Pantun Adalah Karya Sastra, Berikut Penjelasan dan Contohnya

Pantun adalah karya sastra yang terikat aturan dengan struktur sampiran dan isi. Berikut pengertian, ciri, unsur, jenis, beserta contoh-contoh pantun.
Image title
18 Januari 2022, 13:21
Pantun Adalah Karya Sastra, Berikut Penjelasan dan Contohnya
Unsplash/Ergita Sela
Ilustrasi kumpulan pantun.

Pantun adalah salah satu bentuk karya sastra yang cukup sering kita dengar. Penggunaannya bisa untuk berbagai tujuan, mulai dari sekadar hiburan sampai ajakan untuk membeli atau menggunakan barang dan jasa tertentu.

Lalu, apa sebenarnya pantun?

Pengertian Pantun

Pantun merupakan karya sastra yang terikat dengan aturan. Mengutip Gramedia, pantuan awalnya merupakan sastra lisan yang diucapkan oleh masyarakat tempo dulu secara lisan. Namun, seiring berjalannya waktu, pantun mulai dibukukan sebagai karya tertulis.

Menurut Surana (2010:31), pantun adalah puisi lama yang terdiri atas empat larik berirama silang (a-b-a-b). Larik pertama dan kedua disebut sampiran atau objektif.

Advertisement

Sementara, berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pantun ialah suatu bentuk puisi Indonesia "melayu", tiap bait "kuplet" terdiri dari empat baris yang bersajak a-b-a-b. Tiap larik biasanya terdiri dari empat kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk suatu tumpuan "sampiran", sedangkan baris ketiga dan keempat adalah isi; pribahasa, sindirian.

Ciri-Ciri Pantun

Jenis puisi lama ini memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan jenis karya sastra lainnya, yaitu:

  • Setiap bait terdiri dari empat baris.
  • Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata.
  • Memiliki pola atau bersajak a-b-a-b/ a-a-a-a/ a-a-b-b/ a-b-b-a.
  • Memiliki sampiran dan isi.
  • Anonim.

Unsur-Unsur Pantun

Terdapat dua unsur yang membentuk sebuah pantun, yakni unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.

Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik berasal dari struktur pantun, di antaranya tokoh, tema, amanat, latar, alur, dan sebagainya. Ciri khas pantun sebagai unsur intrinsik adalah rima dengan akhiran serupa.

Unsur Ekstrinsik

Unsur ini berasal dari luar struktur pantun, latar belakang atau keadaan yang menyebabkan sebuah pantun tercipta.

Jenis-jenis Pantun

Berdasarkan isinya, terdapat beberapa jenis pantun, yaitu:

  • Pantun nasihat: Isinya berusaha menyampaikan pesan moral, kebijakan, hingga ajakan berbuat baik.
  • Pantun Jenaka: Pantun ini dibuat untuk tujuan hiburan atau saling menyindir (tentunya dalam suasana keakraban) agar suasana menjadi riang.
  • Pantun Teka-Teki: Pantun jenis ini memiliki ciri khas berupa kalimat pertanyaan pada baris akhir pantun.
  • Pantun Cinta: Sesuai namanya, pantun ini berisi pesan yang berhubungan dengan cinta, romantisme, kerinduan, dan sebagainya.
  • Pantun Agama: Mirip pantun nasihat, hanya saja pantun agama memberikan pesan moral dan didikan terkait manusia dengan pencipta-Nya.
  • Pantun Pribahasa: Di dalam pantun ini terdapat kalimat pribahasa dengan susunan tetap.
  • Pantun Kiasan: Pantun kiasan menyampaikan pesannya secara tersirat atau menggunakan kalimat kiasan.

Contoh Pantun

1. Pantun Jenaka

Beli sabun di sebuah warung

Warung baru milik Sukiran

Diam-diam menutup hidung

Bau kentut penuhi ruangan

--

Buah markisa buah srikaya

Oseng peria oseng genjer

Ada ibu berlagak kaya

Emas di tangan berjejer-jejer

--

Burung terbang memakai topi

Terbang ke awan seperti mimpi

Tertawa hati karena geli

Melihat kuda asyik bernyanyi

--

2. Pantun Nasihat

Pergi mendaki Gunung Daik

Hendak menjerat kancil dan rusa

Bergotong-royong amalan yang baik

Elok diamalkan setiap masa

--

Lepas di jemur baju dilipat

Disimpan dalam almari lama

Jangan kita tinggalkan salat

Karena sholat tiang agama

--

Walau hati sedang bingung

Jangan lupa merasa susah

Walau ilmu setinggi gunung

Tak diamalkan apa gunanya

--

3. Pantun Cinta

Mengikat kardus pakai rapia

Kardus besar isinya sepatu

Kakanda berjanji untuk setia

Jadikan engkau ratu nomor satu

--

Anak-anak berwajah ceria

Mereka senang diberi sepatu

Inginku kau selalu bahagia

Temaniku hingga ujung waktu

--

Pergi berkemah membawa tenda

Tenda dibeli dari Pak Tutus

Wahai Adinda dengarkan Kanda

Cintaku tulus takkan pernah putus

--

Ikan cupang ikan pari

Dimasak enak oleh Bu Eda

Rekah senyummu di pagi hari

Bak mentari penghangat raga

--

Pahit-pahit rasa jamu

Harum-harum bunga melati

Jangan ragukan setiaku padamu

Engkau permaisuri selalu di hati

--

4. Pantun Teka-Teki

Ada si tuan pakai celana

Melihat bintang di malam hari

Jikalau tuan memang bijaksana

Binatang apa tanduk di kaki?

(Jawaban: ayam jantan)

--

Diukur dijangka-jangka

Burung merak burung angkasa

Dengar tuan saya menerka

Layang-layang gagah perkasa

(Jawaban: kapal terbang)

--

Ada sebiji roda pedati

Bentuknya bulat daripada besi

Bila bermain diikat sekuat hati

Dilempar hidup dipegang mati

(Jawaban: gasing)

--

Buah budi bedara mengkal

Masak sebiji di tepi pantai

Hilang budi bicara akal

Buah apa yang tidak bertangkai?

(Jawaban: buah hati)

Editor: Safrezi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait