Cara Menanam dan Merawat Daun Mint

Daun mint cukup mudah untuk ditanam. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan seperti sinar matahari, dan tanah. Selain itu, penting untuk memanen dengan cara yang tepat agar tanaman tidak rusak.
Image title
8 Desember 2021, 16:10
Cara menanam dan merawat daun mint.
Pexels.com/icon0.com
Cara menanam dan merawat daun mint.

Daun mint merupakan daun herba dengan aroma dan rasa yang khas. Daun yang kerap dicampurkan dengan olahan makan dan minuman ini juga memiliki banyak manfaat untuk tubuh.

Daun berbentuk bulat telur dan bergigi halus ini berkhasit mengatasi gangguan pencernaan, meningkatkan imun, meredakan sindrom iritasi usus besar, hingga meningkatkan fungsi otak.

Cara Menanam Mint

Tanaman mint cukup mudah untuk ditanam. Tidak perlu pekarangan luas atau keahlian bercocok tanam yang mumpuni, Anda bisa menanam dan merawat tanaman mint dengan mudah dan mendapat hasil yang memuaskan.

Pertama-tama, tentukan terlebih dahulu bibit varietas mint yang hendak ditanam. Ada berbagai bibit varietas, di antaranya chocolate mint, spearmint, sweet mint, lemon mint, atau apple mint.

Advertisement

Tapi, selain langsung dari bibitnya, menanam mint bisa dilakukan dengan memetik dari tanaman yang sudah ada. Caranya potong tangkai sekitar satu sentimeter (cm) di atas percabangan. Kemudian, masukan tangkai ke dalam segelas air.

Buang daun-daunnya yang terbenam di bawah air. Tunggu sekitar satu minggu sampai akar mint mulai muncul di bawah air. Biarkan selama beberapa hari sampai akar mulai memanjang. Selanjutnya, tambahkan air dan ganti setiap 4-5 hari sekali agar tanaman tetap sehat dan tidak membusuk.

Cara Merawat Mint

Mengutip Almanac, ada beberapa hal yang mesti diketahui dan perhatikan ketika menanam mint. Tanaman dengan nama ilmiah Mentha piperita L ini adalah jenis flora yang tumbuh subur di tanah ringan dengan drainase yang baik.

Idealnya, mint menyukai tempat yang lembab seperti habitat asli mereka di sepanjang tepi sungai dan sebagian besar akan tumbuh di bawah sinar matahari atau teduh parsial.

Untuk merawat tanaman mint, khususnya yang ditanam di luar ruangan, gunakan mulsa ringan. Hal ini dapat membantu menjaga tanah tetap lembab dan menjaga kebersihan daun. Sedangkan, untuk tanaman dalam ruangan, pastikan menyiramnya secara teratur agar tanah tetap lembab merata.

Mint dapat tumbuh subur hingga satu meter dalam kurun satu tahun dan akarnya dapat mencuri nutrisi dari tanaman di sekitar. Untuk itu, disarankan menanam mint di dalam pot dengan lubang drainase. Kemudian pot dapat ditenggelamkan ke dalam tanah atau wadah yang lebih besar.

Faktor yang perlu diperhatikan untuk merawat mint

Mengutip The Spruce, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan ketika menanam mint, yaitu:

  • Sinar Matahari: Meskipun mint akan tumbuh di bawah sinar matahari penuh jika sering disiram, ada baiknya untuk menjaga tanaman mint dari terik matahari siang. Mint bisa bertahan dalam kondisi yang cukup teduh. Namun, hal tersebut membuat mint tidak menghasilkan banyak daun dan tidak beraroma segar.
  • Tanah: Mint dapat beradaptasi dengan sebagian besar jenis tanah, tetapi tanaman ini lebih menyukai tanah yang subur dengan pH sedikit asam hingga netral. Selain itu, drainase tanah yang baik juga penting. Mint menyukai air, tapi tanah yang tergenang dapat membuat akarnya membusuk.
  • Air: Siram mint untuk menjaga tanah tetap lembab. Jika daun mint terlihat layu, artinya tanaman membutuhkan sedikit kelembapan. Sebaiknya siram tanamaan di pagi hari.
  • Suhu: Toleransi suhu tergantung pada spesies yang ditanam. Tapi, umumnya tanaman mint dapat beradaptasi dengan berbagai suhu. Misalnya, peppermint yang tahan dingin atau spearmint yang dapat hidup di suhu panas.
  • Pupuk: Jika memiliki tanah yang miskin nutrisi, beri tanaman mint pupuk. Namun, jika tanah sudah subur, tidak perlu memberi pupuk tambahan.

Cara Memanen Mint

Anda dapat mulai memanen daun mint setelah tanaman memiliki banyak batang yang panjangnya sekitar 15 hingga 20 cm. Ini akan memakan waktu sekitar dua bulan jika Anda menanam tanaman dari biji atau lebih sedikit waktu jika Anda membeli tanaman pembibitan. Mint matang dapat dipanen di musim panas. Jangan memanen lebih dari sepertiga tanaman sekaligus, karena hal tersebut dapat membuat tanaman lemah.

Seperti kebanyakan herbal, waktu terbaik untuk memanen mint adalah di pagi hari. Minyak atsiri yang memberikan rasa akan lebih kuat, dan daunnya paling segar sebelum matahari terlalu terik. Gunakan gunting tajam untuk memotong batang sepanjang yang diinginkan.

Editor: Safrezi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait