraih dengan semangat persatuan. Setelah Indonesia merdeka, beliau diangkat menjadi menteri luar negeri.

3. Mr. Amir Syarifuddin

Mr. Amir Syarifuddin lahir di Medan, Sumatera Utara pada 27 April 1907. Beliau berasal dari keluarga Batak dan mewakili Jong Batang pada Kongres Pemuda II. Setelah Indonesia merdeka, Amir Syarifuddin sempat mendudukan jabatan menteri dan perdana menteri.

Selain ketiga tokoh di atas ada nama tokoh penting dalam Kongres Sumpah Pemuda seperti Purnomowulan, Ramelan, dan Sarmidi Mangunsarkoro.

Sejarah Sumpah Pemuda

1. Rapat pertama

Sumpah Pemuda dilaksanakan pertama kali di gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB). Rapat pertama dilakukan pada 27 Oktober 1928, di gedung KJB yang sekarang disebut Lapangan Banteng.

Sugondo sebagai tokoh penting yang memimpin jalannya rapat.Acara dilanjutkan dengan uraian Muhammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan pemuda. Ada lima faktor yang membuat kuatnya persatuan yaitu sejarah, bahasa, hukum, adat, pendidikan, dan kemauan.

2. Rapat kedua

Rapat kedua dilakukan pada Minggu, 28 Oktober 1928 di gedung Oost-Java Bioscoop. Rapat kedua ini membahas tentang masalah pendidikan di Indonesia. Pembicara kedua adalah Purnomowulan dan Sarmidi Mangunsarkoro. Rapat ini membahas tentang keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah.

3. Rapat ketiga

Kongres ketiga membahasa tentang nasionalisme dan demokrasi sebagai gerakan kepanduan. Ramelan menjelaskan gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan ini dilakukan sejak masih anak-anak untuk disiplin dan mandiri. Gerakan kepanduan sekarang ini dikenal dengan nama Pramuka.

Editor: Safrezi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait